Kamis, 07 Mei 2026

BNN Jadikan Kampung Sepang Lokasi Bimtek Bersih Narkoba

Administrator - Rabu, 30 Oktober 2019 13:08 WIB
BNN Jadikan Kampung Sepang Lokasi Bimtek Bersih Narkoba

GAYO LUES | SUMUT24.co

Baca Juga:

Dalam penyalah gunaan narkotika saat sekarang ini yang semakin memprihatinkan, pasalnya para kaula muda di jadikan sebagai pecandu untuk merusak moral generasi bangsa ini, tujuan untuk menghacurkan budaya, adat istiadat dan agama sehingga para oknum pengedar mencoba menorobos kalangan muda agar tergantung memakai narkoba.

Pihak BNN Provinsi bersama BNNK kabupaten Gayo Lues memilih kampung Sepang kecamatan Blangkejeren sebagai kampung Bersinar (Bersih Narkoba) sebagai lokasi Bimtek di tingkat kabupaten Gayo Lues.

Bupati Gayo Lues Muhammad Amru dalam sambutannya mengatakan, di harapkan generasi muda agar menjauh dari jeratan narkoba dan penyalahgunaan IT serta terpengaruh isu yang dapat merusak Agama dan Bangsa.

Untuk itu kita di tuntut ikut beperan penting bersama untuk mendukung hal tersebut,ketika dalam pembukaan Bimtek Bersinar di Balai kampung Sepang pada, Rabu (30/10/2019).

Demikian disebutkan Bupati Gayo Lues H Muhammad Amru, ketika membuka Bimtek Kampung Bersinar di Balai kampung Sepang. Untuk itu dampak narkoba sangat besar, salah satu hilangnya akal sehat dan tindakan kriminal hingga kematian.

Oleh karenanya semua elemen harus lebih memperhatikan hal tersebut, sambil menyanjung Kampung Sepang yang terpilih sebagai lokasi Bimtek Bersinar.

Kepala BNN Aceh, Brigjen Pol Faisal Abdul Naser menambahkan, memang perkembangan penyalahgunaan narkoba di Aceh sangat memprihatinkan pada saar ini. Karena Provinsi Aceh merupakan pantai terpanjang kedua, dan akses ke luar Negeri melalui Aceh sangatlah mudah.

“Dan saat ini sudah terdata ada 29 jalur penyelundupan narkoba yang di sebut jalur tikus, untuk memasok ke daerah kita ini. Untuk sementara sudah 21 orang bandar yang sudah divonis hukuman mati. Selain itu pengedaran narkoba juga merupakan cara oknum tertentu untuk merusak para generasi Aceh yang terkenal berbudaya dan Islami. Serta, produk narkoba yang diedarkan di Aceh ini merupakan produk yang sudah dioplos sehingga dapat dijual dengan harga terjangkau, sehingga pengaruhnya lebih parah dari produk aslinya, dimana pemakai dapat lebih cepat sakit bahkan lebih cepat menjadi gila,” ujarnya.

Oleh karena itu sebut Faisal, saya tidak ingin sejengkal tanah pun di Gayo Lues ini para pengedar narkoba dapat leluasa. Kita harus perangi narkoba dari Negeri yang bersyariat Islam ini.

“Hanya ada empat tempat apabila generasi kita yang terjerat narkoba yakni, pusat rehabilitasi nya, seperti penjara, rumah sakit dan liang kubur,” paparnya.

Dalam acara penutupan Bimtek, Pengulu Kampung Sepang Said Juandi melaporkan, gambaran keadaan Kampung Sepang di mata hukum tercatat sebagai zona merah pemakai narkoba, padahal itu hanyalah ulah-ulah oknum warga yang singgah di kampung ini dengan berbagai alasan.

Namun untuk memastikannya masyarakat bersedia melakukan tes urine kepada 50 warga, jika hasilnya positif maka akan diusir dari Kampung Sepang, namun jika hasilnya negatif tentu Kampung Sepang bersih dari narkoba,imbuhnya.

Acara tersebut dihadiri Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru,Kepala BNN Aceh Brigjen Pol Faisal Abdul Naser, Kepala BNNK Gayo Lues Fauzul Iman, Ketua PKK Gayo Lues Hartati Amru, beberapa Camat dan Kepala  SKPK serta para Aparatur Kampung Sepang dan seluruh masyarakat setempat. (daud)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Bukan Sekadar FOMO, Reksa Dana Menjadi Gaya Hidup Kekinian Gen Z
Jalan Rusak Puluhan Tahun, Warga Buntu Pane Demo, Bupati Asahan Turun Tangan
Persiapan Musda KNPI Padangsidimpuan Diduga Tidak Sesuai AD/ART, Karim Pohan Kontak DPP
Kajian Malam Jumat di Masjid Ar Ridho, Bahas Keteladanan Ibrahim, Hajar dan Ismail
Fantastis! Kejari Madina Musnahkan 54 Kg Ganja dan 1,1 Juta Rokok Ilegal, Perang Lawan Narkoba Kian Panas
Tak Butuh Waktu Lama, Polres Padangsidimpuan Berhasil Ungkap Kasus Pembobolan Toko Pakaian
komentar
beritaTerbaru