Perang Melawan Narkoba Makin Panas, 403 Kasus Diungkap Polresta Deli Serdang Januari–Agustus 2026
Perang Melawan Narkoba Makin Panas, 403 Kasus Diungkap Polresta Deli Serdang Januari&ndashAgustus 2026
kota
MEDAN– Jeritan para kepala lingkungan (kepling) di Kota Medan kembali terdengar. Hingga menjelang Triwulan (TW) II Tahun Anggaran 2026, dana insentif pemungutan pajak daerah yang menjadi hak mereka tak kunjung cair. Ironisnya, di tengah keterlambatan itu, pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan disebut sudah lebih dulu menerima upah pungut tersebut.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius: apakah kepling hanya dijadikan "alat lapangan" tanpa penghargaan yang layak?
"Upah pungut sampai sekarang belum kami terima. Padahal kami juga yang turun membantu penagihan ke warga," keluh sejumlah kepling kepada wartawan.
Para kepling mengaku selama ini menjadi ujung tombak Bapenda di lingkungan masyarakat. Saat petugas pajak enggan berhadapan langsung dengan warga, para keplinglah yang diminta mengantarkan surat tagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dari rumah ke rumah.
"Mereka jarang langsung ketemu warga. Semua dilempar ke kami. Tapi giliran upah pungut, kami malah belum dapat," ujar seorang kepling dengan nada kecewa.
Yang membuat para kepling semakin geram, insentif yang seharusnya dibayarkan setiap triwulan hingga kini tak kunjung jelas nasibnya. Untuk TW I tahun 2026, mereka mengaku seharusnya menerima sekitar Rp250 ribu.
"Sekarang sudah mau masuk TW II, tapi jangankan Rp250 ribu, seribu rupiah pun belum kami terima," katanya.
Keluhan itu bukan tanpa alasan. Tahun lalu, para kepling juga mengaku hanya menerima insentif dengan nominal yang dinilai jauh dari layak.
"Setahun kemarin tidak sampai Rp500 ribu kami terima. Padahal kerja kami jelas membantu pendataan dan penagihan pajak daerah," ungkapnya.
Situasi ini dinilai mencerminkan lemahnya perhatian Pemerintah Kota Medan terhadap para kepala lingkungan yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan masyarakat.
Padahal saat kampanye Pilkada lalu, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas disebut sempat menjanjikan peningkatan kesejahteraan kepling. Namun realitas di lapangan justru berbanding terbalik.
"Janji mau naikkan kesejahteraan kepling, tapi hak yang sudah ada saja belum jelas pembayarannya," sindir salah seorang kepling.
Persoalan ini juga memunculkan dugaan adanya ketimpangan perlakuan dalam penyaluran insentif pemungutan pajak daerah. Sebab, ketika pegawai internal sudah menerima upah pungut, ribuan kepling justru masih menunggu tanpa kepastian.
Diketahui, jumlah kepala lingkungan di Kota Medan mencapai 2.001 orang. Jika masing-masing belum menerima hak TW I sebesar Rp250 ribu, maka total dana yang belum diterima para kepling diperkirakan mencapai lebih dari Rp500 juta.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Bapenda Kota Medan maupun Pemerintah Kota Medan belum memberikan penjelasan resmi terkait keterlambatan pembayaran insentif tersebut.red
Baca Juga:Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Perang Melawan Narkoba Makin Panas, 403 Kasus Diungkap Polresta Deli Serdang Januari&ndashAgustus 2026
kota
sumut24.co Medan Wali Kota Medan resmi menjatuhkan hukuman disiplin berat kepada Camat Medan Timur, Fernanda, S.S.T.P., dan Lurah Aur, Efr
kota
Randai hingga Gordang Sambilan Meriahkan HUT IKM, Wabup Atika Soroti Peran Orang Minang
kota
96 Peserta Adu Gaya, Dandim 0212/Tapsel Dedi Harnoto Jadikan Fashion Show Merah Putih Panggung Bakat Generasi Muda
kota
Ganja 2 Kg Hendak Diedarkan di Batang Angkola, AST Diamankan Polres Tapsel
kota
KETUA UMUM PERSATUAN NASIONAL PEMUDA INDONESIA (PNPI) SYAMSUL RIZAL MENDUKUNG PEMERINTAH MENYELAMATKAN NKRI, PENTING ADANYA UU PENANGGULANG
kota
MEDAN SUMUT24.CO Kepedulian terhadap sesama terus ditunjukkan Haji Saiful, pemilik Kembar Ponsel, Cafe Kembar, White Cafe, Joko Moro, Moka
Info
Bukan Sekadar Seremoni, TPI Medan&ndashSKKB Malaysia Bangun Jembatan Pendidikan dan Jiwa Entrepreneur Religius
News
GUS KIKIN PIMPIN PBNU 2026&ndash2031 DARI TEBUIRENG KE PUNCAK NU, KEMBALI KE QANUN ASASI
News
Wawako Solok Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi.
kota