Usai Aniaya Sesama Warga, Terduga Pelaku Akhirnya Diringkus Tim Jatanras Polres Asahan
sumut24.co ASAHAN, Kepiawaian dan ketelitian tim kepolisian kembali teruji. Tim Jatanras Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Asahan
News
Baca Juga:
Paluta | Sumut24.co
Peristiwa kebakaran hebat menghanguskan satu unit rumah yang juga difungsikan sebagai gudang milik warga di Desa Hutaimbaru, Kecamatan Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara, Kamis (11/6/2026) dini hari.
Kobaran api yang muncul saat sebagian besar warga sedang beristirahat itu dengan cepat membesar dan melalap seluruh bangunan milik Rusli Harahap (30), seorang wiraswasta setempat. Material bangunan yang didominasi bahan mudah terbakar membuat api sulit dikendalikan dalam waktu singkat.
Kapolsek Padang Bolak, AKP Abdul Hakim Harahap, SH, MH, mengatakan pihak kepolisian langsung turun ke lokasi begitu menerima laporan dari masyarakat terkait insiden kebakaran tersebut.
"Kanit Reskrim bersama personel segera menuju lokasi untuk melakukan pengamanan sekaligus penyelidikan awal," ujar AKP Abdul Hakim Harahap kepada wartawan.
Saat petugas tiba di lokasi kejadian, api diketahui telah berhasil dipadamkan oleh warga sekitar yang berjibaku melakukan pemadaman secara gotong royong. Upaya cepat masyarakat dinilai berhasil mencegah api merembet ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi.
Berdasarkan keterangan saksi bernama Junita Harahap, kebakaran pertama kali diketahui setelah dirinya mendengar suara keributan dari arah sekitar SPBU Hutaimbaru pada tengah malam.
Ketika keluar rumah, saksi melihat kobaran api sudah membesar dan membakar bangunan milik korban.
"Saksi kemudian meminta pertolongan warga sekitar. Tidak lama kemudian masyarakat berdatangan membantu memadamkan api sekaligus melaporkan kejadian itu kepada polisi," jelas Kapolsek.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal, polisi menduga sumber api berasal dari hubungan arus pendek atau korsleting listrik.
"Hasil sementara mengarah pada dugaan korsleting listrik. Meski begitu, penyelidikan tetap dilakukan guna memastikan penyebab pasti kebakaran," tegasnya.
Akibat kejadian tersebut, satu unit rumah sekaligus gudang milik korban hangus terbakar. Tidak hanya bangunan, sejumlah pupuk yang disimpan di dalam gudang juga ikut musnah dilalap api.
Selain itu, satu unit mobil Toyota Kijang milik korban turut mengalami kerusakan akibat besarnya kobaran api.
Adapun rincian kerugian material diperkirakan mencapai Rp55 juta, meliputi bangunan rumah dan gudang sekitar Rp20 juta, pupuk senilai Rp15 juta, serta satu unit mobil Kijang dengan taksiran kerugian Rp15 juta.
Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun, kejadian itu sempat membuat warga sekitar panik karena api membesar dalam waktu singkat di tengah malam.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran akibat instalasi listrik yang sudah tua maupun penggunaan arus listrik berlebihan guna menghindari kejadian serupa terulang kembali.zal
sumut24.co ASAHAN, Kepiawaian dan ketelitian tim kepolisian kembali teruji. Tim Jatanras Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Asahan
News
sumut24.co TANJUNGBALAI , Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina melepas keberangkatan 34 peserta dan pendamping Kwartir Cabang
News
Pembentukan DPK ABPEDNAS Kecamatan Batang Kuis, DPC Deli Serdang Tekankan Sinergi BPD dan Kepala Desa Kawal Program Strategis
kota
GELOMBANG DEMONSTRASI DIPICU TERHENTINYA AKTIVITAS PEMBELIAN BIJIH TIMAH MASYARAKAT
kota
Anto Genk Hadiri Pembukaan Sumatera Utara Rally 2026, JMSI Sumut Siap Dukung Publikasi Event Otomotif Bertaraf Internasional
kota
Pencuri Pintu Besi Ditangkap Polsek Tanjung Morawa
kota
Keluarga Winda Lorenza Gowasa Resmi Lapor ke Polda Sumut
kota
Kementan Apresiasi Kecepatan Penanganan Pascabencana Sektor Pertanian Kabupaten Solok.
kota
Wali Kota Solok Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, S.E., M.M, Pimpin Apel Gabungan Sekaligus Membuka Gerakan Gotong Royong Bersama.
kota
PCNU Sumut Dukung Gus Yusuf Pimpin PBNU Muktamar Jombang
kota