Sabtu, 22 Agustus 2026

Petani 48 Tahun di Tapsel Tewas di Saluran Sawah, Sebelumnya Sempat Muntah Usai Makan Kacang

Administrator - Sabtu, 22 Agustus 2026 23:38 WIB
Petani 48 Tahun di Tapsel Tewas di Saluran Sawah, Sebelumnya Sempat Muntah Usai Makan Kacang

Tapsel | Sumut24.co

Baca Juga:

Seorang petani berinisial IEH (48), warga Desa Pangaribuan, Kecamatan Angkola Muaratais, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), ditemukan meninggal dunia di saluran pengairan sawah miliknya, Kamis (20/8/2026) siang.

Korban ditemukan dalam kondisi telungkup dan tersangkut di saluran irigasi yang berada di kawasan persawahan. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.

Kasat Reskrim Polres Tapsel, IPTU BD. Sitorus, S.H., M.H., membenarkan adanya penemuan jasad tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan medis, polisi tidak menemukan indikasi adanya kekerasan pada tubuh korban.

"Benar, ada penemuan seorang laki-laki dewasa yang meninggal dunia di saluran pengairan sawah di Desa Pangaribuan," ujar IPTU BD. Sitorus, Jumat (21/8/2026).

Informasi mengenai penemuan korban pertama kali diterima Kapolsek Batang Angkola, AKP Saiful Syam. Laporan tersebut disampaikan Kepala Desa Pangaribuan, Rizal Pohan, setelah warga mengetahui adanya seorang pria dalam kondisi tidak sadarkan diri di saluran pengairan.

Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Batang Angkola kemudian memerintahkan Kanit Reskrim IPDA Gustra Yadi bersama Kaur Identifikasi AIPTU Irawadi dan sejumlah personel untuk mendatangi lokasi.

Petugas selanjutnya melakukan pengecekan dan olah TKP guna mengetahui kondisi korban serta mengumpulkan informasi terkait kejadian tersebut.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, IEH diketahui sempat beristirahat di sebuah gubuk yang berada tidak jauh dari areal persawahan. Saat itu, korban bersama seorang saksi bernama Ikbal Maulana Siagian (16).

Menurut keterangan yang diperoleh polisi, korban sempat mengalami muntah sebanyak dua kali setelah mengonsumsi kacang.

"Setelah itu, korban meninggalkan gubuk dengan berjalan menuju sepeda motor yang diparkir di tepi sawah," kata Sitorus.

Namun, sekitar satu jam berselang, korban ditemukan berada di dalam saluran pengairan sawah dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian meminta bantuan dan melaporkannya kepada aparat setempat. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap kondisi korban dan tempat kejadian.

Setelah dievakuasi dari saluran pengairan, jenazah IEH dibawa ke RSUD Pintu Padang untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum luar.

Dari pemeriksaan awal tersebut, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga kemudian menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi.

"Setelah pemeriksaan dan visum luar selesai, pihak keluarga menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi terhadap jenazah. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka," jelas IPTU BD. Sitorus.

Hingga kini, peristiwa tersebut masih ditangani sesuai prosedur kepolisian. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan indikasi kekerasan pada tubuh korban.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Hemat Biaya Tanam dan Panen, Petani Tapsel Terima Bantuan Traktor dan Mesin Perontok Padi
Petani 58 Tahun di Tapanuli Selatan Meninggal Tragis, Adik Kandung Diamankan Polisi
Petani 58 Tahun di Tapanuli Selatan Meninggal Tragis, Adik Kandung Diamankan Polisi
Bertekad Sejahterakan Petani, OK. Awaluddin diunjuk Ketua Kelompok Tani “Citra Sejahtera
Sampai Tuntas! Tak Ingin Petani Terus Menunggu, Roby Agusman Harahap Siap Kawal Irigasi Ujung Gurap Rp8 Miliar
Petani Minta Polda Sumut Tangkap Mafia Bawang Ilegal
komentar
beritaTerbaru