Wali Kota bersama sejumlah tokoh agama menerima kunjungan tim peneliti dari SETARA
Wali Kota bersama sejumlah tokoh agama menerima kunjungan tim peneliti dari SETARA
kota
Baca Juga:
Dalam tulisannya, penulis menggambarkan situasi tersebut sebagai "apes" yang tidak hanya dialami profesi tertentu, tetapi juga dapat menimpa seorang penulis. Menurutnya, kerja keras dalam mencari data, menulis, mengedit, hingga mempromosikan buku menjadi sia-sia ketika hasil karya tidak dapat dipasarkan.
"Apes karena peluang untuk mendapat cuan jadi gagal. Kerja keras, menulis, mencari data, dan mempromosikan menjadi zonk," tulisnya.
Ia juga mengaku mengalami kerugian materi yang cukup besar akibat buku yang tidak dapat diedarkan. Kerugian tersebut disebut mencapai ratusan juta rupiah karena biaya cetak ditanggung secara mandiri.
Sebagai bentuk pelampiasan kekecewaan, penulis mengaku menyampaikan curahan hatinya melalui media sosial seperti TikTok, YouTube, dan Facebook. Menurutnya, langkah tersebut menjadi sarana katarsis agar tidak mengalami tekanan mental akibat persoalan yang dihadapi.
Di sisi lain, penulis menilai profesi penulis merupakan pekerjaan yang membanggakan meskipun secara penghasilan masih kalah dibanding profesi lain seperti pengacara, dokter, maupun artis.
"Penulis sudah memeras otak, menatap komputer, hingga berkali-kali mengoreksi naskah, tetapi honornya tetap jauh dibanding profesi lain," ungkapnya.
Dalam keterangannya, ia juga menyebut terdapat tiga buku karyanya yang pernah diminta untuk tidak beredar, yakni Timur Pradopo, Polisi Dilarang Kaya, Ketika Negara Memanggil: Jokowi–Tito, serta Buku Pintar Politik; Wapres 2029, SDA. Ketiga buku tersebut diketahui merupakan karya Ahmad Bahar.
Menurutnya, peristiwa tersebut menimbulkan rasa kecewa, marah, dan sedih. Ia menilai masih ada pihak-pihak yang belum memiliki pemahaman kuat terhadap pentingnya literasi dan kebebasan berkarya.
Penulis berharap ke depan dunia literasi di Indonesia mendapat ruang yang lebih baik sehingga karya tulis dapat dihargai sebagai bagian dari perkembangan intelektual dan demokrasi.
Wali Kota bersama sejumlah tokoh agama menerima kunjungan tim peneliti dari SETARA
kota
Wali Kota menghadiri acara Pagelaran Seni dan Budaya Kota Pematangsiantar PRSU ke50 Tahun 2026, yang di PRSU
kota
Dana Banpres Sebesar Rp. 2.888.240.000 Di DPUPR Kota Solok Sudah Terealisasi 100 Persen.
kota
UNPAB Perkuat Komitmen Melestarikan Budaya Melayu Melalui Dialog Kebangsaan ISMI Edisi IV
kota
Langkat Dukungan terhadap pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang dirangkai dengan Family Gathering (FG) Jaringan Media Siber Indo
News
Mahasiswa UMPAB Ikuti Program Pertukaran Pelajar Internasional di UNIRAZAK Malaysia, Wujudkan Generasi Berdaya Saing Global
kota
Saksi Ungkap Dugaan Commitment Fee Rp600 Juta di Sidang Smartboard, Moettaqien Saya Tidak Pernah Terima Uang
kota
BANDA ACEH Pergantian kepemimpinan di Polda Aceh dinilai menjadi momentum penting untuk membuktikan keseriusan penegakan hukum di Tanah
News
JAKARTA SUMUT24.CO Dinamika penanganan dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan Kejaksaan Agung RI dan Korps Pemberantasan Tindak Pida
Politik
sumut24.co MEDAN , Kehadiran Paviliun Kabupaten Asahan dalam ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 mencuri perhatian kalangan pemangk
kota