Jamin Investasi di Medan Dipermudah, Rico Waas Ajak Investor India Perkuat Kerja Sama
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberikan jaminan kepada investor dari India yang ingin menanamkan modal di Kot
kota
Baca Juga:
JAKARTA — Persaingan industri kelapa sawit tidak lagi semata-mata ditentukan oleh kemampuan menghasilkan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dalam jumlah besar. Kepastian pasokan, konsistensi mutu, hingga asal-usul bahan baku kini semakin menjadi pertimbangan pembeli, terutama di pasar global.
Perubahan tuntutan tersebut mendorong produsen sawit untuk memperkuat pengelolaan dari kebun hingga pabrik. Selain menjaga produktivitas, perusahaan dituntut mampu menunjukkan bahwa produk yang dipasarkan berasal dari rantai pasok yang dikelola dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Kondisi itu menjadi perhatian sub holding PTPN III (Persero), PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo. Perusahaan menyatakan terus memperkuat konsistensi produksi sekaligus memperluas cakupan sertifikasi keberlanjutan sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan mitra bisnis.
Pada semester I-2026, PalmCo mencatat produksi CPO lebih dari 1,2 juta ton. Pada periode yang sama, tingkat rendemen CPO tercatat 23,47 persen, sedangkan rata-rata produktivitas CPO berada pada 2,18 ton per hektar.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa mengatakan konsistensi mutu dan keandalan pasokan menjadi bagian penting dari hubungan perusahaan dengan pelanggan, yang mayoritas berasal dari segmen business to business (B2B).
"Pelanggan di sektor industri membutuhkan jaminan bahwa bahan baku yang mereka serap diproduksi melalui tata kelola agronomi dan pabrik yang efisien," kata Jatmiko, Sabtu (12/9/2026).
Menurut dia, capaian produksi dan rendemen pada paruh pertama tahun ini menjadi salah satu indikator kinerja operasional perusahaan. Stabilitas tersebut dinilai penting bagi industri pengguna CPO yang membutuhkan kepastian volume sekaligus spesifikasi bahan baku.
Namun, ukuran kualitas produk sawit kini berkembang. Bagi pembeli, khususnya yang terhubung dengan pasar ekspor, produk yang memenuhi spesifikasi teknis belum selalu cukup. Informasi mengenai sumber bahan baku dan bagaimana komoditas tersebut diproduksi semakin menjadi bagian dari persyaratan rantai pasok.
*Ketertelusuran menjadi tuntutan*
Direktur Pemasaran dan Sistem Manajemen PTPN IV PalmCo Rury C Baskoro mengatakan perusahaan melihat transparansi dan ketertelusuran atau traceability sebagai bagian yang semakin penting dalam memenuhi kebutuhan pembeli.
"Transparansi dan ketertelusuran adalah hak pelanggan yang wajib kami penuhi," ujar Rury.
Hingga semester I-2026, sebanyak 67 pabrik kelapa sawit (PKS) dan 124 kebun yang dikelola PalmCo telah memperoleh sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).
Sertifikasi tersebut menjadi salah satu instrumen yang digunakan pelaku industri untuk menunjukkan penerapan standar produksi sawit berkelanjutan. Aspek yang diperhatikan antara lain pengelolaan lingkungan, kondisi kerja, serta hubungan dengan masyarakat di sekitar kegiatan perkebunan.
Bagi produsen sawit, penguatan aspek tersebut semakin relevan di tengah meningkatnya tuntutan pasar terhadap penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG).
Rury mengatakan cakupan sertifikasi yang dimiliki perusahaan diharapkan dapat memperkuat posisi produk PalmCo ketika berhadapan dengan pembeli yang menerapkan persyaratan keberlanjutan dalam rantai pasoknya.
Dengan demikian, persaingan produsen sawit tidak hanya berlangsung pada persoalan berapa banyak CPO yang dapat diproduksi. Kemampuan menjaga mutu, menjamin pasokan, serta menjelaskan asal-usul dan proses produksi komoditas tersebut menjadi bagian yang semakin menentukan dalam mempertahankan akses ke pasar.
Momentum Hari Pelanggan Nasional pada September ini pun menjadi pengingat bagi industri bahwa kebutuhan pelanggan telah berkembang. Bagi produsen sawit, pelayanan kepada pelanggan tidak berhenti ketika CPO dikirimkan, tetapi juga mencakup kemampuan memastikan produk tersebut memenuhi standar yang semakin kompleks dari pasar.
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberikan jaminan kepada investor dari India yang ingin menanamkan modal di Kot
kota
sumut24.co MedanPemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) telah menyalurkan Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) sebesar Rp325 milia
Umum
sumut24.co MedanMemasuki usia ke26 tahun, Biznet terus memperkuat komitmennya dalam membangun infrastruktur digital untuk mendukung masa
Ekbis
Pemprov Sumut Salurkan BKP Rp325 Miliar, Percepat Pembangunan Kabupaten/Kota
News
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberi perhatian serius terhadap penyelesaian Stadion Teladan. Saat meninjau pem
kota
sumut24.co MedanKota Medan membuka peluang lebih luas untuk memperkuat kerja sama ekonomi dengan Malaysia. Hal itu mengemuka saat Wali Kot
kota
sumut24.co ASAHAN, Kejadian memilukan sekaligus mengejutkan mencuat di Kabupaten Asahan. Seorang ayah kandung berinisial K resmi ditahan ol
News
Kredit Rp759 Miliar Berujung Dugaan Korupsi, Kejati Kaltara Tahan Bos Sawit dan Pejabat Bank BRI
News
Meruntuhkan Impunitas Konstitusional Putusan MK dan Urgensi Pembersihan Hukum Nasional
News
Deteksi Banjir Lebih Cepat, Pemko Padangsidimpuan Siapkan Sensor EWS di Angkola Julu
News