Fadly Abdina Dukung Atlet Airsoft Tanjungbalai Berlaga di FORPROV Sumut
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina menyatakan dukungannya terhadap kontingen atlet Airsoft Brother
News
Baca Juga:
Medan — Pasca mencuatnya isu yang disebut-sebut sebagai "Ketua Kelas" di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, nama seorang pejabat eselon II berinisial S mulai ramai diperbincangkan di internal birokrasi. Sosok tersebut bahkan disebut-sebut sebagai "ketua kelas" karena dianggap memiliki pengaruh besar dalam komunikasi dan pengendalian sejumlah proyek strategis di lingkungan Pemprov Sumut.
Sorotan terhadap pejabat berinisial S semakin menguat setelah polemik proyek pembangunan Tower B Rumah Sakit Haji Medan senilai Rp484 miliar mencuat ke publik. Proyek jumbo itu disebut sempat memicu kemarahan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, lantaran dokumen proyek disebut tiba-tiba diminta untuk ditandatangani tanpa pemaparan teknis secara rinci.
Beberapa sumber internal menyebut, pejabat berinisial S memiliki posisi strategis dalam alur administrasi pemerintahan sehingga namanya ikut terseret dalam pusaran polemik proyek RS Haji tersebut.
"Di internal, dia ini dianggap seperti ketua kelas. Banyak komunikasi dan koordinasi penting melewati dia," ujar salah seorang sumber di lingkungan Pemprov Sumut, Selasa, 27 Mei 2026.
Informasi yang berkembang menyebutkan, proyek Tower B RS Haji Medan sebenarnya telah dirancang sejak 2023 dengan skema pinjaman luar negeri dari Korea Selatan. Namun polemik muncul setelah gubernur disebut merasa tidak pernah mendapatkan ekspos menyeluruh terkait proyek bernilai hampir setengah triliun rupiah itu.
Dalam sejumlah pemberitaan, nama pejabat berinisial S juga disebut berada di lingkar birokrasi yang menangani proses administrasi proyek tersebut. Bahkan muncul dugaan adanya komunikasi internal yang tidak berjalan normal sehingga memicu ketegangan di jajaran elite Pemprov Sumut.
Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi maupun klarifikasi langsung dari pejabat berinisial S terkait isu yang berkembang. Belum ada pula penetapan pelanggaran hukum dalam proyek RS Haji Medan tersebut.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sendiri menegaskan angka Rp484 miliar masih berupa estimasi awal konstruksi dan belum menjadi nilai final proyek. Pemprov juga menyebut proyek tersebut merupakan bagian dari pengembangan RS Haji Medan menjadi rumah sakit bertaraf internasional.
Pengamat kebijakan publik menilai, polemik proyek RS Haji menjadi ujian serius bagi tata kelola birokrasi di Sumatera Utara. Menurut mereka, keterbukaan informasi dan transparansi administrasi menjadi penting agar tidak memunculkan spekulasi liar di tengah masyarakat.
"Kalau proyek besar tidak dipaparkan secara terbuka, maka akan muncul asumsi-asumsi negatif. Ini yang harus dijawab secara terang oleh pemerintah," kata seorang akademisi di Medan.red
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina menyatakan dukungannya terhadap kontingen atlet Airsoft Brother
News
Patroli Malam Polres Palas Sasar Pusat Sibuhuan, Remaja yang Nongkrong Larut Diimbau Pulang
News
Dana Bencana Padangsidimpuan dan Tapsel Jadi Sorotan, Ratusan Miliar Dipertanyakan Berapa yang BenarBenar Diterima Korban?
News
Cegah Penyelewengan BBM Subsidi, Polres Padang Lawas Ingatkan Pengelola SPBU
News
Ketua TP PKK Yupri Astuti Saipullah Salurkan Bantuan ke SLBN Madina, Pemda Didorong Perhatikan Asrama dan Transportasi Siswa
News
Polres Padangsidimpuan Gerak Nyata Dukung Ketahanan Pangan, 1,9 Ton Jagung Diserap Bulog
News
Mahasiswa Unhan RI, Dorong Semangat Belajar Siswa Sekolah Rakyat Menuju Indonesia Emas 2045
News
Kabupaten Solok Masuki Masa Transisi Pemulihan Pascabencana Selama Enam Bulan
News
Wali Kota Sawahlunto Serahkan Bantuan Rp100 Juta untuk Korban Banjir Bandang Arosuka
News
Polresta Deli Serdang dan BNNK Gerebek Dugaan Sarang Narkoba di Beringin, Empat Pria Diamankan
News