EPG Resmi Jadi Wali Nagari, Syafni Nola Putri Titip Pesan Penting: Banyak PR Menanti Aie Dingin!
EPG Resmi Jadi Wali Nagari, Syafni Nola Putri Titip Pesan Penting Banyak PR Menanti Aie Dingin!
News
Baca Juga:
- KPK Cecar Nusron Wahid soal Duit HGB Summarecon dan Mutasi Jabatan, Empat Orang Kepercayaannya Terseret 2. 5 Jam Diperiksa KPK, Nusr
- GMPET-SU Desak KPK Terbitkan Sprindik Baru Kasus Jalan dan DJKA Sumut, Demi Penegakan Hukum yang Transparan
- KPK Kembali Tahan 7 Tersangka Baru, Fee Proyek Diduga Mengalir hingga Miliaran Rupiah
MEDAN — Aktivitas penggeledahan di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumatera Utara, Jalan Sakti Lubis, Medan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), berlangsung sangat tertutup. Awak media begitu kesulitan mengakses aktivitas tim penyidik selama kurang lebih enam jam berada di sana.
Bahkan saat ingin mengabadikan momen tim penyidik KPK keluar saja pun, harus dialihkan pihak aparat kepolisian dari pintu depan ke sisi belakang kantor. Ketiga mobil Innova Riborn yang dipakai penyidik KPK, dimana tadinya terparkir di halaman depan seketika bergeser ke bagian tengah kantor.
Pelarangan mengabadikan momen ke sisi dalam kantor untuk melihat lebih dekat apa saja barang bukti yang diamankan penyidik oleh aparat kepolisian dan petugas keamanan Dinas PUPR, menambah kekecewaan awak media yang meliput.
"Batasnya di sini saja ya, bang. Gak boleh masuk ke dalam," ungkap salah seorang aparat kepolisian sembari memerintahkan agar pagar tengah kantor ditutup rapat.
Tak berselang lama, mobil yang ditumpangi penyidik KPK hendak jalan menuju ke luar kantor, yang turut dikawal aparat kepolisian. Begitu rangkaian jalan, sontak terdengar suara sorakan dari para awak media.
"Huuuuuu... Huuuuu.... KPK mandul, mandul KPK," sorak awak media mengiringi empat mobil keluar dari area kantor menuju Jalan Busi, rumah dinas mantan Kepala Dinas PUPR Sumut, Topan Obaja Putra Ginting. "Kami sudah menunggu lama lho, masa gini kali sekarang KPK," teriak awak media lainnya.
Amatan wartawan, lebih dari empat penyidik KPK yang melakukan operasi penggeledahan di Dinas PUPR Sumut. Dalam aktivitasnya, pengamanan mereka dikawal ketat aparat kepolisian dari Polrestabes Medan. Penggeledahan tersebut berlangsung mulai pukul 12.30 WIB hingga sekitar pukul 18.20 WIB.
Aktivitas penggeledahan ini sebagai tindak lanjut operasi tangkap tangan KPK terkait kasus dugaan suap proyek jalan di Provinsi Sumut pada Kamis, pekan lalu. Dalam OTT tersebut, KPK sudah menahan lima orang tersangka yang salah satunya menyeret mantan Kadis PUPR Sumut, Topan Obaja Putra Ginting. ***
EPG Resmi Jadi Wali Nagari, Syafni Nola Putri Titip Pesan Penting Banyak PR Menanti Aie Dingin!
News
Momen Peringatan Hari Sumpah Pemuda,BRI BO Sibuhuan Perkuat Pengabdian Layanan
News
Sumut Jadi Titik Awal Gerakan Nasional Pesantren Bebas TBC, Tiga Wakil Menteri Pukul Beduk di Deli Serdang
News
Suksesi Kepemimpinan Organisasi Pendiri Golkar SOKSI Sumut Resmi Buka Pendaftaran Calon Ketua Jelang Musda XII
News
Insiden Penurunan Bendera Bintang Bulan di Pulo Kenari Berujung Rusuh, Satu Orang Dilaporkan Meninggal Dunia dan Puluhan Lukaluka
News
PACITAN MARSUDI BUDAYA 1.Dhandhanggula PAKASA Pang Pacitan Paguyuban Kawula winarni, Kraton Surakarta Hadiningrat, Pang Pacitan sinebute,Wus
Umum
NGANJUK KAWENTAR BUDAYA KABABAR Ja lali ja keri kutha Nganjuk mranani. Pendopo Kabupaten Nganjuk begitu merbawani. Megah mewah gagah indah.
Info
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wah
kota
Kapolda Sumut Tekankan Pemberantasan Narkoba dan Kejahatan Jalanan Saat Kunjungi Polres Binjai
News
Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
News