Rabu, 19 Agustus 2026

Tindakan Pencegahan Penyebaran HIV/AIDS dari Hulu

Administrator - Senin, 17 Juni 2019 14:14 WIB
Tindakan Pencegahan Penyebaran HIV/AIDS dari Hulu

DELI SERDANG I SUMUT24 Infeksi baru HIV/AIDS terjadi diantaranya karena laki-laki tertular melalui hubungan seksual dengan Pekerja Seks Komersial (PSK), baik itu PSK langsung, tidak langsung atau PSK dari jejaring sosial.

Baca Juga:

Aktivis yang konsen di HIV/AIDS, Syaiful Harahap menjelaskan, saat ini pemerintah hanya terfokus di hilir saja seperti melakukan tes HIV, bukan dari hulu yakni penularan HIV.

“Tidak ada yang konkret di hulu. Misalnya pemeriksaan pada laki-laki dewasa. Selama ini yang diperiksa hanya perempuan saja, PSK, atau ibu hamil. Padahal laki-laki yang mendatangi PSK. Bayangkan satu PSK bisa melayani lima laki-laki per hari. Lima laki-laki itu berisiko atau tiga diantaranya tertular kemudian main sama istri, terus menular ke anaknya,” ujar Pemerhati (berita) HIV/AIDS ini dalam acara pelatihan media dan CSO yang digelar Indonesia AIDS Coalition di Deli Serdang, Senin (17/6).

Insiden infeksi HIV baru, lanjutnya adalah seorang istri yang tertular dari suaminya dan bayi tertular dari ibunya. “Ini yang harus ditekan dalam menekan mata rantai penularan HIV. Kalau menghentikan jelas tidak mungkin,” ujarnya.

Untuk itu, nasib istri dan anak ada pada suaminya, sehingga bagi para suami yang ingin ‘main’ di luar harus menggunakan pengaman kondom. “Kalau tidak pakai kondom di luar, di rumah sama istri pakai kondom. Tapikan gak mungkin dia pakai kondom, istri pasti bertanya. Makanya, gunakan kondom saat di luar,” ujarnya.

Kata Syaiful, PSK langsung di lokalisir bisa diintervensi dengan program wajib kondom bagi laki-laki. “Masalahnya yang susah dijangkau ini, PSK tidak langsung misalnya di bar, Kafe atau online,” katanya.

Untuk hal ini, maka Pemerintah harus didorong untuk membuat regulasi Undang Undang, agar suami istri melakukan konseling HIV. Untuk yang melakukan perilaku berisiko diminta untuk tes HIV. “Karena tak mungkin juga buat lokalisasikan, bertentangan nanti sama daerah, apalagi Indonesia masih budaya dan agamanya kental,” katanya.

Selain itu, Tim Inisiatif Petugas Kesehatan & Konseling (TIPK) harusnya meminta kepada Orang dengan HIV/AIDS (Odha) untuk berjanji untuk menghentikan penularan mulai dari dirinya.

“Harusnya itu disampaikan, tapi sekarang sudah tidak adakan. Tidak cukup hanya diperiksa saja, terus dikasih konseling, tapi mereka juga harus janji dari dirinya,” katanya. (red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Rahudman Harahap Diamanahkan Hashim Djojohadikusumo Pimpin PNM
Kendati Berobat Gratis, Modesta Ajak Warga Tetap Peduli Jaga Kesehatan
JAGA MARWAH Desak Pelaku Pembunuhan Driver Taksi Online RA Dihukum Seumur Hidup
Rektor UNPAB Prof. Isa Indrawan Terpilih Jadi Mentor Rektor Nasional, APTISI Siapkan Program Pembinaan 60.000 Pimpinan Kampus
Mendefinisikan Ulang Kepemimpinan Modern: Richa Arie Sandy Bawa Filosofi "Quiet Luxury" dan "Boss Energy" ke Kancah Pendidikan Melalui Rindu Tenang
Terkesan Dipelihara, Wilayah Hukum Polres Pelabuhan Belawan Belum Merdeka Dari Lapak Perjudian Tembak Ikan
komentar
beritaTerbaru