Kadis Pendidikan Labuhanbatu Kunjungi SMPN 4 Satap Bilah Hilir, Tinjau Sarana dan Prasarana
sumut24.co Labuhanbatu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu, Abdi Jaya Pohan, SH, melakukan kunjungan kerja ke SMP Negeri 4 Satu
News
Baca Juga:
- Proyek Pengendalian Banjir Sungai Asahan Rp15 Miliar Diduga Dimanipulasi, PPK Akui Pekerjaan Tak Sempurna, Aturan Hukum Terancam Dilanggar
- Dalam Rangka HUT Bhayangkara ke-80, Asahan Fight Series III Memacu Olahraga dan Menjaga Keamanan
- Jalan Aset Daerah Diklaim Milik Pribadi: Penutupan Gang Pembangunan di Asahan Berujung Ancaman Pembongkaran
MEDAN -Gelombang bencana hidrometeorologis yang menghantam hampir seluruh wilayah Sumatera Utara mendapat kecaman sangat keras dari salah satu tokoh masyarakat dan menuding bahwa banjir bandang, tanah longsor, dan kerusakan ekosistem yang terjadi bukanlah peristiwa alami, melainkan bencana buatan manusia—hasil dari kerakusan para oligarki dan bobroknya tata kelola ruang selama bertahun-tahun.
Tokoh HIKMA, Syahrir Nasution, tanpa tedeng aling-aling menyebut bahwa rakyat kecil hari ini sedang "dibunuh pelan-pelan" oleh praktik perampasan ruang hidup yang dilegalkan melalui proses perizinan yang cacat dan penuh kepentingan.
"Dosa siapa ini? Rakyat jelata belum terurus, malah dijadikan korban kebiadaban para oligarki. Hutan digunduli, tambang ilegal dilindungi, dan semua itu dibackingi rent seeker yang hanya memikirkan keuntungan," tegas Syahrir dengan nada tinggi.
Bencana Ini Bukan Takdir — Ini Kejahatan Struktural
Syahrir menegaskan, menyebut banjir bandang dan longsor sebagai "kemarahan alam" adalah cara paling mudah untuk menutupi kegagalan pemerintah dalam menjaga ruang hidup warganya.
"Ini bukan takdir. Ini bukan murka alam. Ini kejahatan tata ruang. Ini buah dari kelalaian dan pembiaran sistematis," katanya.
Menurutnya, ekspansi perkebunan besar, pembukaan tambang, hingga proyek-proyek eksploitasi alam dibiarkan berjalan tanpa analisis hidrometeorologi yang memadai. Izin-izin dikeluarkan tanpa perhitungan risiko, sementara masyarakat selalu diminta "siaga" menghadapi bencana yang sebenarnya diciptakan manusia.
"BMKG Dibuat Seolah-olah Tukang 'Warning' Mendadak"
Syahrir juga mengkritik keras peran lembaga hidrometeorologi yang dikerdilkan hanya sebagai pemberi peringatan dini, bukan lembaga ilmiah yang seharusnya menjadi fondasi utama perizinan ruang.
"BMKG jangan dijadikan lembaga pasif. Mereka bukan tukang warning. Perizinan perkebunan, tambang, dan pemukiman wajib berbasis kajian hidrometeorologi. Itu kuncinya, tapi negara mengabaikan," tegasnya.
Ia menilai pemerintah lebih tunduk pada tekanan oligarki ketimbang memastikan keselamatan ekologis jangka panjang.
Akumulasi Kegagalan yang Meledak Hari Ini
Syahrir menyebut bencana yang terjadi bukan fenomena tunggal, melainkan bom waktu dari akumulasi kerusakan ekologis:
Pembiaran illegal logging
Masifnya alih fungsi lahan
Tambang yang merusak kawasan hulu
Pemukiman yang dibangun di zona rawan
Pengawasan yang nyaris nihil
"Ini hasil dari tangan-tangan manusia jahil yang hanya memikirkan perut sendiri. Negara kalah oleh oligarki," kecamnya.
Tuntutan: Audit Ekologis Total dan Bersihkan Perizinan Busuk
HIKMA mendesak pemerintah melakukan langkah-langkah luar biasa, antara lain:
1. Audit ekologis total seluruh Sumut.
2. Moratorium perizinan perkebunan, tambang, dan pemukiman baru.
3. Penegakan hukum tanpa pandang bulu terhadap perusahaan dan pejabat yang terlibat.
4. Keterlibatan BMKG sebagai lembaga kajian utama, bukan sekadar pemberi peringatan.
Syahrir menutup pernyataannya dengan kalimat yang menggema:
"Jangan salahkan Tuhan atas bencana yang kita ciptakan sendiri. Ini bukan bencana alam — ini bencana perampokan ruang hidup."rel
sumut24.co Labuhanbatu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu, Abdi Jaya Pohan, SH, melakukan kunjungan kerja ke SMP Negeri 4 Satu
News
sumut24.co MEDAN, Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Tumanggor, S. Sos menggelar kegiatan reses VI menyerap aspirasi masyarakat di Jalan Pal
kota
SUMUT24.CO, DELI SERDANG Tembakau Deli merupakan salah satu warisan perkebunan terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Bahkan, pada masa kej
Umum
BATAM PT Bank Sumut resmi menjadi mitra penyalur Program Subsidi Bunga/Margin 0 Persen Pemerintah Kota Batam. Kehadiran Bank Sumut sebag
Ekbis
Medan, Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) kembali menyelenggarakan Silaturahmi Bulanan Pegawai dan Dosen sebagai agenda rutin unt
Info
sumut24.co ASAHAN, Semangat kepedulian terhadap lingkungan hidup mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun ke25 Partai Demokrat di Kabupaten As
kota
Pegadaian Salurkan 800 Paket Sembako, Warga Sidodadi Ramunia Kebagian 125 Paket, Ini Isi Bantuan yang Diterima
kota
Mantan Jampidsus FA Jadi Tersangka TPPU, Tim Sembilan Kejagung Tahan di Rutan KPK
kota
Reforma Agraria 2026 Dimulai, Bupati Palas Gandeng BPN dan Bank Tanah Salurkan 350 Bidang Tanah
kota
Pemusatan Diklat Paskibraka Paluta 2026 Resmi Dimulai, Sekda Kalian PutraPutri Terbaik yang Membawa Nama Daerah
kota