Selasa, 03 Maret 2026

Potret Buram Trayek Angkot 02 Padangsidimpuan: Dari Ugal-ugalan,Dugaan Penyalahgunaan Narkotik Hingga Rudapaksa, Warga Resah, Pemerintah harus Tegas

Administrator - Jumat, 18 April 2025 15:01 WIB
Potret Buram Trayek Angkot 02 Padangsidimpuan: Dari Ugal-ugalan,Dugaan Penyalahgunaan Narkotik Hingga Rudapaksa, Warga Resah, Pemerintah harus Tegas
P. Sidimpuan |sumut24.co -

Baca Juga:

Keamanan dan kenyamanan penumpang angkutan umum kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada trayek angkot 02 di Kota Padangsidimpuan yang dinilai telah menorehkan catatan kelam dalam sejarah transportasi kota tersebut. Pemerhati angkot dan sopir angkot lokal, Efendi Mu'as Alfarizi Jambak, S.Pd.I, secara tegas menyuarakan keprihatinannya.

"Banyak kasus suram di trayek angkot 02. Selain ugal-ugalan, ada pula dugaan keterlibatan sopir dengan narkoba, hingga kekerasan fisik, bahkan Rudapaksa (pemerkosaan) terhadap penumpang. Ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah kota padangsidimpuan kepada perusahaan angkutan untuk lebih ketat dalam mengawasi armada dan para sopirnya," ujar Efendi dalam keterangannya.

Sepanjang beberapa tahun terakhir, trayek angkot 02 telah mencatat berbagai insiden yang tak hanya memalukan, tapi juga mengancam keselamatan dan martabat masyarakat. Berikut sejumlah kasus yang tercatat:

1. 2013 – Guru Terseret Angkot

Sebuah kejadian tragis terjadi pada tahun 2013, di mana sebuah angkot trayek 02 menabrak sepeda motor dan menyeret seorang ibu guru. Peristiwa ini meninggalkan luka mendalam, tidak hanya secara fisik pada korban, tetapi juga trauma psikologis yang mendalam.

2. 2024 – Laka Lantas Parah di Jalan HT. Rizal Nurdin

Pada tahun 2024, kecelakaan lalu lintas kembali melibatkan angkot trayek 02. Kali ini terjadi adu kambing dengan truk cold diesel di kawasan Desa Manunggang Jae. Beberapa penumpang mengalami luka serius, dan insiden ini menjadi peringatan keras akan pentingnya kehati-hatian dalam berkendara.

3. 2024 – Penangkapan Pengedar Narkoba di Dalam Angkot

Tak hanya soal ugal-ugalan dan kekerasan, angkot trayek 02 juga tercoreng dengan keterlibatan dalam peredaran narkoba. Pada 19 Desember 2024, aparat berhasil membekuk seorang pengedar sabu yang sedang beroperasi di dalam angkutan umum kota tersebut. Peristiwa ini seolah menjadi puncak dari kerusakan sistem yang membutuhkan perbaikan serius.

4. 2025 – Pemerkosaan Siswi SMA

Puncak dari rentetan kasus yang mengguncang terjadi pada 16 April 2025. Seorang sopir angkot 02 diduga melakukan pemerkosaan terhadap siswi SMA di kawasan Pijorkoling. Kasus ini membuat masyarakat geram dan menuntut pihak berwajib serta perusahaan angkutan untuk bertindak tegas.

Kasus-kasus yang terjadi bukanlah hal yang bisa dianggap sepele. Selain berdampak langsung kepada korban, hal ini juga merusak citra transportasi publik di mata masyarakat. Efendi menekankan perlunya reformasi total, baik dari segi manajemen trayek, proses rekrutmen sopir, hingga pengawasan operasional sehari-hari.

"Kita tidak bisa terus membiarkan warga menjadi korban. Pemerintah kota dan perusahaan angkutan wajib menertibkan dan memberikan pelatihan terhadap sopir-sopir angkot. Bila perlu, dilakukan tes narkoba rutin dan evaluasi psikologi bagi pengemudi serta mengawasi Terminal yang menjadi pusat para angkutan umum," tegas Efendi.

Warga berharap kasus-kasus seperti ini menjadi pelajaran berharga. Ke depannya, harus ada sistem pengawasan berbasis teknologi, pelaporan cepat oleh masyarakat, dan kolaborasi antara Dinas Perhubungan, aparat Kepolisian dan TNI, serta pihak swasta dalam mengelola angkutan umum.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pemerintah Pusat Diminta Adil, Segera Mekarkan Provinsi Papua Utara
Pemerintah Kota Medan Raih Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026 Kategori Madya
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pimpin Apel Perdana Hari Kesadaran Nasional 2026
Siapa Bermain? Dugaan Jual Beli Lahan Konsesi PT Agincourt Resources Menguat, LIPPSU: Negara Diminta Tanggung Jawab Usut Aktor dan Pemberi Izin
Terungkap! Direktur CV Rafli Akbar Ternyata Sudah Dipanggil Berulang Kali Tapi Mangkir Akhirnya Jadi Tersangka, Ini Kronologinya
Eksekusi Terpidana Korupsi Dana Desa Akhiruddin Rampung, Kejari Padangsidimpuan Tegaskan Sudah Sesuai SOP: Tidak Ada Arogansi, Semua Prosedural
komentar
beritaTerbaru