Tim Gabungan Polrestabes Medan dan Kadus Selambo Temukan Jejak Narkoba Hingga Praktek Perjudian
Medan sumut24.co Upaya memutus mata rantai peredaran narkoba, terus dilakukan Polrestabes Medan. Usai barak narkoba di Dusun 3 Selambo, De
Hukum
Baca Juga:
Presidium Kongres Rakyat Nasional (Kornas) sekaligus Presidium Pergerakan Rakyat Indonesia Makmur Adil (Prima), Sutrisno Pangaribuan, menilai Presiden Prabowo Subianto perlu meminta pertanggungjawaban Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Keduanya dinilai lalai dalam menjalankan fungsi pencegahan.
"Pemerintah memiliki perangkat lengkap untuk mengantisipasi setiap dinamika masyarakat, mulai dari Kemendagri, Polri, BIN, BAIS, BSSN, Kementerian Komunikasi dan Digital, hingga Komcad. Namun semua perangkat itu tidak bekerja atau hasil kerjanya diabaikan," tegas Sutrisno dalam keterangan tertulis, Senin (8/9/2025).
Gejolak Berawal dari Pati
Aksi besar-besaran pertama tercatat di Kabupaten Pati, Jawa Tengah pada 10–13 Agustus 2025. Lebih dari 100.000 orang turun ke jalan menolak kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 persen. Gelombang protes kemudian menjalar ke berbagai daerah seperti Bone, Cirebon, Semarang, hingga Jombang.
Namun, menurut Sutrisno, baik Kemendagri maupun Polri tidak sigap membaca situasi. Padahal Kemendagri memiliki perangkat intelijen melalui Bakesbangpol di daerah, dan Polri melalui intelkam serta Bhabinkamtibmas di desa-desa.
Aksi Nasional Meluas
Puncak amarah massa terjadi setelah pengumuman tunjangan pengganti rumah dinas anggota DPR, ditambah aksi sejumlah anggota dewan yang dianggap melecehkan rakyat. Massa kemudian menyerbu sejumlah rumah pejabat, mulai dari Nafa Urbach, Ahmad Sahroni, Uya Kuya, Eko Patrio hingga Sri Mulyani.
Komnas HAM mencatat adanya dugaan kekerasan aparat dalam aksi tersebut. Pemerintah pun menyebut kerugian negara akibat kerusakan fasilitas umum mencapai Rp950 miliar, belum termasuk biaya pengobatan korban dan biaya operasional aparat.
Tuntutan Mundur
Atas kondisi tersebut, Sutrisno menegaskan Kapolri dan Mendagri seharusnya mengundurkan diri secara gentleman. Jika tidak, Presiden Prabowo diminta memberhentikan keduanya demi penyegaran kabinet dan soliditas pemerintahan.
"Listyo dan Tito terlalu lama menjabat sehingga menimbulkan stagnasi. Jika tidak diberhentikan, Presiden Prabowo akan kehilangan momentum untuk menunjukkan keberanian politiknya," ujarnya.
Ia menegaskan, keberanian Presiden Prabowo mengambil sikap tegas akan menentukan posisi Indonesia di mata dunia. "Apakah kita akan menjadi macan Asia, atau hanya kucing peliharaan yang diberi nama Bobby," tutup Sutrisno.rel
Medan sumut24.co Upaya memutus mata rantai peredaran narkoba, terus dilakukan Polrestabes Medan. Usai barak narkoba di Dusun 3 Selambo, De
Hukum
Medan sumut24.co Tokoh masyarakat kota medan, Budi H Sormin yang akrab disapa Busor mendukung program Pengurus DPP AJUDAN (Dewan Pimpina
News
Bupati Paluta Gandeng Kejari dan Polres, Aduan Pemerintahan Tak Boleh Salah Penanganan
News
Ketua TPPKK Kabupaten Solok Edukasi Pelajar Paninggahan tentang Pencegahan Perundungan dan Kekerasan Anak
News
sumut24.co MedanPemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPT
Umum
sumut24.co MedanDinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumatera Utara (Sumut) mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan i
Umum
sumut24.co MEDAN, Riset Universitas Sumatera Utara mengungkap potensi tanaman obat lokal melalui teknologi ekstraksi ramah lingkungan, iden
kota
sumut24.co KISARAN, Bunda PAUD Kabupaten Asahan secara resmi membuka kegiatan Peragaan Manasik Haji Cilik Tingkat PAUD Kabupaten Asahan Tah
News
sumut24.co MEDAN, Harapan dapat hadir melalui hal sederhana bantuan untuk memenuhi kebutuhan keluarga atau darah yang tersedia saat seseor
kota
sumut24.co MEDAN, Universitas Sumatera Utara (USU) meraih Mandaya Awards 2026 kategori Perguruan Tinggi berkat program pengembangan Agrowis
kota