Enam Unit Rumah Terbakar Dilalap Sijago Merah Di Desa Majanggut 1 Natam Julu
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat melalui Dinas Sosial dan BPBD Pakpak Bharat mulai menyalurkan bantuan bagi kor
News
Baca Juga:
Medan – Puluhan massa yang tergabung dalam Dewan Pengurus Wilayah Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (DPW ALAMP AKSI) Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut), Rabu (3/9/2025). Mereka menuntut aparat penegak hukum mengusut tuntas berbagai dugaan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) di sejumlah instansi di Sumut.
Aksi tersebut dipimpin Ketua DPW ALAMP AKSI Sumut, Hendri Munthe, yang akrab disapa Tebok. Dalam orasinya, ia menegaskan praktik KKN jelas melanggar undang-undang dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat serta kemajuan negara.
"Penegakan hukum harus berjalan sesuai koridor tanpa pandang bulu, agar cita-cita mewujudkan kesejahteraan rakyat benar-benar terwujud," tegas Hendri.
Hendri juga menyoroti maraknya kasus korupsi di Sumut yang diduga melibatkan sejumlah pejabat daerah. Ia mendesak agar Kejati Sumut tidak tebang pilih dalam menindak pihak-pihak yang terlibat.
Dalam pernyataan sikapnya, massa ALAMP AKSI menyoroti sejumlah dugaan kasus, di antaranya:
1. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumut
Kepala dinas berinisial HL diduga melakukan praktik nepotisme dengan merekrut orang dekatnya, termasuk adik ipar dan anak mantan Sekda Sumut, sebagai tenaga ahli. Setidaknya 15 orang disebut berasal dari lingkaran keluarga dan kolega.
2. UPTD RS Khusus Paru
Dugaan korupsi dalam proyek rehabilitasi Gedung Rawat Inap dan Pelayanan Kesehatan senilai Rp5,8 miliar. Massa menilai pengerjaan tidak sesuai bestek sehingga berpotensi merugikan keuangan negara.
3. Dinas PUPR Sumut
Berdasarkan audit BPK RI Nomor 36.B/LHP/XVIII.MDN/05/2025 ditemukan kekurangan volume dan mutu pada 21 paket pekerjaan jalan dan jembatan senilai Rp8,1 miliar. Baru Rp1,48 miliar yang dikembalikan, sisanya Rp6,62 miliar belum ditindaklanjuti.
4. Biro Kesra Pemprov Sumut
Laporan BPK RI yang sama juga mencatat pengelolaan belanja hibah tidak sesuai ketentuan. Dana hibah Rp10,1 miliar terindikasi tidak tepat sasaran, serta Rp158,6 miliar dana hibah belum dipertanggungjawabkan oleh penerima.
ALAMP AKSI menegaskan, indikasi penyimpangan tersebut mencerminkan masih lemahnya pengawasan dan integritas penyelenggara negara di Sumut. Mereka mendesak Kejati Sumut segera menindaklanjuti temuan tersebut secara hukum.
"Kami tidak ingin Sumut terus-menerus dicap sebagai daerah rawan korupsi. Aparat hukum harus berani menindak siapa pun yang terbukti melakukan praktik KKN," tutup Hendri.rel
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat melalui Dinas Sosial dan BPBD Pakpak Bharat mulai menyalurkan bantuan bagi kor
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota Tanjungbalai terus mendorong penguatan ketahanan pangan melalui sektor pertanian, perikanan dan pe
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai terus melakukan pembenahan terhadap infrastruktur dan sarana prasarana kota.
News
sumut24.co Deliserdang, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Rizky Mochamad, meresmikan Program Sri
News
sumut24.co ASAHAN, Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., secara resmi membuka Festival Seni Qasidah (FSQ) Tingkat Kabupaten A
News
sumut24.co MEDAN, Universitas Prima Indonesia (UNPRI) kembali menghadirkan warna baru dalam penyambutan mahasiswa baru melalui Pengenalan K
kota
sumut24.co ASAHAN, Kasus penerbitan ratusan Surat Keterangan Tanah (SKT) yang diduga berada di kawasan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi
News
Malam Renungan Suci Hari Kesaktian Pancasila 2026, MPW PP Sumut Kembali Kobarkan Semangat Kebangsaan di Tugu Ampera
News
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong penguatan kerja sama perdagangan antardaerah sebagai salah
Ekbis
Minggu Tak Jadi Alasan, Bupati Palas Turun ke Desa Panarian dan Cek Jalan Menuju Hapung
News