Lindungi Kesehatan Siswa, Disdikbud Madina Terapkan PJJ 15–17 Oktober 2026
Lindungi Kesehatan Siswa, Disdikbud Madina Terapkan PJJ 15&ndash17 Oktober 2026
News
Baca Juga:
Panyabungan,Sumut24.co
Bupati Mandailing Natal (Madina) membuka Desiminasi Integrasi IMUT (Ikan, Manggot, Unggas dan Tanaman) dalam mengatasi masalah kerawanan pangan untuk pencegahan stunting di Aula Kantor Bupati, Desa Parbangunan, Panyabungan, Senin (8/8/22).
Turut hadir pada kegiatan tersebut, Ketua TP PKK Madina Eli Mahrani Jafar Sukhairi Nasution, Asisten II Sekdakab Madina, Direktur Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unimed, Ketua Satgas Stunting Madina, Ketua PD IBI Sumut dan Ketua PD IBI Madina.
Sukhairi menyampaiman berdasarkan data hasil dari SSGBI (Study Status Gizi Balita Indonesia) pada tahun 2019 prevalensi stunting di Sumut menduduki urutan ke-13 dari 34 provinsi yang ada di Indonesia yaitu 30.11%, lebih tinggi dari cakupan Nasional (27.67%)
Lebih lanjut,Sukhairi mengatakan stunting tahun 2021 berdasarkan hasil SSGI terjadi penurunan revalensi balita stunting di Sumut yang menduduki urutan ke-17 yaitu 25.8% akan tetapi masih lebih tinggi dari cakupan Nasional sebesar 24. 4%, Kabupaten Madina adalah daerah yang prevalensi stunting tertinggi sekitar 47.7%.
Gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, menurut Sukhairi, merupakan kondisi yang tidak bisa dibiarkan, pemerintah lebih memfokuskan kegiatan untuk menurunkan angka stunting.
Untuk itu, Sukhairi mengatakan Pemkab Madina bekerja sama dengan Poltekkes Kemenkes dan FKM USU melaksanakan penelitian ADB.
“Kita harus bisa menggandeng banyak pihak, yang akan bekerja sama untuk saling bersinergi titik di Tahun 2022 ini,” lanjutnya.
Sukhairi mengatakan TP PKK Madina juga telah memiliki program yang turun langsung ke masyarakat untuk menurunkan angka stunting.
“Stunting ini akibat dari pada pola hidup terutama kurangnya sarana prasarana penjaga yang kurang memadai,” kata Sukhairi.
Kabupaten Madina, kata Sukhairi selain fokus pada pembangunan, fokus juga pada kebersihan lingkungan, kebersihan sungai, dan pembuangan limbah.
“Kita diluar infrastruktur untuk mengatasi lingkungan hidup yang menghawatirkan, kebersihan lingkungan, aliran sungai dan pembuangan limbah yang tidak teratur ini menjadikan Madina di posisi angka stunting yang tinggi,” lanjutnya.
Lebih lanjur, Sukhairi menyampaikan ada 17 OPD yang ikut berperan aktif untuk menurunkan angka stunting. #MadinaBersyukurMadinaBerbenah
Lindungi Kesehatan Siswa, Disdikbud Madina Terapkan PJJ 15&ndash17 Oktober 2026
News
HMI dan IPNU Madina Gelar Seminar Bahaya Narkoba, Bupati Saipullah Tekankan Peran Keluarga
News
Kegiatan Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) 2026 Resmi Ditutup Oleh Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM,
News
Silek Tuo Pelestarian Warisan Budaya Minangkabau
News
Maling Sawit di Perkebunan Sei Semayang Ditangkap Polsek Medan Sunggal
News
Rp20 Miliar Disebut Telan Dana, Stadion Sangnaualuh Kembali Disuntik Rp7,39 Miliar Manson Purba Desak APH Usut Dugaan Korupsi
News
JAKARTA SUMUT24.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar dan sejumlah emas dalam operasi tangkap tang
Hukum
Dr. Ramces Pandiangan Bersuara Keras, Dugaan Pengerusakan oleh Satpol PP Deli Serdang Kini Dilaporkan ke Polisi
News
FABEM SUMUT DAN MASKER PRAGI UCAPKAN SELAMAT BERTUGAS DIRUT PT.PLN SUROSO ISNANDAR
News
D&rsquoLegends Sumut Serahkan Sertifikat Touring Medan&ndashBanda Aceh, Kurniawan Tekankan Semangat Persaudaraan
News