Jumat, 02 Oktober 2026

Ada Kejanggalan? Tokoh Masyarakat Minta Polisi Dalami Kematian Siswa SD di Bukit Malintang, Madina

Administrator - Jumat, 02 Oktober 2026 14:24 WIB
Ada Kejanggalan? Tokoh Masyarakat Minta Polisi Dalami Kematian Siswa SD di Bukit Malintang, Madina
Baca Juga:

Madina | Sumut24.co

Kematian seorang siswa kelas II sekolah dasar (SD) di Kecamatan Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), menimbulkan duka sekaligus tanda tanya di tengah masyarakat.

Korban ditemukan dalam kondisi tergantung di sebuah pohon asam dan masih mengenakan seragam sekolah. Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai penyebab pasti kematian anak tersebut.

Tokoh masyarakat Kecamatan Bukit Malintang yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal periode 2009–2014, Iskandar Hasibuan, meminta aparat kepolisian melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk memastikan fakta di balik peristiwa tersebut.

Iskandar mengatakan, usia korban yang masih duduk di kelas II SD menjadi salah satu hal yang menurutnya perlu menjadi perhatian dalam proses penyelidikan.

"Rasanya tidak masuk akal seorang anak SD kelas dua nekat gantung diri. Persoalan apa yang ada di pikirannya? Apakah faktor keluarga atau ada indikasi masalah lain? Polisi wajib melakukan penyelidikan mendalam," kata Iskandar kepada wartawan di Panyabungan, Kamis (1/10) sore.

Menurut Iskandar, aparat penegak hukum perlu memastikan seluruh kemungkinan yang berkaitan dengan kematian korban diperiksa secara objektif.

Ia menilai, penyelidikan tidak cukup hanya melihat kondisi saat korban ditemukan. Berbagai aspek lain, mulai dari aktivitas korban sebelum kejadian, lingkungan keluarga, hubungan sosial, hingga keterangan saksi, menurutnya perlu dikumpulkan untuk memperoleh gambaran peristiwa secara utuh.

Iskandar menegaskan bahwa permintaan tersebut bukan untuk menyimpulkan penyebab kematian sebelum adanya hasil penyelidikan, melainkan agar masyarakat memperoleh penjelasan yang berdasarkan fakta dan bukti.

"Yang paling penting adalah bagaimana kasus ini bisa diungkap secara terang. Jangan sampai ada pertanyaan yang kemudian tidak mendapatkan jawaban," ujarnya.

Iskandar juga menyinggung kasus kematian seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terjadi pada Januari 2026.

Menurut dia, adanya kasus serupa membuat masyarakat perlu mendapatkan penjelasan yang jelas mengenai setiap fakta dalam kasus di Bukit Malintang.

Namun demikian, ia berharap penyelidikan terhadap kasus di Madina dilakukan berdasarkan bukti dan fakta yang ditemukan di lapangan, bukan semata-mata berdasarkan kemiripan dengan kasus lain.

Sebagai putra daerah Bukit Malintang, Iskandar meminta kepolisian bersama aparat pemerintahan setempat memberikan perhatian serius terhadap kasus tersebut.

"Saya sebagai putra daerah Bukit Malintang sangat berharap kepada pihak kepolisian dan aparat desa setempat untuk serius serta transparan dalam mengungkap kasus ini hingga tuntas," katanya.

Di tengah keresahan masyarakat, Iskandar tetap menyatakan kepercayaannya terhadap aparat kepolisian dalam menangani perkara tersebut.

Ia berharap Kapolres Mandailing Natal dan jajaran Satreskrim dapat bekerja secara profesional serta memastikan proses penyelidikan dilakukan sesuai prosedur.

"Terus terang, saya sangat optimis kepada jajaran kepolisian, khususnya Kapolres Madina dan Kasat Reskrim. Saya yakin dengan profesionalisme yang dimiliki, mereka mampu mengungkap tabir di balik kematian siswa SD ini secara terang-benderang," pungkasnya.

Hingga kini, penyebab pasti kematian korban tetap menjadi hal yang dinantikan penjelasannya oleh masyarakat. Hasil penyelidikan dan pemeriksaan aparat kepolisian diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum korban ditemukan meninggal dunia.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Wabup dan Ketua DPRD Hadiri Nobar G30S/PKI di Madina, Pesan Persatuan Menggema di Panyabungan
Pemkab Madina Kejar Legalitas Tambang Rakyat, 15 Lokasi Masih Bisa Diusulkan
304 Lowongan Dibuka di Job Fair Madina, Bupati Saipullah Dorong Warga Manfaatkan Peluang Kerja
Kendaraan Dinas Diskominfo Madina Dipakai Angkut LPG Bersubsidi, Kadis: Tanpa Izin dan Langsung Ditindak
Kasus Penganiayaan Tokoh Pers oleh Oknum Polisi masih berlanjut
Sayur Madina Masuk Era AI, dari Kebun Lokal hingga Ekosistem NVIDIA dan Telkomsel
komentar
beritaTerbaru