Kamis, 21 Mei 2026

Hey Hey Siapa Dia

Administrator - Selasa, 10 Februari 2026 10:23 WIB
Hey Hey Siapa Dia
Istimewa
Baca Juga:

Oleh: Jaya Suprana, Budayawan dan Pendiri MURI

SEBAGAI penggubah siklus Suita Marzukiana kemudian merekam ke dalam album Suita Marzukiana sebelum mempergelarkannya sebagai repetoar resital pianoforte tunggal di panggung Carnegie Hall, saya memang harus mengakui bahwa saya bukan hanya penggemar namun juga pengagum untuk menghindari istilah bombastis : pemuja Ismail Marzuki.

Bahkan sebagai warga Indonesia saya berani menyatakan bahwa Ismail Marzuki lebih unggul ketimbang Franz Schubert dalam hal menggubah sekaligus melodi dan lirik lagu. Franz Schubert menggubah Lieder terbatas hanya melodi dan harmoninya, tanpa syair yang lazimnya ditulis oleh orang lain.

Sama halnya dengan Franz Schubert, Robert Schumann, Hugo Wolf dan Johannes Brahms maupun Richard Srauss yang bukan komponis lagu An der schoenen blauen Donau yang lebih terkenal di dunia sebagai The Blue Danube.

Kelebihan obyektif de facto Ismail Marzuki terhadap para penggubah Lieder dalam bahasa Jerman terletak pada kemampuan sang penggubah melodi sekaligus lirik yang telah dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

Sebelum menonton film berjudul "Siapa Dia", saya tidak tahu apa maksud judul film yang disturadarai oleh Sang Maestro sinematografi Indonesia, Garin Nugroho.

Setelah menonton film "Siapa Dia", di bagian finale alias akhir film tersebut di Netflix, baru saya tersadar bahwa judul film tersebut dipetik dari lirik lagu "Payung Fantasi" karya Ismail Marzuki, yaitu "Hey Hey Siapa Dia?".

Lirik lagu "Payung Fantasi" cukup fantastis sebagai berikut:

Lenggang mengorak menarik hati serentak/ hey-hey siapa dia.../ Wajah sembunyi di balik payung fantasi/ hey-hey siapa dia.../

Siapa gerangan dinda... bidadari dari surga / ataukah burung kenari pembawa harapan pelipur hati.../

Payung fantasi arah kemana dituju/ Hey-hey tunggu dulu.../ Bolehkah aku melihat seri wajahmu/ Hey-hey siapa dia.../

Payung fantasi melambai disinar pagi/ hey-hey cantik nian/ Boleh kupandang/ Wajahmu secantik bintang/ Bolehkah disayang/

Siapa gerangan tuan/ cendrawasih dari bulan.../ Ataukah si bintang siang/ si pembawa pelipur rasa bahagia.../

Payung fantasi melambai di sinar pagi/ hey-hey cantik nian/

Boleh kupandang/ Wajahmu secantik bintang/ Bolehkah disayang/
Boleh kupandang/ Wajahmu secantik bintang/ Bolehkah disayang

Terkesan bahwa selera Garin Nugroho mirip selera saya dalam hal menyukai lagu-lagu ciptaan Ismail Marzuki sebab de facto mayoritas film "Siapa Dia" didominasi oleh lagu-lagu gubahan Ismail Marzuki semisal "Rangkaian Melati", "Di Wajahmu Kulihat Bulan", "Kopral Jono", dan tentu saja "Payung Fantasi".

Lirik "Hey, Hey, Siapa Dia" tanpa "Hey, Hey" dinobatkan sebagai judul opus magnus terbaru Garin. Bahkan terkesan Garin Nugroho mengabaikan kronologi dengan sengaja menempatkan lagu "Payung Fantasi" justru di bagian finale dinyanyikan rame-rame oleh para pemeran dipimpin Nikolas Saputra yang memang layak berperan utama, sebagai sajian penutup lezat film musikal historis keren tersebut.

Bravissimo, Mas Garin! []

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Permohan Izin Tambang Batu Siregar Aek Nalas Segera Diajukan
Gang Jati Denai Disulap Jadi Sarang Narkoba, Polisi Sergap 3 Pria Sebagai Pelaku Narkotika dan Menyita 4 Paket Sabu Siap Edar
Konsulat Jenderal India dan Poltekpar Medan Perkuat Kerja Sama Budaya Lewat Pemutaran Film “Pathaan”
8 Kali Masuk Penjara, Seorang Residivis Edarkan Sabu Tumbang Ditembak Polisi di Tembung
Gerakan Tanam PM-AAS di Sergai, Bupati Darma Wijaya Dorong Pertanian Modern dengan Target 10 Ton per Hektare
Di Usia ke-1, ARKAMEDIA Perkuat Peran sebagai Mitra Strategis Polri dan Pemerintah
komentar
beritaTerbaru