91 ASN Tapsel Tuntaskan Diklat BPKP, Bupati Gus Irawan Targetkan Dokumen Manajemen Risiko Rampung Sepekan
91 ASN Tapsel Tuntaskan Diklat BPKP, Bupati Gus Irawan Targetkan Dokumen Manajemen Risiko Rampung Sepekan
kota
Baca Juga:
- Humanis! IPDA Ansor Harahap Kawal Demo Mahasiswa Tanpa Gesekan, Polres Tapsel Utamakan Pendekatan Persuasif
- Pemburu Dollar Juara! Kapolres Tapsel Cup Road to E-Sport Kapolri Cup 2026 Sukses Cetak Talenta Esports Baru
- 250 Guru Disaring Ketat, Bupati Gus Irawan Cari Kepala Sekolah yang Mampu Ubah Pendidikan Tapsel
Tapsel | Sumut24.co
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyampaikan rencana pembangunan 1.006 unit rumah bagi korban banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di kawasan Tapanuli. Program ini diklaim sebagai bagian dari upaya pemulihan jangka panjang bagi masyarakat terdampak bencana.
Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menyampaikan rencana tersebut usai meninjau pembangunan Jembatan Aek Garoga serta kondisi warga di Desa Garoga, Kabupaten Tapanuli Selatan. Pemerintah menilai pembangunan hunian tetap menjadi solusi utama bagi korban yang hingga kini masih mengungsi.
Pembangunan rumah akan dilaksanakan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, dengan wilayah sasaran meliputi Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara.
Pemerintah mengelompokkan kondisi rumah terdampak ke dalam tiga kategori, yakni rusak ringan, rusak berat, dan rumah hilang. Untuk tahap awal, rumah yang dinyatakan hilang menjadi prioritas utama.
Bobby Nasution menjelaskan, rumah kategori hilang adalah bangunan yang sudah tidak dapat dikenali akibat tertimbun longsor atau berubah menjadi aliran sungai. Hunian tetap untuk kategori ini ditargetkan mulai dibangun lebih dulu dan rampung pada awal 2026.
Namun, hampir satu bulan pascabencana, warga terdampak di Desa Garoga masih hidup dalam keterbatasan. Salah seorang warga Desa Garoga, mengaku hingga kini belum mendapatkan kepastian kapan bisa kembali menempati rumah yang layak.
"Rumah kami sudah hanyut, sekarang tinggal numpang di tempat keluarga. Bantuan ada, tapi sifatnya sementara. Kami butuh kepastian, kapan bisa punya rumah lagi," ujarnya saat ditemui di Desa Garoga.
Ia berharap janji pembangunan rumah tidak hanya berhenti pada kunjungan dan pernyataan pejabat. Menurutnya, kondisi warga semakin berat seiring berjalannya waktu.
"Kalau terus menunggu, kami bingung mau sampai kapan begini. Anak-anak juga butuh tempat tinggal yang jelas," tambahnya.
Sorotan juga datang dari Pemerhati Lingkungan Tabagsel sekaligus Pemerhati Kebijakan Publik, Bang Regar. Ia menilai langkah Pemprov Sumut masih terkesan lamban dan belum sepenuhnya berpihak pada kebutuhan mendesak korban bencana.
"Sudah hampir sebulan, tapi yang disampaikan ke publik masih sebatas rencana. Masyarakat di lapangan butuh kepastian waktu, bukan hanya target jangka panjang," kata Bang Regar, (22/12/2025).
Ia juga menekankan pentingnya evaluasi kebijakan lingkungan agar bencana serupa tidak terus berulang. Menurutnya, pembangunan hunian tetap harus disertai perbaikan tata kelola lingkungan dan daerah aliran sungai.
"Kalau akar masalah lingkungannya tidak dibenahi, rumah baru pun tetap berisiko. Ini yang harus jadi perhatian serius Pemprov Sumut," tegasnya.
Dari sisi kebijakan publik, Bang Regar meminta pemerintah lebih transparan terkait pendataan korban, alokasi anggaran, serta progres pembangunan hunian.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan telah menyiapkan sekitar 5 hektare lahan di Desa Hapesong untuk pembangunan hunian tetap. Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan, menyebutkan sebanyak 227 unit rumah direncanakan dibangun di lokasi tersebut.
Selain Tapanuli Selatan, Gubernur Sumut juga meninjau calon lokasi hunian korban banjir di Asrama Haji Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah, serta dijadwalkan mengunjungi Kabupaten Tapanuli Utara sebagai bagian dari pemulihan menyeluruh.
Meski rencana telah disampaikan, warga berharap langkah nyata segera terealisasi. Bagi korban banjir dan longsor, kepastian hunian bukan sekadar program pembangunan, melainkan kebutuhan mendesak untuk melanjutkan kehidupan yang sempat terhenti akibat bencana.zal
91 ASN Tapsel Tuntaskan Diklat BPKP, Bupati Gus Irawan Targetkan Dokumen Manajemen Risiko Rampung Sepekan
kota
Drainase Jalinsum Tersumbat, Satlantas Polres Padangsidimpuan Bergerak Cepat Selamatkan Pengguna Jalan
kota
Tinggalkan Open Dumping, Pemkab Madina Siapkan Sistem Controlled Landfill untuk Wujudkan Pengelolaan Sampah Modern
kota
PAD Madina Baru Capai 85,78 Persen, Bupati Saipullah Beberkan Strategi Tingkatkan Pendapatan dan Lindungi Guru
kota
Janji Gandakan Uang dalam 7 Hari, Wanita Ini Dibekuk Polres Padangsidimpuan Usai Rugikan 51 Korban Rp400 Juta
kota
Sat Reskrim Polres Padang Lawas Intensif Patroli Malam, Cegah Begal, Balap Liar hingga Tawuran Remaja
kota
Hadiri Puncak HKG PKK ke54, Ketua TP PKK Simalungun Komit Perkuat Pemberdayaan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045
kota
Kontingen Simalungun Raih Terbaik III di Jamdasu XI 2026, Bupati "Prestasi ini merupakan hasil kerja keras, disiplin, dan kekompakan"
kota
MAS TPI Plus Keterampilan Medan Sambut Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2026/2027
kota
Hari Pertama Sekolah, TPI Medan Sambut Hangat Peserta Didik Baru TA 2026/2027 dengan Tradisi Marhaban dan Tepung Tawar
kota