Kepling Medan Meradang, Upah Pungut Tak Cair Saat Pegawai Bapenda Diduga Sudah Menikmati
Kepling Medan Meradang, Upah Pungut Tak Cair Saat Pegawai Bapenda Diduga Sudah Menikmati
kota
MEDAN– Jeritan para kepala lingkungan (kepling) di Kota Medan kembali terdengar. Hingga menjelang Triwulan (TW) II Tahun Anggaran 2026, dana insentif pemungutan pajak daerah yang menjadi hak mereka tak kunjung cair. Ironisnya, di tengah keterlambatan itu, pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan disebut sudah lebih dulu menerima upah pungut tersebut.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius: apakah kepling hanya dijadikan "alat lapangan" tanpa penghargaan yang layak?
"Upah pungut sampai sekarang belum kami terima. Padahal kami juga yang turun membantu penagihan ke warga," keluh sejumlah kepling kepada wartawan.
Para kepling mengaku selama ini menjadi ujung tombak Bapenda di lingkungan masyarakat. Saat petugas pajak enggan berhadapan langsung dengan warga, para keplinglah yang diminta mengantarkan surat tagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dari rumah ke rumah.
"Mereka jarang langsung ketemu warga. Semua dilempar ke kami. Tapi giliran upah pungut, kami malah belum dapat," ujar seorang kepling dengan nada kecewa.
Yang membuat para kepling semakin geram, insentif yang seharusnya dibayarkan setiap triwulan hingga kini tak kunjung jelas nasibnya. Untuk TW I tahun 2026, mereka mengaku seharusnya menerima sekitar Rp250 ribu.
"Sekarang sudah mau masuk TW II, tapi jangankan Rp250 ribu, seribu rupiah pun belum kami terima," katanya.
Keluhan itu bukan tanpa alasan. Tahun lalu, para kepling juga mengaku hanya menerima insentif dengan nominal yang dinilai jauh dari layak.
"Setahun kemarin tidak sampai Rp500 ribu kami terima. Padahal kerja kami jelas membantu pendataan dan penagihan pajak daerah," ungkapnya.
Situasi ini dinilai mencerminkan lemahnya perhatian Pemerintah Kota Medan terhadap para kepala lingkungan yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan masyarakat.
Padahal saat kampanye Pilkada lalu, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas disebut sempat menjanjikan peningkatan kesejahteraan kepling. Namun realitas di lapangan justru berbanding terbalik.
"Janji mau naikkan kesejahteraan kepling, tapi hak yang sudah ada saja belum jelas pembayarannya," sindir salah seorang kepling.
Persoalan ini juga memunculkan dugaan adanya ketimpangan perlakuan dalam penyaluran insentif pemungutan pajak daerah. Sebab, ketika pegawai internal sudah menerima upah pungut, ribuan kepling justru masih menunggu tanpa kepastian.
Diketahui, jumlah kepala lingkungan di Kota Medan mencapai 2.001 orang. Jika masing-masing belum menerima hak TW I sebesar Rp250 ribu, maka total dana yang belum diterima para kepling diperkirakan mencapai lebih dari Rp500 juta.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Bapenda Kota Medan maupun Pemerintah Kota Medan belum memberikan penjelasan resmi terkait keterlambatan pembayaran insentif tersebut.red
Baca Juga:Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Kepling Medan Meradang, Upah Pungut Tak Cair Saat Pegawai Bapenda Diduga Sudah Menikmati
kota
MEDAN (SUMUT24.CO) Ikatan Keluarga Bayur Medan (IKBM) melaksanakan pemotongan hewan kurban dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah
kota
Dugaan Pencurian Ternak di Labuhanbatu, Jefrey Agustono Ariska Bantah Narasi Perampasan Lembu oleh Aparat
kota
ACEH TAMIANG, SUMUT24.COSemangat kepedulian sosial kader Pemuda Pancasila Sumatera Utara (PP Sumut) terhadap masyarakat korban banjir di Ace
News
Deli Serdang, Sumut24.co Partai Golkar Deli Serdang kembali melaksanakan penyembelihan hewan qurban pada Iduladha 1447 Hijriah. Kegiatan yan
Politik
Bobby Nasution Minta Blackout Listrik di Sumatera Tak Terulang Lagi
kota
ADHYAKSAdigital Berbagai Daging Kurban di Hari Raya Idul Adha
kota
BINJAI Alumni SMANSA Binjai Angkatan 1990 kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui kegiatan pemotongan hewan kurban d
Umum
Digulung Tim Opsnal Polres Palas, Terduga Pengedar Sabu di Sungai Korang Tak Berkutik
kota
Transaksi Sabu di Kebun Sawit Terbongkar, Polsek Sosa Ringkus Warga Sosa Padang Lawas
kota