Tapsel |sumut24.co -
Baca Juga:
Dalam rangka kunjungan kerja hari ketiganya di Provinsi Sumatera Utara, Anggota DPR RI Komisi IX dari Fraksi PDI Perjuangan, Dr. Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus, B.S., B.A., M.B.A. atau yang akrab dikenal dengan
Sihar Sitorus, menggelar sosialisasi yang bertema "Mewujudkan Masyarakat Sadar Memilih
Obat dan
Makanan yang Aman dan Bermutu".
Acara ini berlangsung di Angkola Muaratais, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan sukses menyedot perhatian ratusan peserta dari berbagai kalangan. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari UMKM, PAC, Koperasi Merah Putih, hingga masyarakat umum yang antusias ingin tahu lebih banyak tentang bahaya obat dan makanan yang tidak memenuhi standar.
Dalam sambutannya, Sihar Sitorus menekankan bahwa edukasi soal obat, makanan, dan kosmetik bukan hanya penting, tapi sudah jadi kebutuhan masyarakat di era sekarang.
"Saya pikir yang paling utama adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat, karena ini menyangkut kehidupan kita sehari-hari—dari obat, makanan, minuman hingga kosmetik," ujar Sihar, Kamis, (12/6/2025).
Ia juga mengapresiasi kehadiran dan peran aktif BPOM yang rutin memberikan edukasi ke masyarakat tentang produk-produk yang aman dikonsumsi dan digunakan.
"Dengan adanya edukasi dari BPOM, masyarakat jadi lebih sadar dan hati-hati. Termasuk soal penggunaan jamu tradisional, obat kimia, sampai kosmetik. Ini semua berdampak langsung ke kesehatan kita," tambahnya.
Mewakili Balai Besar POM di Sumatera Utara, Ketua Tim II Substansi Infokom, Jufri Sibarani, S.Si, Apt, menyampaikan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengawasan produk yang mereka konsumsi.
"Setiap bulan kami rutin mengambil sampel obat dan makanan yang beredar di pasaran untuk memastikan kualitas dan mutunya masih sesuai standar sejak mereka mendaftar," jelas Jufri.
Selain itu, BPOM juga terus menjalin kerja sama dengan berbagai stakeholder daerah untuk memperkuat pengawasan terhadap peredaran produk, terutama di toko swalayan dan pasar tradisional.
"Sosialisasi seperti ini penting, karena pada akhirnya keputusan untuk membeli atau tidak berada di tangan masyarakat. Masyarakat yang cerdas akan lebih bijak memilih," tutupnya.
Acara ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi memberikan dampak nyata di lapangan. Para peserta mengaku mendapat banyak wawasan baru, mulai dari cara membedakan produk palsu dan asli, hingga pentingnya membaca label komposisi dan tanggal kedaluwarsa sebelum membeli.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News