Polemik Hotel Peserta AFF U-19, Pemerhati Olahraga: Jangan Jadikan Pemko Medan dan Rico Waas Kambing Hitam
Polemik Hotel Peserta AFF U19, Pemerhati Olahraga Jangan Jadikan Pemko Medan dan Rico Waas Kambing Hitam
kota
Baca Juga:
- Kementerian Diktisaintek RI, LLDIKTI Wilayah I dan DPR RI Sosialisasikan Peningkatan Karir, Mutu dan Integritas Dosen di Medan
- DPC AWI Kota Medan Angkat Bicara Terkait Pengunjung THM Helen's Bergelimpangan, Busor : Jangan Diabaikan dan Harus Ditangani
- Curi 400 Kg Sawit di Tengah Malam, Satu Pelaku Dibekuk Sat Reskrim Polres Padang Lawas
Adanya statemant viral Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Menteri PMD), Yandri Susanto dalam kanal youtube, sebut wartawan "Bodrek" dan LSM "Abal-abal" dan perintahkan kepolisan untuk melakukan penagkapan karena dianggap mengganggu aktivitas desa menuai kecaman.
Kecaman tersebut datang dan disampaikan oleh, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Aliansi Wartawan Indonesia (DPC AWI) Kota Medan,
Budi Hartono Sormin atau yang akrab dipanggil Busor, Senin (3/2/2025) di Sekretariat DPC AWI Kota Medan Jln. Luku II No 05, Kel. Kwala Bekala, Kec. Medan Johor, Medan Sumatera Utara.
Masih menurut penilaian Busor bahwa, generalisasi terhadap profesi wartawan dan LSM tidak seharusnya dilakukan, apalagi dalam forum resmi dan sampai viral di Media Sosial (Medsos).
"Sebagai seorang oknum pejabat, apalagi Mentri, Yandri Susanto yang berpendidikan tinggi dalam berbahasa harus mencerminkan lebih bijak dan harus menunujukkan bukit maupun data secara valid, bukan menjastis apalagi asal bunyi (Asbun). Wartawa pilar ke 4 (empat) dari presiden dan dilindungi Undang undang Pers No. 40 Tahun 1999 dan berbadan hukum," ujar Busor.
Seharusnya sambung Busor dengan tegas, apabila terbukti ada oknum wartawan atau LSM yang meminta-minta uang, silahkan proses keranah hukum. Jangan langsung menyebut wartawan dan LSM dengan istilah kata "Bodrek dan Abal abal". Kami ini mitra pemerintah dan Swasta, harus dirangkul, bukan disudutkan.
"Jika memang ada bukti, tunjukkan dengan jelas. Jangan asal menuding tanpa dasar. Pernyataan ini dapat menciptakan kesan negatif terhadap wartawan dan LSM yang selama ini berperan dalam mengawasi jalannya pemerintahan. Apabila pemerintah jujur dan transparan, seharusnya berani menghadapi wartawan dan LSM. Kenapa pula mau diminta uang oleh oknum wartawan maupun LSM. Sebagai pejabat pemerintah seharusnya dapat memperbaiki tata kelola anggaran desa agar lebih bersih dari korupsi. Jangan sibuk mengurus wartawan dan LSM," ungkap dikatakan Busor sembari meminta pihak Kementerian PMD memberikan klarifikasi resmi terkait pernyataan yang beredar tersebut ada penjelasan lebih lanjut agar tidak terjadi kesalahpahaman dan ketegangan antara pemerintah, wartawan serta LSM.(W02)
Polemik Hotel Peserta AFF U19, Pemerhati Olahraga Jangan Jadikan Pemko Medan dan Rico Waas Kambing Hitam
kota
Dinilai Berhasil Bangun JMSI Sumut, Anto Genk Didorong Maju sebagai Ketua PWI
kota
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota Tanjungbalai menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait sulitnya memperoleh LPG subsidi ukuran 3 k
News
Kurir Sabu Dibekuk di Saipar Dolok Hole, Polres Tapsel Ungkap Modus Imbalan Narkoba Gratis
kota
Si Jago Merah Mengamuk di Saipar Dolok Hole, Rumah Letnan Ritonga Rata dengan Tanah
kota
Humanis! Korban Kekerasan Seksual dan Curas Dapat Pendampingan Psikologis dari Polres Padangsidimpuan
kota
Razia Tengah Malam di Twenty Eight Karaoke, Polres Padangsidimpuan Amankan Wanita Positif Sabu
kota
MEDAN, SUMUT24.CO Direktorat Sumber Daya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Diktisaintek) Republik Indonesia bersama Le
News
Haji Adalah Perubahan Asren Nasution Ajak Jamaah Jadikan Kemabruran sebagai Gerakan Sosial
kota
Skandal Rp 4,3 Miliar di RS Jiwa Prof. Ildrem Aksi &lsquoGila&rsquo Pejabat Garong Uang Negara Dibongkar Massa!
kota