sumut24.co - Palembang
Baca Juga:
Otoritas Jasa Keuangan (
OJK) terus memperkuat perannya dalam mendukung Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) berbasis komoditas unggulan. Langkah nyata ini diwujudkan melalui prosesi pelepasan ekspor produk turunan kelapa dan berbagai komoditas lokal lainnya dalam rangkaian acara Sultan Muda XporA 2026.
Seremoni pelepasan ekspor dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua
OJK Hernawan Bekti Sasongko, bersama Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, dan Anggota Komisi XI DPR RI Bertu Merlas, di Kantor
OJK Provinsi Sumatera Selatan, Selasa.
Mendorong UMKM Menjadi Motor Pertumbuhan EkonomiProgram ini bertujuan memperkuat posisi pengusaha muda Sumatera Selatan agar mampu bersaing di pasar internasional melalui ekosistem keuangan yang inklusif.
"Kita tidak hanya bicara tentang ekspor dan pemberdayaan UMKM, tetapi juga mendorong daerah sebagai motor pertumbuhan Indonesia melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah," ujar Hernawan Bekti Sasongko.Ia menambahkan bahwa program ini sejalan dengan prioritas pemerintah dalam menjaga kedaulatan pangan dan akan terus dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperluas cakupan wilayah serta variasi komoditas unggulan daerah.
Rincian Ekspor dan Capaian Strategis
Kepala
OJK Provinsi Sumsel, Arifin Susanto, memaparkan bahwa pada tahap awal, produk kelapa dan turunannya akan dikirim ke Tiongkok, Taiwan, dan Prancis. Detail komoditas yang diekspor meliputi:Coconut Shell Charcoal: 46 ton
Coconut Chips: 25 tonLada Hitam: 500 kg
Produk Olahan Kerupuk: 21 tonTotal Nilai Ekspor: Mencapai Rp1,6 miliar.
Keberhasilan ini merupakan hasil dari pembinaan berkelanjutan, hilirisasi, serta integrasi akses sektor jasa keuangan (seperti trade finance dan Letter of Credit) yang mempermudah pelaku usaha dalam proses produksi hingga pemasaran internasional.
​Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, mengapresiasi dukungan
OJK dan lembaga jasa keuangan dalam melahirkan "Sultan Muda" yang produktif dan kreatif. Senada dengan itu, Bertu Merlas dari Komisi XI DPR RI menyoroti pentingnya kebijakan yang terintegrasi.
"Sumatera Selatan berhasil mencatatkan nilai ekspor yang lebih tinggi dari impor. Kami di DPR RI berkomitmen terus mendukung kebijakan yang memberdayakan ekonomi daerah," tegas Bertu.
​Sebagai bentuk dukungan konkret, OJK dan Pemerintah Provinsi Sumsel meresmikan sejumlah inisiatif strategis, di antaranya:
1. Sultan Muda Sumsel Center (SMSC): Berlokasi di Kantor
OJK Sumsel sebagai pusat pelatihan, inkubasi, dan business connection hub.2. Rebranding Logo Sultan Muda: Penegasan transformasi gerakan kewirausahaan muda.
3. Sultan Muda HIPMI Card: Identitas khusus untuk penguatan akses kewirausahaan.4. Pusat Kolaborasi "Sumsel Maju Terus Untuk Semua": Wadah sinergi
OJK, Pemda, dan Bank Indonesia.
5. Penyaluran Pembiayaan: Penyerahan secara simbolis pembiayaan komoditas unggulan sebesar Rp869,29 miliar dan Letter of Credit (L/C) ekspor senilai USD 209.723 oleh lima bank mitra.Kegiatan yang dihadiri oleh 1.000 peserta ini diharapkan menjadi momentum akselerasi ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan di Sumatera Selatan. (Rel)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News