Rabu, 15 April 2026

Kondisi Ekonomi Sumut, Sektor Jasa Keuangan Tetap Kokoh di Tengah Ketidakpastian Global

Administrator - Minggu, 12 April 2026 19:54 WIB
Kondisi Ekonomi Sumut, Sektor Jasa Keuangan Tetap Kokoh di Tengah Ketidakpastian Global
Kantor Regional 1 OJK Sumatera Utara. (Foto.net)
sumut24.co - Medan

Baca Juga:

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara melaporkan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan di wilayah ini tetap terjaga dengan baik. Meski kondisi geopolitik global masih diliputi ketidakpastian, indikator ekonomi makro dan kinerja lembaga keuangan di Sumatera Utara menunjukkan tren yang positif.

Hingga Maret 2026, inflasi di Sumatera Utara tercatat sebesar 3,86%, yang didorong oleh kenaikan harga pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2025 berada di angka 4,53%.


Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi tulang punggung ekonomi dengan kontribusi 25,32% terhadap PDRB. Namun, dari segi akselerasi, sektor transportasi dan pergudangan mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 10,74%. Sebaliknya, sektor konstruksi dan administrasi pemerintahan dilaporkan mengalami kontraksi.

Kinerja Sektor Perbankan dan Pemberantasan Judi Online

Fungsi intermediasi perbankan di Sumatera Utara per Februari 2026 berjalan solid:

- Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK): Rp340,2 triliun (Tumbuh 4,19% yoy).

- Penyaluran Kredit: Rp315,12 triliun (Naik 4,27% yoy).

- Profil Risiko: Terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) di level 1,91% dan Loan at Risk (LaR) sebesar 6,65%.


Pada sektor Bank Perekonomian Rakyat (BPR), aset tumbuh 10,40% menjadi Rp3,15 triliun. Namun, OJK memberikan perhatian khusus pada rasio NPL BPR yang meningkat menjadi 10,50%. Selain pengawasan kinerja, OJK berkomitmen menjaga integritas sistem keuangan dengan memblokir 33.252 rekening yang terindikasi terkait aktivitas judi online melalui prosedur Enhanced Due Diligence (EDD).

Sektor dana pensiun mencatatkan pertumbuhan investasi sebesar 7,95% (Rp1,31 triliun). Namun, sektor asuransi umum mengalami tantangan dengan penurunan premi sebesar 50,38%, yang dipicu oleh tingginya klaim akibat bencana alam pada akhir 2025.

Di sisi lain, industri pembiayaan menunjukkan performa impresif:

- Piutang Pembiayaan: Rp24 triliun (Naik 2,73%).

- Pergadaian Swasta: Penyaluran pembiayaan tumbuh signifikan sebesar 101,84%.

- Fintech Lending: Outstanding pembiayaan mencapai Rp3,56 triliun dengan tingkat wanprestasi (TWP90) yang rendah, yakni 1,70%.


Partisipasi masyarakat di pasar modal melonjak tajam. Jumlah investor (SID) mencapai 1,03 juta, atau tumbuh 64,25% yoy. Nilai transaksi saham pun meningkat lebih dari dua kali lipat, dengan transaksi pembelian mencapai Rp12,2 triliun.


Dalam hal inovasi, terdapat 25 penyelenggara Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) yang telah menjalin 1.313 kemitraan untuk memperluas akses layanan digital. OJK juga bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital melalui program Fintech Startup Accelerator.


OJK terus aktif melindungi konsumen dengan menindaklanjuti 573 pengaduan selama awal tahun 2026. Upaya preventif dilakukan melalui:

- Edukasi Kewilayahan: Sosialisasi di Humbang Hasundutan, Tapanuli Selatan, dan Medan.

- GERAK Syariah: Edukasi keuangan syariah bagi ASN, pelajar, dan santri.

- TPAKD: Optimalisasi akses keuangan daerah melalui FGD berkala untuk mendorong inklusi keuangan di tingkat lokal.


Ke depan, OJK akan memperkuat pengawasan berbasis risiko (forward looking) dan rutin melakukan asesmen terhadap dinamika global. Fokus utama tetap pada mitigasi risiko guna memastikan lembaga jasa keuangan memiliki daya tahan yang kuat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara. (Rel)


Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
OJK
beritaTerkait
Transformasi Industri Reksa Dana 2026: Sinergi APRDI dan OJK dalam Memperkuat Literasi Keuangan Nasional
OJK Perkuat Kebijakan SLIK untuk Akselerasi Program 3 Juta Rumah
Jelang RGS 2026, OJK dan Asosiasi Sepakati Komitmen Penguatan Ekosistem GRC
OJK Cabut Izin Usaha PT. Bank Perekonomian Rakyat Sungai Rumbai
OJK dan ABI Resmi Buka Bulan Literasi Kripto 2026 demi Perkuat Ekosistem Digital
Perkuat Transparansi, OJK dan SRO Tuntaskan 4 Agenda Reformasi Pasar Modal Indonesia
komentar
beritaTerbaru