Bupati Asahan Buka Jambore Posyandu ke-XIII, Kader Terampil Kunci Masyarakat Sehat dan Tekan Stunting
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan secara resmi membuka Jambore Kader Posyandu keXIII Tingkat Kabupaten Asahan Tahun
News
Baca Juga:Jalan Balai Kota, salah satu kawasan tersibuk dan paling bersejarah di pusat Kota Medan, menyimpan banyak kisah masa lalu yang tertinggal di balik kemegahan bangunan-bangunan tuanya. Dulu dikenal sebagai Cremerweg, nama ini diambil dari J.F. Cremer, tokoh penting kolonial Belanda. Pada tahun 1927, jalan ini sudah menjadi pusat kegiatan ekonomi dan pemerintahan Hindia Belanda di Sumatera Timur.
- Dari Desa Tohia Nias Mendapat Kepercayaan Komandan Kehormatan, Jejak Inspiratif Marsda TNI Rudolf P. Buulolo, Putra Nias Penjaga Kekuatan Udara Negeri
- Marga Nasution dan Jejak Sejarahnya, Ikanas Didorong Ambil Peran Strategis di Sumut
- MENELUSURI JEJAK KESULTANAN MANDAILING: IDENTITAS, SEJARAH, DAN KEKUASAAN LOKAL DI TANAH SELATAN TAPANULI
Salah satu bangunan yang menonjol di sepanjang Cremerweg kala itu adalah Julianahuis, yang terletak tepat di sebelah kanan Kesawan, atau yang kini dikenal sebagai Jalan Jenderal Ahmad Yani. Bangunan bergaya kolonial ini awalnya merupakan kantor dari perusahaan dagang Inggris ternama Harrisons & Crosfield, yang aktif dalam perdagangan hasil bumi seperti tembakau, karet, dan teh.
Kini, Julianahuis tetap berdiri kokoh dan menjadi saksi bisu perkembangan Medan dari kota kolonial menjadi kota metropolitan. Bangunan ini saat ini digunakan sebagai kantor pusat perusahaan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (Lonsum), sebuah perusahaan agribisnis yang bergerak dalam produksi minyak kelapa sawit dan karet. Perusahaan ini merupakan kelanjutan dari warisan ekonomi kolonial yang bertransformasi menjadi entitas bisnis modern Indonesia.
Perubahan nama Cremerweg menjadi Jalan Balai Kota mencerminkan pergeseran kekuasaan dari tangan kolonial ke Republik Indonesia, namun fungsi strategis kawasan ini tidak berubah. Jalan Balai Kota tetap menjadi pusat aktivitas pemerintahan dan bisnis, dengan Hotel Grand Aston, Bank Indonesia, dan Kantor Wali Kota Medan berdiri di sekitarnya.
Meski banyak bangunan kolonial di Medan mengalami perubahan atau bahkan dihancurkan, keberadaan Julianahuis menjadi simbol penting upaya pelestarian sejarah arsitektur kota. Pemerhati sejarah dan arsitektur berharap bangunan ini terus dirawat agar generasi mendatang dapat melihat dan memahami masa lalu kota ini yang kaya akan nilai sejarah dan budaya.red
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan secara resmi membuka Jambore Kader Posyandu keXIII Tingkat Kabupaten Asahan Tahun
News
Bukan Sekadar Mutu, PalmCo Mampu Pastikan Asalusul CPO
News
Jakarta, realme, brand smartphone dengan pertumbuhan tercepat didunia, akan kembali berkolaborasi dengan Warner Bros. Discovery Global Cons
Cinema
Jambi Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengajak generasi muda memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial in
News
Jakarta Prograam Pemagangan Nasional (MagangHub) Batch 2 Angkatan II Tahun 2026 tengah memasuki tahap seleksi peserta oleh mitra penyele
News
Medan Dikenal sebagai salah satu kota dengan kekayaan kuliner yang beragam. Mulai dari makanan khas seperti lontong Medan, soto Medan, hin
Tips
sumut24.co ASAHAN, Potensi pendapatan daerah terancam bocor! Keberadaan layanan transportasi berbasis aplikasi, Maxim, di Kabupaten Asahan
News
Ketua Pendiri Forum WAN Muhammad Isa Keluhkan Pengembang PT Perupro Soal Keamanan Kompleks Mahardika
News
Patroli KRYD Polres Samosir Sikat Knalpot Brong, 17 Motor Ditilang
News
ADVOKAT SYAMSUL RIZAL PRESIDEN PRABOWO HARUS HATIHATI, GUGATAN DENNY INDRAYANA BERPOTENSI MENJADI CONSTITUTIONAL BACK DOOR
News