Khutbatul Wada’ dan Wisuda XXXIV Ponpes Modern Darul Hikmah, Jaga Nama Baik Pesantren Ditengah-tengah Masyarakat
Khutbatul Wada&rsquo dan Wisuda XXXIV Ponpes Modern Darul Hikmah, Jaga Nama Baik Pesantren Ditengahtengah Masyarakat
kota
Baca Juga:
Medan – Aroma dugaan ketidakadilan hukum kian menyengat dari kasus pembunuhan Lina Kwan di Jalan Pukat II, Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan. Masyarakat menuding aparat penegak hukum bertindak tidak transparan, bahkan terkesan melakukan pembiaran terhadap tersangka David Chandra.
Hingga kini, rumah yang disebut sebagai tempat kejadian perkara (TKP) tidak dipasangi police line, berbeda dengan prosedur standar pada kasus pembunuhan lainnya. Perbedaan mencolok ini langsung menimbulkan tanda tanya besar.
"Kalau rumah TKP Ferdi Sambo saja dipasangi police line, kenapa TKP David Chandra tidak? Ada apa sebenarnya? Siapa David Chandra ini sampai aparat seolah segan?" ucap seorang warga penuh curiga, Rabu (3/9/2025).
Polisi Diduga Langgar SOP
Tidak dipasangnya police line dianggap sebagai bentuk pelanggaran SOP kepolisian. Publik menilai hal ini bukan sekadar kelalaian, melainkan indikasi kuat adanya intervensi kekuasaan.
Badan Kenaziran Masjid (BKM) Al Muqorrabin bersama kelompok Kawal Kasus Lina Kwan – Solidaritas pun bersuara keras. Mereka menuntut agar penegakan hukum tidak dibelokkan oleh uang dan kekuasaan.
"Kalau polisi takut memasang police line, itu tanda hukum sedang dipermainkan. Jangan sampai ada 'jual-beli perkara' di balik kasus pembunuhan ini," ujar salah seorang aktivis.
Siapa David Chandra?
Nama David Chandra mendadak jadi buah bibir. Masyarakat menduga ia bukan orang biasa, melainkan figur dengan jaringan gelap, kekayaan berlimpah, dan koneksi politik. Sosok misterius ini diduga memanfaatkan kekuatan uang dan pengaruh untuk "menjinakkan" aparat hukum.
Dugaan publik kian menguat karena hingga kini belum ada kejelasan mengenai aktivitas sehari-hari David Chandra, meski ia sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Ketua DPRD Medan Dinilai Tutup Mata
Di tengah kegaduhan ini, publik juga menyoroti sikap Ketua DPRD Kota Medan yang dinilai "bungkam" dan tidak berani bersuara. Padahal, kasus ini terjadi di jantung Kota Medan, bahkan hanya sepelemparan batu dari rumah salah satu anggota DPRD Medan.
"Kenapa Ketua DPRD diam? Jangan-jangan ada konflik kepentingan. Apa legislatif Medan sudah tersandera oleh jaringan kekuasaan yang melindungi tersangka?" kata seorang tokoh masyarakat dengan nada getir.
Kebisuan Ketua DPRD dinilai menambah kuat dugaan adanya kongkalikong politik–hukum dalam kasus pembunuhan Lina Kwan.
Publik Menanti Langkah Tegas
Kasus ini kini bukan hanya soal pembunuhan, melainkan ujian besar integritas hukum dan politik di Kota Medan. Masyarakat menanti langkah berani dari aparat penegak hukum dan DPRD. Jika tidak, dugaan bahwa hukum hanya tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas akan semakin terbukti.
"Kalau hukum bisa dibeli, jangan salahkan rakyat kalau kehilangan kepercayaan. Kasus Lina Kwan harus jadi terang, siapa pun yang terlibat harus dibongkar," tegas warga.
Khutbatul Wada&rsquo dan Wisuda XXXIV Ponpes Modern Darul Hikmah, Jaga Nama Baik Pesantren Ditengahtengah Masyarakat
kota
Sergai sumut24.co Dugaan kejahatan lingkungan akibat limbah yang mencemari kawasan operasional PTPN IV Regional I menjadi sorotan serius A
Hukum
Wakil Wali Kota melantik Hakim MTQN ke58 Tingkat Kota Pematangsiantar Tahun 2026
kota
Pemko dan Polres Pematangsiantar berkolaborasi melaksanakan Rapat Sispam Kota
kota
Belajar dari China, Pariwisata Indonesia Butuh Ekosistem, Bukan Hanya Bebas Visa
kota
sumut24.co MEDAN, Rektor USU Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si, melantik para dekan dan wakil dekan fakultas serta direktur dan wakil d
kota
Medan sumut24.co Guna menciptakan situasi aman dan kondusif dari aksi tindak kejahatan jalanan seperti Begal, Narkoba dan kejahatan lainya
Kota
Persiapan Halal Bihalal PC IKA PMII Medan, Akan Dihadiri Tokoh Nasional Gus Rifky
kota
sumut24.co MedanPemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menyalurkan dana sebesar Rp443 miliar kepada 33 kabupaten/kota melalu
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memimpin rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Triwulan I 2026 bersama Perusahaan
kota