Kapolres Deli Serdang Diminta Tahan Terduga Pelaku Pelecehan Seksual
Kapolres Deli Serdang Diminta Tahan Terduga Pelaku Pelecehan Seksual
Hukum
TANAH KARO | SUMUT24 Petani di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara terancam gagal panen menyusul kemarau panjang yang sudah berlangsung selama dua bulan melanda daerah tersebut.
Baca Juga:
Sejak memasuki pertengahan bulan Januari tahun 2016 yang lalu hingga kini tidak ada turun hujan. Sehingga tanaman pertanian, khususnya jagung yang ditanam dikhawatirkan akan kering (mati).
“Sudah dua bulan belum ada turun hujan. Kami sudah khawatir tanaman kami bakal gagal panen,†ujar Br Sebayang (50), seorang petani warga Desa Tigabinanga Kecamatan Tigabinanga, Sabtu (2/4) di lokasi perladangnya.
Semua petani yang menanam jagung maupun padi mengeluh sebab hujan belum turun untuk membasahi tanaman pertanian. “Jagung kini telah kering bahkan ada yang sudah mati dan biarpun tumbuh lagi, namun sudah tak normal. Ibarat kata tanamannya kini sudah merajuk,” katanya diamini beru Ginting (52) warga yang sama.
Akibatnya, kerugian yang akan dialami para petani sangat besar. Selain itu, kemarau ini akan memperburuk keadaan perekonomian di daerah ini juga, sebab hasil pertanian jauh dari harapan.
Dirincikannya, lahan seluas 1 hektar dibutuhkan 3 zak atau 15 kg bibit jagung seharga Rp 1,2 juta. Sebelum ditanam petani memerlukan biaya traktor lahan sebesar Rp 1 juta. Dan selama masa tanam berkisar 5 bulan diperlukan juga pupuk berupa 2 zak KCL, 1 Zak urea, 2 Zak Ammophos dan 2 zak Ponscha ukuran 30 kg.
Sementara pupuk yang paling mahal harganya yaitu KCL sekitar Rp 450 ribu/zak dan Ammophos Rp 350 ribu/zak. “Kalau ponscha Rp 120 ribu/zak dan urea Rp 100 ribu/zak. Jadi pengeluaran untuk pupuk saja sudah hampir Rp 2 juta/hektarnya. Belum lagi upah tenaga kerja untuk menaruh pupuk, roundap rumput dan biaya tak terduga lainnya. Bila ditotal semua berkisar Rp 7 juta pengeluarannya untuk tanaman jagung seluas 1 hektar,†ujar mereka.
Biasanya 1 hektar bisa menghasilkan jagung kering sekitar 7 ton dan bisa menghasilkan untung bersih berkisar Rp12 juta/hektarnya jika harga jagung dikisaran Rp 3000/ kg, paparnya.
Doa Minta Hujan
Berbagai ritual yang disebut sebagai erdogal dogal ( Karo-red) doa bersama yang dilakukan seluruh masyarakat desa untuk memohon datangnya hujan di 3 kecamatan di anataranya Kecamatan Tigabinanga, Lau Baleng dan Mardinding.
Tradisi memanggil hujan,yang disebut dengan erdogal dogal tersebut sudah merupakan warisan yang turun temurun dari nenek moyang hampir di berbagai daerah di Indonesia. Untuk masyarakat Karo sendiri dinamakan “Ndilowari Udan”.
“Biasanya kalau sudah tidak turun hujan masyarakat kampung daerah ini melaksanakan kerja adat Ndilowari Udan. Ini merupakan kepercayaan adat lama,†sebut P Sebayang (60) salah seorang tokoh masyarakat Tigabinanga di sela-sela ritual, Minggu (3/4) sore.
Dalam merencanakan atau menetapkan acara memanggil hujan/Ndilowari Udan diadakan musyawarah kampung yang dipimpin penghulu dibantu pemuka-pemuka adat beserta Sierjabatan (yang punya jabatan) terutama Guru Peniktik Wari (guru peramal hari) yang melibatkan Sangkep Nggeluh Sada Kuta (Semua pemuka adat satu kampung).
“Apabila kemarau melanda beberapa desa yang berdekatan atau berbatasan maka kerja adat Ndilowari Udan dapat saja diperluas. Seperti Kecamatan Tigabinanga dan Lau Baleng saling berdekatan, sehingga minta turun hujan dilaksanakan bersama-sama selama waktu yang kita tentukan diiringi musik tradisional Karo,†papar Sebayang.
Jika ritual ini sedang berlangsung maka dari itu warga yang berasal dari daerah manapun yang lewat harus disiram dengan air. “ Jik pas saat ritual melintas di jalan pasti disiram tak peduli siapa saja yang lewat atau berada di lokasi dan tidak boleh marah, sekalipun pakaian dinas atau sedang bertelepon,†ujarnya.
Pantauan Wartawan, ritual (kerja adat) Ndilowari Udan berlangsung di sepanjang jalan nasional Kotacane dari pintu masuk Kecamatan Tigabinanga hingga Kecamatan Mardinding. Anak-anak maupun orangtua mengguyur air di jalan dan setiap pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas harus disiram dengan air.(lin)
Kapolres Deli Serdang Diminta Tahan Terduga Pelaku Pelecehan Seksual
Hukum
LPS Apresiasi Kepatuhan Bank Sumut dalam Program Penjaminan Simpanan, Memperkuat Resiliensi Likuiditas
Ekbis
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina mendorong seluruh organisasi kepemudaan di Kota Tanjungbalai me
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai menyatakan komitmennya mendukung target Sumatera Utara (Sumut) bebas rabies p
News
sumut24.co MEDAN, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara menggelar orientasi dan pengukuhan peserta progr
kota
sumut24.co MEDAN, Universitas Sumatera Utara (USU) didorong menjadi pusat unggulan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di S
News
sumut24.co ASAHAN, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., secara resmi menutup Jambore Anak Asahan Tahun 2026 yang berlangsung
News
sumut24.co ASAHAN, Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persekutuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) Kabupaten Asahan masa bakti
News
sumut24.co BATU BARA, Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., secara resmi menghadiri prosesi wisuda gabungan STIKes Asyifa Kisaran dan
News
sumut24.co MEDAN, Ribuan umat katolik menghadiri Pesta Sinodal Paroki Santo Padre Pio Medan Helvetia di Lapangan Biara Kapusin Emmaus Jalan
kota