Selasa, 12 Mei 2026

DLH Kota Solok kunjungan Disetiap Kelurahan Bank Sampah

Administrator - Sabtu, 24 Juni 2023 06:11 WIB
DLH Kota Solok kunjungan Disetiap Kelurahan Bank Sampah

 

Baca Juga:

Kota Solok I Sumut24.co

Untuk melakukan pembinaan Bank Sampah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solok melakukan kunjungan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap penanganan sampah yang ramah lingkungan serta untuk mendorong terbentuknya bank sampah di setiap kelurahan dan sekolah,

Dijelaskan Pembinaan Bank Sampah diselenggarakan salah satunya di Bank Sampah Hanasty yang dijadikan sebagai bank sampah induk Kelurahan Tanah Garam, Lapak Gurun Bagan, Lapak Rifa, Dasawisma Anggrek Tanjung Paku dan MTsN Kota Solok.

Pembinaan ini dilaksanakan Kamis 22/6) oleh Bidang Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup Kota Solok,

Kegiatan ini dipimpin oleh Pengawas Lingkungan Hidup Ahli Muda, Forget Siswanto, SH dan didampingi oleh Desi Refniwati, SP, Yudhi Raviano, SE, Joko Endar Prayogi, SP, Masrial, A.Md, Delvina Febriani, SE, Ali Usman, Yulhendra Adhari, A.Md.Kom selaku staf Bidang Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Diungkapkan,salah satu faktor pemicunya banyak Bank Sampah di Kota Solok, baik milik pribadi maupun binaan di sekolah yang sudah tidak berfungsi lagi, salah satu faktor adalah harga jual turun namun biaya kirim tinggi, sehingga banyak dari mereka yang menimbun stok sampahnya di gudang,” ujar Forget Siswanto.

Berdasarkan hasil kunjungan ke Bank Sampah Hanasty, Sigit menyampaikan, omset Bank Sampah akhir-akhir ini berkurang, namun stok di gudang melimpah, biaya yang ia keluarkan untuk ongkos kirim juga relatif tinggi, seperti pembeli dari luar daerah yaitu Padang, Medan dan Bekasi mematok dengan harga murah, sehingga berpengaruh ke pemasok dan ia lebih memilih menyimpan barang di gudang.

Menananggapi hal itu, pihak DLH mengatakan akan terus memikirkan cara untuk pembinaan terhadap Bank Sampah baik mandiri maupun di sekolah agar dilakukan secara terus menerus.

“Kami kini berupaya mencari solusi terhadap pemasaran kompos serta pembinaan terhadap Bank Sampah, seperti di sekolah kami menemukan permasalahan walaupun telah dilakukannya pembinaan, namun pihak sekolah sulit melakukan pembinaan kembali terhadap siswa yang baru setiap tahunnya, dan masyarakat pun masih banyak yang belum yakin dengan kompos,” tambahnya.

Diungkapkan, salah satu sekolah yang dulu pernah aktif terhadap pengomposan adalah MTsN, namun sempat vakum karena dampak Covid-19, dan untuk memulai kembali butuh waktu untuk melakukan pembinaan.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) disebutkan bahwa sumber utama sampah nasional yaitu 36% dari kegiatan rumah tangga.

Oleh karena itu, pendekatan pengelolaan sampah harus dilakukan pada sumbernya dan berbasis partisipasi masyarakat. Caranya dengan menerapkan prinsip 3R yakni reduce, reuse, dan recycle melalui pembangunan Bank Sampah di permukiman masyarakat.

Pengelolaan sampah dengan sistem Bank Sampah diharapkan mampu membantu pemerintah kota dalam mengatasi permasalahan sampah, sekaligus juga memberikan dampak sosial, ekonomi dan lingkungan. (YOSE

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PT.Japfa aksi Peduli Penanganan Sampah Bersama Masyarakat Di Danau Toba.
Penyidik Polres Batubara Diduga Alergi Wartawan Ditanya Soal Junaini Ditetapkan Tersangka, Halomoan Gultom : Gak Ada Hak Bapak Tanyakan Itu
Kadis Kesehatan drg Irma Suryani MKM mencanangkan Kesatuan Gerak PKK KB
Kejatisu Pastikan Soal Dugaan Korupsi PUPR Sumut Tuntas,   Mulai Kepemimpinan Bambang Pardede & Marlindo Harahap jadi sorotan
Ketua Pewarta Berikan Baju Kebesaran ke Kasi Humas dan Kanit Paminal Polrestabes Medan
Jumat Barokah dan Sambut HUT ke-7 Pewarta.co, Ketua Pewarta Bagi-bagi Sembako ke Pengemudi Betor dan Jukir
komentar
beritaTerbaru