Wali Kota diwakili Staf Ahli membuka (MTQN ke XIX Tingkat Kecamatan Siantar dilaksanakan di Masjid Nurul Huda
Wali Kota diwakili Staf Ahli membuka(MTQN ke XIX Tingkat Kecamatan Siantar dilaksanakan di Masjid Nurul Huda
kota
Baca Juga:
Oleh : Dr. Nixon Nikolaus Nilla Mahuse, SH. MH
Masyarakat hukum adat (MHA) di Indonesia telah lahir dan telah ada jauh sebelum terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga harus diakui dan dihormati keberadaannya, termasuk di Provinsi Papua.
MHA Papua adalah singkatan dari Masyarakat Hukum Adat Papua. Ini merujuk pada kelompok masyarakat di Papua yang memiliki sistem adat dan hukum tradisional yang mengatur kehidupan mereka, termasuk hak atas tanah dan sumber daya alam. MHA memiliki peran penting dalam perlindungan hak-hak masyarakat adat dan pengelolaan wilayah adat di Papua.
Secara konstitusional, masyarakat adat diakui dalam bentuk memiliki hak otonom terhadap komunitas adatnya, hak mengelola ulayatnya dan hak untuk mengembangkan dan melestarikan adat istiadatnya
MHA Papua adalah entitas penting yang memiliki peran kunci dalam menjaga keberlanjutan budaya, hak-hak masyarakat adat, dan pengelolaan sumber daya alam di Papua. MHA Papua berfungsi sebagai representasi kultural masyarakat asli Papua, yang memiliki hak-hak khusus terkait adat dan budaya mereka.
MHA Papua memiliki peran dalam melindungi hak-hak masyarakat adat Papua, termasuk hak atas tanah, wilayah adat, dan sumber daya alam.
MHA juga terlibat dalam pengelolaan hutan adat melalui skema perhutanan sosial, yang bertujuan untuk memberikan hak pengelolaan hutan kepada masyarakat adat.
Terdapat tantangan dalam regulasi terkait pengakuan MHA, terutama terkait perbedaan aturan di tingkat nasional dan daerah, yang dapat menghambat proses penetapan dan pengelolaan hutan adat.
Hakekat perlindungan hukum masyarakat adat Papua dalam upaya pelestarian hutan adat untuk mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan di Propinsi Papua adalah untuk memastikan masyarakat hukum adat Papua sebagai penyandang hak (rights bearer) terlindungi haknya, dan untuk mencegah pelanggaran hak terhadap mereka.
Bentuk perlindungan hukum negara terhadap masyarakat adat Papua dalam upaya pelestarian hutan adat untuk mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan di Propinsi Papua adalah belum secara penuh memberikan perlindungan hukum.
Meskipun Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35 Tahun 2012 telah mengeluarkan hutan adat sebagai hutan hak dari rezim hutan negara dalam UU Kehutanan, namun kebijakan sektoral di sektor kehutanan hanya sampai pada pengakuan dan pengaturan masyarakat hukum adat secara formil, tidak sampai pada bagaimana membatasi hak mengatur Negara dalam pemanfaatan hutan adat melalui skema perijinan berusaha.
Formulasi ideal perlindungan hukum masyarakat adat Papua dalam pelestarian hutan adat untuk mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan di Propinsi Papua adalah melalui pembatasan hak mengatur negara terhadap wilayah hutan adat di Papua melalui Undang-Undang Otonomi Khusus Papua.
Undang Undang Otonomi Khusus Papua menjadi payung hukum utama dalam setiap kebijakan sektoral menyangkut kehutanan di wilayah Papua, tanpa melepaskan hak menguasai Negara atas sumber daya alam. #####
Penulis adalah Jaksa, Asisten Pidana Khusus Kejati Papua
NB: Tulisan ini adalah sebagian isi dari Disertasi penulis "PERLINDUNGAN HUKUM MASYARAKAT ADAT PAPUA DALAM
PELESTARIAN FUNGSI HUTAN ADAT UNTUK MENDUKUNG PENGELOLAAN HUTAN BERKELANJUTAN DI PROVINSI PAPUA" sebagai syarat untuk memperoleh Gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Hasanuddin, Makassar.
Wali Kota diwakili Staf Ahli membuka(MTQN ke XIX Tingkat Kecamatan Siantar dilaksanakan di Masjid Nurul Huda
kota
Ketua TP PKK bersama tim menghadiri Supervisi Posyandu Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Siantar Martoba
kota
Entry Meeting Pemeriksaan LKPD TA 2025 di Lingkungan DJPKN V BPK RI dipusatkan di Gedung Merah Putih BPK RI Jakarta
kota
Wakil Wali Kota Herlina melantik pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur&039an Periode 20262031
kota
Anti Klimaks Laporan Polisi Ormas Kristen terhadap Muhammad Jusuf Kalla
kota
Wali Kota menghadiri acara Halal Bihalal Hari Raya Idul Fitri 1447 H dan Perayaan Hari Ulang Tahun ke48 Perumda Tirta Uli
kota
Pembukaan kegiatan Penilaian Presentasi Kepala Daerah Dalam Rangka Apresiasi Kinerja Pemda Dimensi Penurunan Tingkat Pengangguran
kota
Bupati Reski Basyah Harahap Paparkan LKPJ 2025, Pendapatan Daerah Paluta Tembus 93,97 Persen
kota
Turun Langsung ke Kodim 0212/Tapsel, Danrem 023/KS Bawa Motivasi dan Bantuan Sosial
kota
PT Djarum Bangun Gudang di Padangsidimpuan, Wali Kota Letnan Dalimunthe Dampak Ekonomi Bakal Besar!
kota