Menko AHY Resmi Tutup Rakernas XVIII APEKSI, Perkuat Sinergi Pusat-Daerah Bangun Kota Tangguh*
Menko AHY Resmi Tutup Rakernas XVIII APEKSI, Perkuat Sinergi PusatDaerah Bangun Kota Tangguh
Hukum
Langkat l Sumut24.co Untung tak dapat di raih, malak tak dapat di tolak, Niat hati untuk mandi mandi akhirnya musibah itu menghampiri dua remaja putri. Lokasi wisata pemandian alam di Dusun Salang Pangeran, Desa Timbang Lawan, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, memakan korban jiwa. Dua orang pelajar dikabarkan ditemukan tewas setelah terbawa arus sungai Pantai Salang Pangeran, Kamis (3/9/2020) sekitar 14.30 WIB.
Baca Juga:
Kedua korban yakni Renggi Pratama (15) pelajar kelas II SMP Negeri 10 Binjai, tercatat sebagai warga Dusun Melati, Desa Cinta Dapat, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, dan Sintia Rama Sari (15) pelajar SMK 1 Swakarya Binjai, warga Stabor, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Informasi dihimpun, kedua korban dari sekolah berbeda itu mulanya datang ke lokasi wisata Landak River di Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Puas menghabiskan waktu disana, kumpulan pelajar yang berjumlah 6 orang ini melanjutkan wisata menuju Pantai Salang Pangeran.
Di lokasi, para pelajar dari SMP Negeri dan Swasta ini kembali menghabiskan waktu dengan mandi-mandi dialiran sungai. “Saat mandi-mandi, korban Sintia terbawa arus ke arah lubuk paling dalam dan diketahui tidak pandai berenang,†kata Paur Humas Polres Langkat Bripka Andi Ginting.
Dijelaskan dia, dari keterangan warga dan saksi mata di lokasi kejadian. Ketika menikmati sungai, Sintia yang tidak bisa berenang terbawa arus ke arah lubuk yang dalam. Melihat temanya terbawa arus kencang. Renggi, berusaha menyelamatkan nyawa rekannya itu.
Bukan berhasil, keduanya malah terbawa arus yang cukup deras. Mereka tak sanggup melawan arus sungai yang sangat kencang itu. Sementara, teman-teman korban yang lain berteriak minta tolong kepada warga setempat. “Teriakan teman korban membuat warga langsung terjun dan berusaha menyelamatkan korban,†kata Andi Ginting.
Namun apa daya, usaha penyelamatan yang dilakukan para warga tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban. Meski berhasil dibawa ke tepi sungai dan berusaha memberikan pertolongan pertama. Kedua nyawa korban sudah tidak bisa diselamatkan. Sebab, sesaat berada di daratan keduanya sudah tidak bernapas lagi.
“Dari hasil pemeriksaan visum luar yang dilakukan dr Farida Sinuhaji. Kedua korban sudah tidak bernyawa saat tiba di Puskesmas,†tegas Andi. ( Hari’S)
Menko AHY Resmi Tutup Rakernas XVIII APEKSI, Perkuat Sinergi PusatDaerah Bangun Kota Tangguh
Hukum
Kado Istimewa di Hari Bhayangkara ke80,Kapolda Sumut Whisnu Hermawan Terima Langsung Nugraha Sakanti dari Presiden Prabowo
News
Begini Kronologis OTT KPK Libatkan Pejabat dan Mantan Pejabat
News
Cegah Banjir Sejak Dini, Dandim 0212/Tapsel Bersama Sekda Padangsidimpuan Tanam Pohon Serentak
kota
HUT Bhayangkara ke80, Wabup Atika Hadiri Doa Lintas Agama di Polres Madina, Kapolres Tegaskan Komitmen Polri Humanis
kota
13 Personel Polres Padangsidimpuan Terima Penghargaan Hari Bhayangkara ke80, Aksi Heroik Tambal Jalan Berlubang Jadi Sorotan
kota
Pejabat dan Mantan Pejabat Dikabarkan Terjaring OTT KPK, Jubir Budi Prasetyo Masih Bungkam
News
Mantan Anggota DPRD Sumut Dikabarkan Ikut Terjaring OTT KPK Bersama Pejabat Tinggi Langkat
kota
Pejabat Tinggi Langkat Dikabarkan Terkena OTT KPK, Sekda Amril Belum Beri Tanggapan
kota
sumut24.co ASAHAN, Kondisi pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di fasilitas kesehatan Kabupaten Asahan memicu kekhawatiran
News