Sabtu, 12 September 2026

Dua Petani Tapsel Ditangkap Bawa 14 Paket Ganja, Motor Bocor Jadi Titik Akhir Pelarian

Administrator - Kamis, 19 Februari 2026 22:46 WIB
Dua Petani Tapsel Ditangkap Bawa 14 Paket Ganja, Motor Bocor Jadi Titik Akhir Pelarian
Istimewa
Baca Juga:

Tapsel | Sumut24.co

Upaya peredaran narkotika jenis ganja di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) kembali digagalkan aparat kepolisian. Dua pria yang diketahui berprofesi sebagai petani, masing-masing berinisial T (34) dan HN (40), diamankan personel Polsek Batang Angkola pada Selasa malam (17/2/2026) di Kelurahan Sayur Matinggi, Kecamatan Sayur Matinggi.

Keduanya merupakan warga Kecamatan Tano Tombangan, Tapanuli Selatan. Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang melaporkan adanya dugaan pengiriman ganja dari arah Kabupaten Mandailing Natal menuju wilayah Tapsel.

Kapolsek Batang Angkola, AKP R. Triharjanto, S.H., menjelaskan bahwa laporan warga langsung ditindaklanjuti dengan menurunkan tim ke lapangan.

"Kami menerima informasi terkait dugaan dua orang yang membawa narkotika jenis ganja. Informasi tersebut segera kami respons dengan melakukan penyelidikan di lokasi yang dimaksud," ujar AKP Triharjanto, Rabu (18/2/2026).

Tim yang dipimpin Kanit Reskrim IPDA Gustra Yadi, S.H., melakukan pemantauan di kawasan yang dicurigai menjadi jalur lintasan pelaku. Saat itu, petugas melihat seorang pria dengan perilaku mencurigakan di tepi jalan.

Petugas langsung mengamankan pria tersebut yang kemudian diketahui berinisial T, warga Desa Aek Uncim, Kecamatan Tano Tombangan. Dari hasil penggeledahan, ditemukan dua bungkus plastik rokok yang di dalamnya berisi total 14 paket kecil daun ganja kering siap edar.

Berdasarkan pengakuan T, barang haram tersebut dibeli bersama rekannya, HN.

Tak lama berselang, petugas berhasil mengamankan HN di sebuah lokasi tambal ban tak jauh dari tempat pertama. Saat itu, keduanya tengah memperbaiki sepeda motor yang mengalami ban bocor.

Dari hasil pemeriksaan awal, kedua tersangka mengaku berangkat dari Tano Tombangan menuju wilayah Sihepeng, Kabupaten Mandailing Natal, untuk membeli ganja. Dalam perjalanan kembali menuju Tapanuli Selatan, sepeda motor yang mereka gunakan mengalami kebocoran ban.

"Motor mereka bocor saat perjalanan pulang. Di situlah tim kami melakukan penangkapan. Situasi tersebut mempermudah proses pengamanan," jelas Kapolsek.

Selain 14 paket kecil ganja kering, polisi turut menyita sejumlah barang bukti lain berupa, Dua bungkus plastik rokok sebagai wadah ganja, Dua unit telepon genggam merek Samsung warna pink dan Poco warna silver, Uang tunai sebesar Rp52.000, Satu unit sepeda motor Honda Revo warna hitam lis merah tanpa TNKB.

Seluruh barang bukti bersama kedua tersangka kini diamankan di Mapolsek Batang Angkola untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Selanjutnya, kasus tersebut akan dilimpahkan ke Satres Narkoba Polres Tapanuli Selatan guna proses hukum lanjutan.

Kapolsek Batang Angkola menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan ini tidak lepas dari peran aktif masyarakat yang peduli terhadap lingkungan sekitar.

"Kami mengapresiasi informasi dari masyarakat. Ini bukti bahwa kerja sama antara warga dan kepolisian sangat penting dalam memutus rantai peredaran narkoba," tegas AKP Triharjanto.

Pihaknya juga memastikan komitmen Polsek Batang Angkola dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukumnya demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Disambut Penuh Antusias, Wapres Gibran Turun Langsung ke Huntara Tapsel, Warga: Orangnya Baik dan Ramah
HUT Kejaksaan ke-81, Kapolres Tapsel: Sinergi Polri dan Jaksa Modal Penegakan Hukum
Bekal Sebelum Pensiun, Wabup Tapsel Jafar Syahbuddin Dorong ASN Manfaatkan Pembiayaan untuk Usaha
Menuju Tapsel Bangkit, Bupati Gus Irawan Tekankan Persatuan dan Kolaborasi di RPP Pemuda Pancasila Zona III
Petani 48 Tahun di Tapsel Tewas di Saluran Sawah, Sebelumnya Sempat Muntah Usai Makan Kacang
Bupati Gus Irawan Tegaskan Tapsel Harus Perkuat Budaya Antikorupsi dan Manajemen Risiko
komentar
beritaTerbaru