8 PMI Gagal Bekerja di Malaysia, Nakhoda dan ABK Kapal Diamankan
8 PMI Gagal Bekerja di Malaysia, Nakhoda dan ABK Kapal Diamankan
kota
Baca Juga:
Jakarta | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah; Syamsul Auliya Rachman, pada Jumat (13/3/2026).
Penangkapan tersebut dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto.
"Benar," ujar Fitroh saat dikonfirmasi awak PromediaNews terkait operasi senyap yang dilakukan tim KPK di wilayah Jawa Tengah, Jumat (13/3/2026).
Dalam operasi tersebut, tim penyidik KPK turut mengamankan sejumlah pihak lain yang diduga berkaitan dengan perkara yang tengah didalami. Namun hingga saat ini, lembaga antirasuah belum mengungkap secara rinci kasus yang menjerat kepala daerah tersebut.
Sesuai ketentuan hukum, KPK memiliki waktu maksimal 1×24 jam untuk melakukan pemeriksaan intensif terhadap pihak-pihak yang diamankan sebelum menentukan status hukum mereka, apakah sebagai saksi atau ditetapkan sebagai tersangka.
Penindakan terhadap Bupati Cilacap ini menambah daftar operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2026. Informasi awal menyebutkan OTT tersebut juga menjadi salah satu penindakan terhadap kepala daerah yang terjadi dalam periode bulan Ramadan tahun ini.
KPK menyatakan proses pemeriksaan masih berlangsung dan perkembangan lebih lanjut mengenai perkara ini akan disampaikan kepada media dan publik setelah proses klarifikasi awal selesai.
KPK menjelaskan kasus yang membuat Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman terjaring operasi tangkap tangan (OTT). KPK menyebut adanya dugaan penerimaan yang diperoleh Bupati Syamsul dari sejumlah proyek di Cilacap.
"Diduga adanya penerimaan yang dilakukan oleh pihak Bupati berkaitan dengan proyek-proyek yang ada di Kabupaten Cilacap," kata Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2026).
Total ada 27 orang yang terjaring dalam OTT ini. Jumlah itu termasuk Bupati Syamsul.
"Hari ini tim mengamankan sejumlah 27 orang, salah satunya adalah Bupati Cilacap," ungkap Budi.
Budi mengatakan 27 orang yang terjaring terdiri dari penyelenggara negara dan swasta. Dia menyebut semua yang terjaring saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif.
"Dari penyelenggara negara ASN dan mungkin ada beberapa juga dari pihak swasta dan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan intensif di sana. Sejauh ini informasi yang kami terima (Wakil Bupati) tidak ada," kata Budi.
Dugaan Kasus: Penangkapan ini diduga terkait dengan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap.
Jumlah yang Diamankan: Total ada sekitar 27 orang yang diamankan dalam operasi tersebut, termasuk beberapa pejabat lainnya.red
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
8 PMI Gagal Bekerja di Malaysia, Nakhoda dan ABK Kapal Diamankan
kota
Brimob Polda Sumut All Out Amankan Piala AFF U19 ASEAN Toba 2026
kota
Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari
kota
Piala Dunia 2026 Bergulir, Polda Sumut Buka Nobar Gratis untuk Masyarakat hingga Laga Final
kota
DPWAMIN Sumut Bongkar Dugaan Permainan Proyek Rp5 Miliar di Deli Serdang, Kejati Diminta Turun Tangan
Hukum
sumut24.co PRAPAT, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara secara resmi membuka Pekan Inovasi dan Investasi sekaligus mencanangkan pelaksanaan S
News
APBD Kota Padangsidimpuan Belum Menjadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi, Saatnya Transformasi FiskalOleh Rusydi Nasution, STP, MM (IPB)Ketua Part
Profil
sumut24.co MedanKabar gembira bagi para pencinta buku dan keluarga di Kota Medan. Menyambut musim libur sekolah, bazar buku internasional
Info
Dapur Indonesia, Pesta Singapura Membongkar Rantai Nilai yang Timpang Oleh Abdullah RasyidMahasiswa Doktoral Ilmu Pemerintahan IPDN dan Pen
Politik
Medan, Kejuaraan Bola Voli MAVI Cup II Korwil Sumatera Utara resmi ditutup di Sport Center GOR Voli, Kamis (11/6/2026), setelah menyajikan l
Sport