Di Forum Pangan Nasional APEKSI, Wali Kota Medan Dorong Kerja Sama Antardaerah Atasi Keterbatasan Lahan
sumut24.co MedanMenjadi kota metropolitan dengan keterbatasan lahan pertanian bukan berarti pasrah terhadap ancaman krisis pangan, melaink
kota
MEDAN I SUMUT24
Baca Juga:
Pemalsuan dokumen negara yang dilakukan Bupati Simalungun JR Saragih pada pencalonannya pada Pilgubsu 2018 menuai reaksi keras. “Atas pemalsuan dokumen tersebut, sudah sewajarnya JR Saragih harus masuk bui sesuai Pasal 263 ayat 1 KUHP tentang tindak pidana berupa pemalsuan suatu-surat dengan ancaman kurungan enam tahun penjara,” tegas Ketua Gerakan Rakyat Anti Korupsi Hendra Hutagalung kepada SUMUT24, Kamis malam (19/4).
Menurutnya, kalau kasusnya sudah diserahkan ke Kejatisu dengan berkas P21 (Lengkap), sudah selayaknya Kejatisu segera memproses bukan mendinginkannya. “Kita curiga oknum di Kejatisu ada bermain dengan tersangka, sehingga kasusnya adem ayem saja dan harusnya itu tidak terjadi,” tegas Hendra.
Lebih lanjuta dikatakan Hendra, sekarang tinggal keseriusan Kejatisu untuk menanganinya. Kalau tidak serius Kejatisu menanganinya, lebih baik Kejagung mengambil alih kasus tersebut, sehingga terang benderang diketahui masyarakat.
“Bukan seperti sekarang ini, sepertinya Kejatisu enggan memprosesnya, sehingga masyarakat menduga telah ada permainan dan persekongkolan agar kasusnya dihilangkan. Sampai kapan negara ini berkeadilan dimata hukum, sementara yang sudah jelas jadi tersangka saja tak jelas penanganannya,” tegas Hendra lagi.
“Kita juga berharap Jamwas Kejagung agar turun ke Sumut untuk meneliti kasus tersebut, karena kasus tersebut melempem begitu saja tanpa proses yang jelas, harusnya kan Kejatisu harus transparan sehingga kasusnya mempunyai kemajuan yang berarti,” tegasnya.
Sebelumnya diketahui, JR Saragih yang merupakan Bupati Simalungun ditetapkan tersangka oleh penyidik polisi dari Sentra Gakkumdu Sumut karena menggunakan dokumen palsu saat mendaftar sebagai calon Gubernur Sumatera Utara ke KPU Sumut.
Dokumen palsu itu, terletak pada dugaan pemalsuan tanda tangan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sopan Adrianto, pada bagian legalisasi fotokopi ijazah SMA JR Saragih.Beliau (JR Saragih) disangkakan telah melakukan perbuatan melawan hukum yang diatur dalam pasal 184 Undang-Undang No. 1 tahun 2015 tentang penetapan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang No. 1 tahun 2014 menjadi Undang-Undang sebagaimana dirubah dengan Undang-Undang No. 10 tahun 2016 tentang pemilihan Gubernur, Walikota dan Bupati.
Terpisah, Komisioner Bawaslu Sumut, Hardi Munthe saat dikonfirmasi proses hukum kasus JR Saragih tersebut menyatakan, bahwa kewenangan mutlak sekarang ada di penyidik Poldasu, karena prosesnya tinggal penyerahan tersangka dan barang bukti dari polisi ke jaksa (P22). Silahkan dicroscek ke Dit Reskrimum Poldasu. (W03)
sumut24.co MedanMenjadi kota metropolitan dengan keterbatasan lahan pertanian bukan berarti pasrah terhadap ancaman krisis pangan, melaink
kota
Jakarta, SUMUT24.CO Wakil Ketua DPR RI, Ir. Sufmi Dasco Ahmad, menerima audiensi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Aliansi Guru dan Karyawan
Politik
Wakil Bupati Pakpak Bharat Pimpin Upacara Peringatan Harganas Ke 33
kota
Bupati Asri Ludin Hadiri Peresmian Gedung Universitas ST Bhinneka, Dorong SDM Unggul dan Inovatif
kota
Bank Sumut Salurkan Zakat Pegawai, 100 Anak Ikuti Khitan Massal
kota
Medan, Sumut24.co Kabar membanggakan datang dari Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB). Salah seorang dosennya, Dr. Nuraini Kemalas
Profil
LTKP Desak Wali Kota Medan Evaluasi Kadis Pariwisata, GEMES IX 2026 Dinilai Minim Inovasi dan Disorot Soal Anggaran Rp2,5 Miliar
News
Pemburu Dollar Juara! Kapolres Tapsel Cup Road to ESport Kapolri Cup 2026 Sukses Cetak Talenta Esports Baru
kota
150 Anak Ikut Khitanan Massal Gratis, Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe Apresiasi Kolaborasi TP PKK dan Berbagai Mitra
kota
Rp2 Miliar Digelontorkan! Bupati Putra Mahkota Sulap Sampah Padang Lawas Jadi Paving Block dan Pupuk
kota