Jumat, 02 Oktober 2026

Wabup dan Ketua DPRD Hadiri Nobar G30S/PKI di Madina, Pesan Persatuan Menggema di Panyabungan

Administrator - Jumat, 02 Oktober 2026 14:27 WIB
Wabup dan Ketua DPRD Hadiri Nobar G30S/PKI di Madina, Pesan Persatuan Menggema di Panyabungan
Baca Juga:

Madina | Sumut24.co

Pemutaran film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI di Alun-alun Kota Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Rabu malam, 30 September 2026, menjadi momentum refleksi sejarah sekaligus penguatan semangat nasionalisme generasi muda.

Kegiatan yang melibatkan puluhan organisasi kepemudaan (OKP), organisasi kemasyarakatan (Ormas), serta sejumlah elemen masyarakat tersebut mengangkat tema "Madina Bersatu Anti PKI: Bersama Menjaga Sejarah, Merawat Persatuan, Menolak Kebangkitan PKI."

Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution, yang hadir dalam kegiatan itu menyampaikan bahwa pemutaran film sejarah dapat menjadi salah satu sarana untuk mengenalkan perjalanan bangsa kepada generasi muda.

Menurut Atika, pemahaman terhadap sejarah penting agar generasi penerus tidak kehilangan konteks mengenai berbagai peristiwa yang pernah membentuk perjalanan Indonesia.

"Ini merupakan salah satu pengingat sejarah dan rasa nasionalisme kita kepada bangsa dan harus diteruskan kepada anak-anak," ujar Atika.

Ia bahkan mendorong agar kegiatan pemutaran film sejarah dapat dilakukan secara rutin, khususnya setiap 30 September di lingkungan sekolah.

Menurutnya, pengenalan sejarah kepada generasi muda tidak cukup hanya melalui pembelajaran di dalam kelas. Anak-anak juga perlu mendapatkan ruang untuk memahami berbagai peristiwa sejarah melalui media yang dapat memantik diskusi dan refleksi.

Dalam kesempatan tersebut, Atika juga mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan gawai oleh anak-anak.

Pesan tersebut disampaikan karena perkembangan media sosial membuat anak-anak semakin mudah mengakses berbagai jenis informasi dan konten dari internet.

Atika meminta orang tua tidak hanya membatasi penggunaan gawai, tetapi juga ikut mendampingi anak dalam memilah informasi serta memastikan konten yang dikonsumsi sesuai dengan usia dan kebutuhan mereka.

Ketua DPRD Madina H. Erwin Efendi Lubis, S.H. turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pj. Sekda Madina Afrizal Nasution, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para pimpinan organisasi.

Erwin menekankan pentingnya menjadikan momentum pengenalan sejarah sebagai bagian dari upaya memperkuat rasa cinta tanah air dan persatuan di tengah masyarakat.

Menurutnya, generasi muda perlu memahami sejarah bangsa sekaligus mengambil nilai-nilai positif dari perjuangan para pendahulu.

"Semangat nasionalisme harus terus ditanamkan kepada generasi muda. Sejarah bukan hanya untuk dikenang, tetapi menjadi pelajaran agar kita semakin menghargai persatuan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Erwin.

Ia juga menilai kegiatan yang melibatkan berbagai organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan memiliki nilai penting karena dapat mempertemukan anak-anak muda dalam suasana kebersamaan.

Pesan serupa sebelumnya juga disampaikan Erwin dalam sejumlah kegiatan kebangsaan di Madina. Ia menekankan bahwa nasionalisme perlu diwujudkan melalui persatuan, kedisiplinan, serta kontribusi nyata bagi daerah dan bangsa.

Ketua Panitia, Magrifatullah Lubis, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda nonton bersama, tetapi juga dimaksudkan sebagai momentum refleksi sejarah dan edukasi publik.

Ia menyebut kegiatan itu digelar untuk mengenang jasa para Pahlawan Revolusi sekaligus mengenalkan sejarah kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Selain itu, kegiatan juga mengangkat sosok Jenderal Besar Dr. Abdul Haris Nasution, yang dikenal sebagai salah satu tokoh militer Indonesia dan memiliki keterkaitan kuat dengan Mandailing Natal.

"Selain itu untuk meneladan perjuangan Jenderal Besar Dr. Abdul Haris Nasution sebagai putra terbaik Mandailing serta membentengi generasi muda dari bahaya laten komunisme demi keutuhan NKRI," kata Magrifatullah.

Film Pengkhianatan G30S/PKI sendiri merupakan film dokudrama karya sutradara Arifin C. Noer yang menggambarkan versi narasi sejarah mengenai peristiwa Gerakan 30 September 1965. Film tersebut menjadi bagian dari perdebatan sejarah karena dibuat berdasarkan narasi resmi yang berkembang pada masa Orde Baru.

Karena itu, pemutaran film tersebut dalam konteks kegiatan di Madina menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk kembali membicarakan sejarah bangsa sekaligus menanamkan nilai persatuan dan kebangsaan.

Kegiatan di Alun-alun Kota Panyabungan tersebut juga diisi dengan kegiatan sosial.

DPD Ikatan Pemuda Karya (IPK) Madina menyerahkan santunan kepada 50 anak yatim. Pembagian santunan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang berlangsung bersamaan dengan agenda nonton bersama.

Selain santunan, panitia juga menyediakan sejumlah doorprize untuk masyarakat yang hadir.

Nobar film G30S/PKI tersebut terlaksana melalui kepanitiaan bersama yang melibatkan berbagai OKP, Ormas, organisasi mahasiswa, komunitas, dan lembaga masyarakat di Madina.

Sejumlah organisasi yang terlibat antara lain KNPI, Ikatan Pelajar Al-Wasliyah, IPNU, Forum Lingkar Study Tulilla, IDeA, PB Madina Institute, GMPI, GPI, TMGI, YPMH, SP3M, MCW, SIPLAH, KLIK-SK, LSM Fokrat, FITRA, AMPEL, IPK, MPC Pemuda Pancasila, dan Satma AMPI.

Kehadiran berbagai organisasi tersebut menjadi gambaran bahwa kegiatan dikemas sebagai agenda bersama lintas kelompok.

Melalui momentum tersebut, panitia berharap masyarakat, khususnya generasi muda, tidak hanya mengenal sejarah dari sisi peristiwa, tetapi juga memahami pentingnya menjaga persatuan, menghormati jasa para pahlawan, serta mempertahankan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi generasi muda yang hidup di tengah derasnya arus informasi digital, pesan yang mengemuka dari kegiatan tersebut adalah pentingnya kemampuan memahami sejarah secara kritis, bertanggung jawab, dan tetap berpegang pada semangat persatuan Indonesia.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ada Kejanggalan? Tokoh Masyarakat Minta Polisi Dalami Kematian Siswa SD di Bukit Malintang, Madina
Pemkab Madina Kejar Legalitas Tambang Rakyat, 15 Lokasi Masih Bisa Diusulkan
304 Lowongan Dibuka di Job Fair Madina, Bupati Saipullah Dorong Warga Manfaatkan Peluang Kerja
Kendaraan Dinas Diskominfo Madina Dipakai Angkut LPG Bersubsidi, Kadis: Tanpa Izin dan Langsung Ditindak
Kasus Penganiayaan Tokoh Pers oleh Oknum Polisi masih berlanjut
Sayur Madina Masuk Era AI, dari Kebun Lokal hingga Ekosistem NVIDIA dan Telkomsel
komentar
beritaTerbaru