TAPSEL: “TAK PERNAH SELESAI” HARUS BERUBAH MENJADI “TETAP PASTI SELESAI”
TAPSEL &ldquoTAK PERNAH SELESAI&rdquo HARUS BERUBAH MENJADI &ldquoTETAP PASTI SELESAI&rdquo
kota
MEDAN | SUMUT24.co Komite Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komda KIPI) Sumatera Utara tidak menemukan adanya penyakit yang dipicu vaksin Measles dan Rubella (MR) terhadap anak-anak di Sumatera Utara. Hal tersebut ditegaskan Ketua Komda KIPI Sumatera Utara Prof Dr Munar Lubis saat memberi keterangan pers bersama Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Agustama dan Sekertaris Komda KIPI Sumut, Dr Lily Rachmawati Sp.A, IBCLC, Kamis (23/8/2018).Klarifikasi itu sekaligus membantah beredarnya isu jatuhnya korban akibat imunisasi MR di beberapa daerah di Sumatera Utara (Sumut),Munar menjelaskan, ada 12 kasus yang diterima KIPI terkait imunisasi MR. Dari 12 kasus tersebut, ada anak yang mengalami penyakit parah sehingga harus dirawat di rumah sakit. Bahkan anak meninggal dunia, yakni di Ledong Kabupaten Asahan dan Kota Medan.”Sejauh ini kami belum ada menemukan hubungan antara suntikan imunisasi vaksin MR dengan munculnya penyakit bagi anak,” katanya.Prof Munar menuturkan, dalam penanganan laporan tersebut, pihaknya melakukan penelitian laboratorium untuk meneliti kemungkinan adanya hubungan penyakit dengan Imunisasi MR.Salah satu pasien yang mereka tangani yakni MM (9) yang sempat viral di media sosial setelah munculnya gelembung-gelembung berisi cairan pada lengannya yang disebut karena disuntik imunisasi MR. Dalam rangkaian uji laboratorium yang mereka lakukan disimpulkan bahwa anak tersebut menderita Pemfigoid Bulosa atau penyakit autoimun langka yang menyebabkan munculnya gangguan pada kulit berupa lepuhan (bulosa/bula) kulit berisi air).Selain itu juga ditemukan adanya indikasi impetigo atau infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri, Herpes zoster atau cacar akibat infeksi pada saraf dan kulit, menderita gizi kurang dan Ascariasis atau infeksi yang disebabkan oleh cacing gelang. “Berdasarkan gejala klinis, hasil laboratorium dan diagnosa yang ditegakkan maka kesimpulannya tidak ada hubungan (unrelated) dan merupakan dua kejadian yang tidak berhubungan,” terangnya. Prof Munar menambahkan, pihaknya juga melakukan kajian yang sama terhadap pasien lain yang terduga sakit akibat Imunisasi MR. Meski hasil diagnosa penyakitnya berbeda-beda namun secara keseluruhan mereka masih tetap belum menemukan hubungan antara imunisasi MR dengan penyakit-penyakit yang diderita anak-anak tersebut. “Semua data yang kami sampaikan ini dilakukan setelah rangkaian kajian secara akademis kepada pasien,” tegasnya. Prof Munar juga mengimbau agar anak-anak yang akan diimunisasi MR harus benar-benar dalam kondisi sehat. Bila ada anak yang baru sembuh dari sakit, setidaknya 2 minggu setelah sembuh sakit baru bisa disuntik MR. “Sebenarnya satu minggu setelah sakit juga bisa dilakukan imunisasi MR ini. Tapi kalau saya sendiri tetap menunggu 2 minggu setelah sembuh dari sakit baru bisa imunisasi MR ini supaya aman,†pungkasnya.(W07)
Baca Juga:Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
TAPSEL &ldquoTAK PERNAH SELESAI&rdquo HARUS BERUBAH MENJADI &ldquoTETAP PASTI SELESAI&rdquo
kota
sumut24.co MedanTelkomsel resmi meluncurkan Virtuship, platform magang virtual yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk merasakan
Ekbis
sumut24.co SUBULUSSALAM, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU) terus memperkuat kolaborasi dengan pemerin
News
sumut24.co MedanKehidupan pers dalam era disrupsi informasi saat ini, menuntut kecepatan dan harus adaptif dengan perkembangan zaman serta
Umum
sumut24.co MEDAN, PT PLN (Persero) memperkuat kolaborasi dengan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) guna mendukung keamanan pemb
kota
sumut24.co JakartaPerubahan gaya hidup masyarakat yang menginginkan kepraktisan dalam merencanakan perjalanan terus mendorong transformasi
Ekbis
sumut24.co ASAHAN, Tim Evaluasi Lomba TP PKK Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 turun langsung ke Kabupaten Asahan, Kamis (13/8/202
kota
sumut24.co ASAHAN, Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., secara resmi mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupat
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Tim Monitoring Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sumatera Utara melakukan kunjungan monitoring dalam rangka Hari Kes
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di lingkungan Pemerin
News