Minggu, 26 April 2026

Gubsu Bobby Walk Out dari Rapat Anggaran Bencana, Pengamat: Alarm Keras untuk Pusat

Administrator - Senin, 02 Maret 2026 21:15 WIB
Gubsu Bobby Walk Out dari Rapat Anggaran Bencana, Pengamat: Alarm Keras untuk Pusat
Bobby Nasution _ Gubsu.ist
MEDAN – Langkah Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang melakukan walk out dari rapat pembahasan alokasi anggaran rehabilitasi kerusakan akibat banjir dan longsor bersama para menteri, Senin (2/3/2026), memantik perhatian luas.

Baca Juga:

Sikap tersebut dinilai bukan sekadar aksi spontan, melainkan bentuk akumulasi kekecewaan terhadap minimnya dukungan pusat dalam penanganan dampak bencana di daerah.


Pengamat Tikwan Raya Siregar melalui akun Facebook pribadinya menyebut, tindakan Bobby bisa dimaknai sebagai ekspresi tanggung jawab moral kepada masyarakat Sumatera Utara yang terdampak.
"Ini bisa dibaca sebagai ungkapan kekecewaan yang mendalam. Seorang gubernur tentu memikul beban besar ketika rakyatnya menghadapi bencana, sementara dukungan yang diharapkan belum sesuai ekspektasi," tulisnya.


Menurut Tikwan, langkah tersebut juga dapat dipahami sebagai pesan politik bahwa Sumatera Utara memiliki kontribusi signifikan terhadap APBN. Namun ketika daerah dilanda musibah, respons empati dan alokasi anggaran dari pemerintah pusat dinilai belum mencerminkan rasa keadilan.


Ia menyoroti sistem fiskal yang sangat terpusat sebagai salah satu akar persoalan. Dalam kondisi itu, ruang gerak keuangan daerah menjadi terbatas dan sangat bergantung pada kebijakan pusat, terutama dalam situasi darurat seperti rehabilitasi pascabencana.


"Ini kelemahan negara dengan struktur anggaran yang terlalu sentralistik. Daerah jadi sempit ruang fiskalnya," tambahnya.


Sumut sendiri selama ini disebut masih menghadapi persoalan klasik infrastruktur, mulai dari kualitas jalan yang rendah hingga keterbatasan anggaran pemeliharaan. Di sisi lain, pemerintah provinsi juga tengah mendorong pembangunan di wilayah-wilayah tertinggal.


Tikwan menilai, beban rehabilitasi bencana yang datang di tengah berbagai keterbatasan tersebut bisa memicu rasa lelah dan frustrasi dalam proses perencanaan pembangunan.


Ia berharap masih ada ruang dialog dan negosiasi agar alokasi anggaran dapat dikaji ulang secara proporsional.


"Semoga masih ada kekuatan politik daerah ini untuk memperjuangkan hak-haknya, dan alokasi anggaran bisa digodok kembali dengan rasa keadilan," pungkasnya.


Hingga berita ini ditayangkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kementerian terkait respons atas aksi walk out tersebut.rel

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Bobby Nasution Saksikan Langsung Sprint Rally Sumut 2026, Dorong Regenerasi dan Ekosistem Balap Berkelanjutan
Jurnalis FC Sergai Buka Piala Gubsu 2026 dengan Kemenangan 3-1 atas PFI, Siap Duel Lawan FORWAKUM FC
Pengamat Kritik Keras: Rangkap Jabatan Sulaiman Harahap Bukti Lemahnya Ketegasan Gubernur
Piala Gubernur Sumut 2025/2026 Jadi Liga 4 Pertama Gunakan Operator Swasta Layaknya Liga Profesional
Wagub Sumut Surya Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Daerah di Hadapan Menko Polkam
Penyaluran Bantuan ZIS Rp2,93 Miliar,  Wagub Sumut: Zakat Jadi Kekuatan Sosial Luar Biasa
komentar
beritaTerbaru