Wali Kota Medan Dorong Penguatan Financial Daerah Melalui Opsen PKB dan Aplikasi Smart Tax
sumut24.co MedanWali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas terus berkomitmen untuk menjadikan Medan sebagai kota yang kuat dan mandiri seca
kota
Baca Juga:
Labuhan Batu — Kasus dugaan perambahan dan jual-beli kawasan hutan lindung yang menyeret oknum Kepala Desa (Kades) Tanjung Medan, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhan Batu, kembali menjadi sorotan. Meski telah beberapa kali diperiksa oleh Polda Sumatera Utara (Poldasu), hingga kini kasus tersebut belum menunjukkan perkembangan berarti.
Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa Kades Tanjung Medan MHT sudah dipanggil dan diperiksa oleh penyidik Poldasu dalam rangka penyelidikan kasus jual-beli hutan lindung seluas puluhan hektare. Namun, hingga saat ini, tidak ada kejelasan lanjutan mengenai status hukum yang bersangkutan. Publik pun menilai kasus ini sengaja "dipetieskan".
"Sudah beberapa kali dipanggil dan diperiksa, tapi kasusnya seperti sengaja dibiarkan. Padahal bukti dan saksi sudah ada. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap penegakan hukum," ujar Syaiful Nasution, Ketua LSM Pemerhati Lingkungan Labuhan Batu.
Selain oknum Kades, seorang pengusaha lokal berinisial As juga disebut-sebut terlibat aktif dalam transaksi jual-beli lahan kawasan hutan lindung tersebut. Asing diduga menjadi pihak yang memfasilitasi pembeli dan mengatur pembukaan lahan, yang kini sebagian telah beralih fungsi menjadi kebun sawit dan pemukiman ilegal.
Berbagai pihak kini mendesak Poldasu untuk tidak ragu menetapkan Kades Tanjung Medan dan Asing sebagai tersangka. Pasalnya, tindakan mereka diduga melanggar Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan Undang-Undang Lingkungan Hidup.
"Kalau hukum masih tajam ke bawah dan tumpul ke atas, maka rusaklah keadilan. Jangan biarkan pelaku perusakan lingkungan bebas berkeliaran. Sudah saatnya Poldasu bertindak tegas," tegas aktivis lingkungan lainnya, Zulfan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polda Sumut belum memberikan tanggapan resmi atas mandeknya penanganan kasus tersebut. Sementara, upaya konfirmasi terhadap Kades dan pihak terkait juga belum mendapat jawaban.tim
sumut24.co MedanWali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas terus berkomitmen untuk menjadikan Medan sebagai kota yang kuat dan mandiri seca
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas secara tegas menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Medan un
kota
sumut24.co MedanIndosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) kembali membanggakan Indonesia di tingkat internasional dengan berhasil masuk
Ekbis
sumut24.co Aceh TamiangTelkomsel memastikan percepatan pemulihan layanan telekomunikasi di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang pasca bencana hi
Umum
MEDAN SUMUT24.co MPW Pemuda Pancasila Sumatera Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan. Organisasi tersebut mengg
News
sumut24.co Tanjungbalai Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, membuka secara resmi kegiatan konsultasi publik penyusunan Ren
News
Dukungan Kemanusiaan di Tapsel Posko Aman Nusa II Distribusikan Bantuan ke Aek Ngadol, Huta Godang, dan Garoga
kota
Terungkap! Rp843 Miliar Hilang dari Pernyataan Resmi, Elfenda Ini Tidak Wajar!
kota
Dampak Bencana di Sumatera Utara Meningkat Drastis, 463 Ribu Warga Terdampak &mdash 343 Meninggal, 57 Hilang
kota
Bank Sumut Syariah dan Dompet Dhuafa Waspada Serahkan Laptop untuk Sekolah Bintang RabbaniDeli serdangSumut24.co Bank Sumut Syariah bersama
News