KPK Sita Uang Rp1,4 Miliar dan Emas dalam OTT di BNPB, Sekretaris Utama Ikut Diamankan
JAKARTA SUMUT24.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar dan sejumlah emas dalam operasi tangkap tang
Hukum
Baca Juga:
MEDAN – Persidangan kasus dugaan korupsi proyek perbaikan jalan di Sumatera Utara terus menguak fakta baru. Nilai proyek yang fantastis, mencapai Rp165 miliar, kini menyeret sejumlah nama besar dalam pusaran hukum, mulai dari pejabat teknis hingga mantan Kepala Dinas PUPR Sumut, Topan Obaja Putra Ginting.
Dalam sidang terbaru di Pengadilan Tipikor Medan, Kepala UPT Gunung Tua, Rasuli Efendy Siregar, blak-blakan mengaku diperintahkan langsung oleh Topan Ginting untuk memenangkan PT DNG dalam tender e-katalog. Instruksi itu, kata Rasuli, disampaikan sehari sebelum dokumen tender diunggah.
> "Saya dipanggil Pak Topan ke kantor Disperindag, beliau bilang PT DNG harus menang. Jadi kami menyesuaikan," ujar Rasuli di hadapan majelis hakim.
Pernyataan ini memperkuat dugaan adanya praktik pengaturan tender yang sistematis, di mana pemenang proyek sudah ditentukan sebelum proses lelang berlangsung.
Topan Ginting di Kursi Saksi
Nama Topan Ginting sendiri sudah lebih dulu mencuat. Ia pernah menjabat Kepala Dinas PUPR Sumut, sebelum akhirnya dimutasi ke jabatan lain. Dalam perkara ini, ia dihadirkan sebagai saksi dan membantah adanya perintah langsung kepada bawahannya. Namun kesaksian Rasuli justru menempatkan Topan di posisi kunci.
Desakan Publik: Jangan Hanya Berhenti di Pejabat Teknis
Koordinator Koalisi Aliansi Mahasiswa dan Aktivis Keadilan (KAMAK), Azmi Hadly, menegaskan kasus ini tidak boleh berhenti di Rasuli atau Topan saja. Menurutnya, pola pengaturan tender semacam ini lazimnya dikendalikan dari level lebih tinggi.
> "KAMAK mendesak KPK turun tangan. Topan Ginting hanyalah pelaksana. Kami yakin ada aktor politik di balik pengaturan proyek jalan ini. Jika benar ada perintah dari Gubernur Bobby Nasution, maka beliau harus diperiksa," tegas Azmi.
Ia menambahkan, dengan nilai proyek sebesar Rp165 miliar, kerugian negara yang ditimbulkan bisa sangat signifikan. "Kalau KPK serius, ini bisa menjadi pintu masuk membongkar mafia proyek di Sumatera Utara," pungkasnya.
Bayang-Bayang Politik
Nama Bobby Nasution, Gubernur Sumut, memang belum disebut resmi dalam persidangan. Namun desakan agar aparat penegak hukum memeriksa kemungkinan keterlibatan politik kian menguat.
"Semua sudah berakhir, tinggal menunggu siapa yang berani 'bernyanyi'. Kalau Topan Ginting berani membuka semuanya, publik bisa tahu apakah benar ada perintah langsung dari Bobby," ujar seorang pengamat politik di Medan.
Titik Kritis Penegak Hukum
Kejaksaan Tinggi Sumut saat ini masih memproses sejumlah tersangka. Namun, dengan makin terbukanya kesaksian di persidangan, tekanan publik agar KPK mengambil alih perkara ini semakin menguat.
> "Proyek Rp165 miliar bukan angka kecil. Kalau terbukti ada perintah dari atas, maka ini bukan sekadar kasus korupsi, tapi sudah masuk praktik state capture corruption," jelas Dr. Edi Siregar, pakar hukum Universitas Sumut.red2
JAKARTA SUMUT24.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar dan sejumlah emas dalam operasi tangkap tang
Hukum
Dr. Ramces Pandiangan Bersuara Keras, Dugaan Pengerusakan oleh Satpol PP Deli Serdang Kini Dilaporkan ke Polisi
News
FABEM SUMUT DAN MASKER PRAGI UCAPKAN SELAMAT BERTUGAS DIRUT PT.PLN SUROSO ISNANDAR
News
D&rsquoLegends Sumut Serahkan Sertifikat Touring Medan&ndashBanda Aceh, Kurniawan Tekankan Semangat Persaudaraan
News
sumut24.co SimalungunWakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menyambut baik peresmian 232 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPP
Umum
KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Dana Siap Pakai BNPB, Adik Kepala BNPB Ikut Terjerat
News
sumut24.co MedanPemko Medan melalui Dinas Lingkungan Hidup memantau perkembangan kualitas udara menyusul sebaran kabut asap lintas batas y
kota
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan menggelar Rapat Evaluasi dan Koordinasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (M
News
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan delapan tersangka baru dalam pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi pembanguna
Hukum
Publik Berhak Tahu! Proyek Infrastruktur Padangsidimpuan Gagal Tender, Transparansi Anggaran 2026 Dipertanyakan
News