Pemilik Klaim Tanah Gedung Koperasi Merah Putih Bukit Mesara, Lokasi Dipagari Kawat Duri
Kota Jantho Lokasi pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih Gampong Bukit Mesara, Kecamatan Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar dipagari ol
News
SUMUT24 | Berbekal semangat dan tekad yang kuat serta rasa tanggungjawab yang diemban, Dewan Kesenian Medan (DKM) secara profesional menyusun Strategic Plan Dewan Kesenian Kota Medan 2019-2030, demi Terwujudnya Ekosistem Seni Profesional dan Bermartabat di Kota Medan. Pergulatan pola pikir dari latar belakang keragamam disiplin ilmu masing-masing individu Dewan Kesenian Medan, selama dua hari dua malam di Sayum Sabah, Sembahe, Deli Serdang (13 s/d 14 Mei), menjadikan penyusunan strategi plan DKM penuh pertimbangan dan terukur dalam pencapaian. Ketua Dewan Kesenian Medan (DKM) Rianto Ahgly SH dalam arahannya menyatakan, penyusunan strategi plan ini sangat penting sebagai landasan pencapaian visi, misi Dewan Kesenian Medan dalam mewujudkan ekosistem seni profesional dan bermartabat di Kota Medan. “Kota Medan memiliki kekayaan seni yang tidak dimiliki oleh kota lain. Keragaman etnis yang ada, menjadikan Kota Medan miniatur Indonesia. Dalam menjaga kekayaan ini, Dewan Kesenian Medan harus menyusun strategi plan yang terukur,” tegas Rianto Ahgly SH di Sayum Sabah Sembahe, Sabtu (13/5).  Dalam penyusunan strategi plan Dewan Kesenian Medan 2019-2030, hadir dari Majelis Kesenian Medan Zaidan BS, Kabid Kesenian Traditional, Sejarah dan Permuseuman. Yulinar S.sos,M.si selaku Kepala Sektariat DKM, Kasi Kebudayaan Drs. Paulus Silalahi merangkap Sektariat MKM dan Kasi Kesenian Traditional Oktaviani Mamesah S.sos serta Komite Sastra, Tari, Seni Rupa, Musik, Cinematografi, Teater DKM.  Rasa kebersamaan dan tanggungjawab yang diemban Dewan Kesenian Medan, telah melahirkan visi ‘Mewujudkan Ekosistem Seni Profesional yang Bermartabat’ di Kota Medan. Dalam upaya pencapaian visi ini tentunya Dewan Kesenian Medan perlu strategi dalam mengusung pencapai visi. Tentunya dengan misi untuk Mewujudkan Kelembagaan MKM dan DKM yang Kompeten, Kredibel dan Berkomitmen Tinggi. Sekaligus Mewujudkan Infrastruktur Seni dan Budata yang Reperesentatif, serta Menumbuhkembangkan Karya Seni Kreatif dan Berdaya Saing Tinggi. Tiga komponen ini yang menjadi dasar pergerakan roda organisasi dalam menciptakan program kerja dalam menumbuhkembangkan iklim berkesenian yang terukur dalam pencapaian. Strategi Plan DKM 2019-2030 akan segera dipresentasikan ke Wali Kota Medan, Bappeda dan DPRD Medan. “Kami sudah coba apa yang kami bisa. Tapi kerja belum selesai….” Mereka yang aktif  dalam kegiatan itu, Komite Teater yakni Yonidk Tanto, Ayub Badrin, dari Komite Tari yakni Syah Bilal Mateus Suwarsono, Komite Seni Rupa yakni Togu Sinambela, Wan Saat, Komite Sastra  yakni Bambang Sumantri, Sakinah Maris  dan Komite Film dan Senimotografi Imanuel Ginting, Darma Lubis serta Miduk Hutabarat dan anggota lainya (R02)
Baca Juga:Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Kota Jantho Lokasi pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih Gampong Bukit Mesara, Kecamatan Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar dipagari ol
News
MEDAN, SUMUT24.CO KONI Sumatera Utara terus mematangkan persiapan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Salah satunya dengan mela
Sport
Medan sumut24.co Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan, Kamis (14/5/2026) dinihari menggerebek sarang narkoba di kampung Jalan Dena,i G
Hukum
Sehari, Polda Sumut Ungkap 23 Kasus Narkoba dan Amankan 26 Tersangka
kota
Dugaan Hilangnya Barang Bukti Mobil Pick Up dan Plang Besi Kasus Pencurian di Beringin Jadi Sorotan "
kota
MEDAN SUMUT24.CO Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara, Rianto SH MH memberikan apresiasi kepada Kapolda Sumut, Irjen
News
MEDAN Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara memberikan apresiasi tinggi terhadap berbagai capaian dan prestasi yang diraih K
News
Penanganan Laporan Terhadap RS.Royal Prima Lamban"
kota
sumut24.co MEDAN , Kepengurusan Forum Wartawan Kejaksaan (FORWAKA) Medan untuk masa bakti 20262028 resmi dilantik dalam acara khidmat ya
kota
Ahmad Bahar Ungkap Pahitnya Jadi Penulis, Karya Pernah Dicekal
kota