Kamis, 23 Juli 2026

Kadis Koperasi dan UKM Sumut: 17.994 Koperasi Jadi Pilar Penguatan Ekonomi Rakyat, UMKM Tembus 1,4 Juta Unit

Administrator - Kamis, 23 Juli 2026 11:23 WIB
Kadis Koperasi dan UKM Sumut: 17.994 Koperasi Jadi Pilar Penguatan Ekonomi Rakyat, UMKM Tembus 1,4 Juta Unit
Baca Juga:

Medan – Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Sumatera Utara, Yuliani Siregar, menyampaikan bahwa sektor koperasi dan UMKM terus menunjukkan perkembangan positif serta menjadi salah satu pilar utama penguatan ekonomi kerakyatan di Sumatera Utara.

Dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (23/7/2026), Yuliani mengungkapkan, hingga saat ini terdapat 17.994 koperasi di Sumatera Utara, terdiri dari 6.100 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan 11.894 koperasi konvensional. Tingkat koperasi aktif telah mencapai 68 persen.

Menurutnya, indikator ekonomi koperasi juga terus menguat. Volume usaha koperasi mencapai Rp7,47 triliun, total Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp377,4 miliar, dengan jumlah anggota koperasi mencapai 1.531.520 orang.

"Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa koperasi masih menjadi salah satu pilar penting dalam penguatan ekonomi kerakyatan di Sumatera Utara," ujar Yuliani.

Di sektor UMKM, Yuliani menyebutkan jumlah pelaku usaha di Sumatera Utara pada tahun 2025 telah mencapai sekitar 1,4 juta unit usaha. Rasio kewirausahaan juga meningkat menjadi 4,1 persen, yang dinilai sebagai modal penting dalam mewujudkan Sumatera Utara yang produktif, inovatif, dan berdaya saing.

Untuk memperkuat program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Pemprov Sumut telah memulai pembangunan 3.594 gerai di 33 kabupaten/kota, sementara 629 gerai telah selesai dibangun. Sebanyak 13 koperasi telah menjalankan transaksi usaha dengan total nilai transaksi mencapai Rp347,54 juta, tersebar di Deli Serdang, Simalungun, Asahan, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Serdang Bedagai, Kota Medan, dan Dairi.

Yuliani mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan koperasi, di antaranya persoalan status lahan, keterbatasan SDM pengurus, permodalan, partisipasi masyarakat, hingga kendala tata ruang dan perizinan.

Meski demikian, Dinas Koperasi dan UKM Sumut terus menjalankan berbagai program prioritas, seperti Sumut Digital Market, program Fast Track Youngpreneur (FYP) Level Up yang menargetkan 80 UMKM, pendampingan 100 UMKM potensial ekspor melalui marketplace global, serta penyelenggaraan Sumut Halal Fest pada 11–12 Agustus 2026 bekerja sama dengan Bank Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah akan memfasilitasi 1.000 sertifikat halal gratis, workshop 1.000 UMKM Go Halal, expo produk halal, business matching pembiayaan, serta layanan Halal Centre sebagai upaya memperkuat daya saing UMKM Sumatera Utara di pasar nasional maupun internasional. Red2

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Di Depan DPRD Sumut, BNI Tegas Ingin Kasus Koperasi Swadharma Cepat Selesai
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Dorong Percepatan Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih
Investor Tiongkok dan Koperasi Jasa Keluarga Pers Bahas Pengadaan Mesin Pengering Gabah
Koperasi Bukan Sekadar Simpan Pinjam, Tapi Pusat Ekonomi Warga, Ini Kata  Staf Khusus Menteri Koperasi RI, Prof. Ambar
Rapat Tahunan Koperasi Konsumen Pakpak Nduma Resmi Dibuka Wabup
Tokoh Birokrat dan Pejuang Koperasi, H. Muhammad Husni Wafat, Ini Sejumlah Jabatan Menterengnya
komentar
beritaTerbaru