Dapat Perlawanan Warga Satresnarkoba Polrestabes Medan Bumihanguskan Sarang Narkoba Klambir V
Dapat Perlawanan WargaSatresnarkoba Polrestabes Medan Bumihanguskan Sarang Narkoba Klambir V
kota
Baca Juga:Jalan Balai Kota, salah satu kawasan tersibuk dan paling bersejarah di pusat Kota Medan, menyimpan banyak kisah masa lalu yang tertinggal di balik kemegahan bangunan-bangunan tuanya. Dulu dikenal sebagai Cremerweg, nama ini diambil dari J.F. Cremer, tokoh penting kolonial Belanda. Pada tahun 1927, jalan ini sudah menjadi pusat kegiatan ekonomi dan pemerintahan Hindia Belanda di Sumatera Timur.
- Dari Desa Tohia Nias Mendapat Kepercayaan Komandan Kehormatan, Jejak Inspiratif Marsda TNI Rudolf P. Buulolo, Putra Nias Penjaga Kekuatan Udara Negeri
- Marga Nasution dan Jejak Sejarahnya, Ikanas Didorong Ambil Peran Strategis di Sumut
- MENELUSURI JEJAK KESULTANAN MANDAILING: IDENTITAS, SEJARAH, DAN KEKUASAAN LOKAL DI TANAH SELATAN TAPANULI
Salah satu bangunan yang menonjol di sepanjang Cremerweg kala itu adalah Julianahuis, yang terletak tepat di sebelah kanan Kesawan, atau yang kini dikenal sebagai Jalan Jenderal Ahmad Yani. Bangunan bergaya kolonial ini awalnya merupakan kantor dari perusahaan dagang Inggris ternama Harrisons & Crosfield, yang aktif dalam perdagangan hasil bumi seperti tembakau, karet, dan teh.
Kini, Julianahuis tetap berdiri kokoh dan menjadi saksi bisu perkembangan Medan dari kota kolonial menjadi kota metropolitan. Bangunan ini saat ini digunakan sebagai kantor pusat perusahaan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (Lonsum), sebuah perusahaan agribisnis yang bergerak dalam produksi minyak kelapa sawit dan karet. Perusahaan ini merupakan kelanjutan dari warisan ekonomi kolonial yang bertransformasi menjadi entitas bisnis modern Indonesia.
Perubahan nama Cremerweg menjadi Jalan Balai Kota mencerminkan pergeseran kekuasaan dari tangan kolonial ke Republik Indonesia, namun fungsi strategis kawasan ini tidak berubah. Jalan Balai Kota tetap menjadi pusat aktivitas pemerintahan dan bisnis, dengan Hotel Grand Aston, Bank Indonesia, dan Kantor Wali Kota Medan berdiri di sekitarnya.
Meski banyak bangunan kolonial di Medan mengalami perubahan atau bahkan dihancurkan, keberadaan Julianahuis menjadi simbol penting upaya pelestarian sejarah arsitektur kota. Pemerhati sejarah dan arsitektur berharap bangunan ini terus dirawat agar generasi mendatang dapat melihat dan memahami masa lalu kota ini yang kaya akan nilai sejarah dan budaya.red
Dapat Perlawanan WargaSatresnarkoba Polrestabes Medan Bumihanguskan Sarang Narkoba Klambir V
kota
Polri untuk Masyarakat, Polsek Barumun Salurkan Bantuan kepada Ibu Nur Cahaya yang Tengah Berjuang Melawan Penyakit
kota
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Dihadapan Sidang Istimewa DPRD Pakpak Bharat, Bupati Pakpak Bharat Frans Bernhard Tumanggor menyampaikan apresias
News
Polresta Deli Serdang Diminta Profesional Tangani Korupsi Dana Desa Rugemuk dan Penjualan Tanah Milik PT PS
kota
HUT Kab.Pakpak Bharat Ke 23 Tahun,DPRD Menggelar Sidang Istimewa
kota
Bobby Diminta Buka Rekaman CCTV Rapat Paripurna DPRD Sumut, IGoWa Soroti Dugaan Tak Kuorum
kota
Sah! DPRD Madina Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Ini Pesan Penting Bupati Saipullah
kota
Doa dari Tanah Suci untuk Madina! Bupati Saipullah Lepas 45 Jamaah Umroh Cahaya Rizki
kota
Pemko Padangsidimpuan Gandeng Buddha Tzu Chi, Huntap Korban Bencana Dipastikan Segera Dibangun
News
Bupati Madina Keluarkan Instruksi Tegas! Camat hingga Kepala Desa Diminta Hentikan Seluruh Aktivitas PETI
kota