Menko AHY Resmi Tutup Rakernas XVIII APEKSI, Perkuat Sinergi Pusat-Daerah Bangun Kota Tangguh*
Menko AHY Resmi Tutup Rakernas XVIII APEKSI, Perkuat Sinergi PusatDaerah Bangun Kota Tangguh
Hukum
MEDAN |SUMUT24
Baca Juga:
Dalam menghadapi tantangan berbeda di masa depan, sangat penting membangun kesadaran baru bagi guru-guru di Kota Medan. Apa yang diajarkan guru saat ini belum tentu sesuai dengan kebutuhan anak di masa depan.
Demikian dikatakan Guru Besar Unimed Prof Syawal Gultom MPd dalam rapat terbatas antara Universitas Negeri Medan, Dinas Pendidikan Kota Medan dan Tanoto Foundation di Ruang Rapat Senat Unimed, Kemarin.
Rapat ini sebagai tindaklanjut webinar sebelumnya tentang “Optimalisasi peran orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah (BDR)â€.
Webinar ini tercatat cukup sukses menghadirkan ribuan guru dan orang tua seluruh SMP di Kota Medan. Namun yang terpenting justru pasca webinar yang ditindaklanjuti dengan rapat sekolah dengan orangtua untuk membuat kesepakatan bersama dalam menjalin kerjasama membantu anak belajar di rumah.
Prof. Syawal mengapresiasi langkah Kota Medan yang cukup responsif menghadapi situasi pembelajaran di masa pandemi dengan memberi ruang untuk orang tua berperan lebih besar. Justru inilah yang dicita-citakan Ki Hajar Dewantoro agar orang tua bisa menjadi guru, dan rumah bisa menjadi sekolah. Pandemi memaksa situasi ini harus dan bisa dilaksanakan, hanya kita perlu menyiapkan strategi pembelajaran agar bisa efektif. Pengalaman Jepang dan Vietnam yang lebih cepat menjadi negara maju karena peran orang tua yang lebih besar dalam pendidikannya.
Syawal Gultom bahkan menantang Kota Medan bisa menjadi rujukan pendidikan di Sumatera Utara dengan melibatkan sebesar-besarnya orang tua berperan aktif dalam pendidikan. Justru peran orang tua ini akan lebih bermakna dalam pengembangan karakter siswa dan pengembangan kompetensi yang relevan ketika belajar di rumah..
Dikatakan bahwa kemampuan berkomunikasi dan bekerjasama adalah hal yang sangat penting di masa depan. Untuk itu kedua hal ini harus bisa diajarkan selama pembelajaran dan menyatu di semua mata pelajaran. Siswa yang lambat dalam berkomunikasi dan bekerjasama akan gagal di masa depan.
Selain Syawal , hadir Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Adlan SPd MM bersama Kasi SMP Supri Harahap, Mulyadi serta beberapa Kepala Sekolah pilihan dari SMP Negeri di Kota Medan Jamal Husein Hrp, Dewi Sri Indriati Kusuma, dan Bambang Sudewo. Sementara dari Tanoto Foundation hadir Prof Dr Sri Minda Murni MS dan Rimbananto.
Adlan menyatakan siap bergerilya ke sekolah mencari guru dan kepala sekolah yang punya pemahaman yang sama untuk dibangun cara pandangnya.
Prof Dr Sri Minda Murni Guru Besar Universitas Negeri Medan yang juga sebagai Kordinator LPTK Program Pintar Tanoto Foundation Provinsi Sumatera Utara menyatakan situasi belajar di rumah memerlukan modul yang sederhana yang dapat dipahami orang tua. Ketiadaan modul selama ini membuat orang tua kesulitan membantu anak belajar di rumah.
Rimbananto selaku Government Relation Tanoto Foundation mengusulkan bahwa gerakan ini perlu digaungkan dan mengajak lebih banyak lagi daerah untuk terlibat. (C04)
Menko AHY Resmi Tutup Rakernas XVIII APEKSI, Perkuat Sinergi PusatDaerah Bangun Kota Tangguh
Hukum
Kado Istimewa di Hari Bhayangkara ke80,Kapolda Sumut Whisnu Hermawan Terima Langsung Nugraha Sakanti dari Presiden Prabowo
News
Begini Kronologis OTT KPK Libatkan Pejabat dan Mantan Pejabat
News
Cegah Banjir Sejak Dini, Dandim 0212/Tapsel Bersama Sekda Padangsidimpuan Tanam Pohon Serentak
kota
HUT Bhayangkara ke80, Wabup Atika Hadiri Doa Lintas Agama di Polres Madina, Kapolres Tegaskan Komitmen Polri Humanis
kota
13 Personel Polres Padangsidimpuan Terima Penghargaan Hari Bhayangkara ke80, Aksi Heroik Tambal Jalan Berlubang Jadi Sorotan
kota
Pejabat dan Mantan Pejabat Dikabarkan Terjaring OTT KPK, Jubir Budi Prasetyo Masih Bungkam
News
Mantan Anggota DPRD Sumut Dikabarkan Ikut Terjaring OTT KPK Bersama Pejabat Tinggi Langkat
kota
Pejabat Tinggi Langkat Dikabarkan Terkena OTT KPK, Sekda Amril Belum Beri Tanggapan
kota
sumut24.co ASAHAN, Kondisi pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di fasilitas kesehatan Kabupaten Asahan memicu kekhawatiran
News