Rombongan UAS Dihadang Massa di Kutai Barat, Polisi: Tabligh Akbar Tetap Berjalan Kondusif
Rombongan UAS Dihadang Massa di Kutai Barat, Polisi Tabligh Akbar Tetap Berjalan Kondusif
kota
Medan I Sumut24.co Dugaan persaingan jabatan hingga berdampak pada ‘sikut-sikutan’ dengan memunculkan isu jual beli proyek di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi mencuat ke permukaan.
Baca Juga:
Pasalnya, salah seorang oknum berinisal (YL), mengaku mendapat proyek disalah satu divisi Di PDAM Tirtanadi, perusahaan plat merah milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) tersebut, membeberkan rincian pengerjaan proyek serta fee yang diperoleh.
Oknum YL tersebut, diketahui mendapat proyek pembuatan pagar precast di Instalasi Pengeloaann Air Minum (IPAM) Martubung bernilai ratusan juta yang, persetujuan usulan proyeknya dibagian Divisi Produksi Air Minum Kepala Divisi (Kadiv) Pengolahan Air Minum (PAM) yang dipimpin Muhammad AS.
Buruknya, oknum YL justru memburukkan nama divisi lain secara terang-terangan di publik.
“Kondisi sekarang sangat sulit disini, kasihan saya lihat bapak Kadiv yang jadi korban indikasi fitnah oknum YL tersebut. Dia dapat proyek dari pak Arief. “Ujar sumber yang merupakan salah seorang pegawai yang bekerja di PDAM yang tidak ingin namanya disebutkan, Kamis (11/11/2021) di Medan.
Dipaparkan secara detail oleh sumber, Oknum YL awalnya tidak direstui oleh Kepala Divisi IPAM Arief Siregar sebagai penerima proyek pembuatan pagar precast di Instalasi IPAM Martubung.
Diduga, Kadiv IPAM Arief Siregar yang informasinya sudah memiliki rekanan tetap berinisial FI di PDAM Tirtanadi, merasa terganggu dengan adanya kehadiran dan desakan oknum YL, untuk mengerjakan proyek pembuatan pagar precast di Instalasi di PAM Martubung tersebut.
“Saya dengar infonya, Oknum YL ini mengaku dan menuding bahwa dia dapat info dari Kadiv dibagikan lain. Diduga pak Arief Siregar tidak terima atas informasi proyek tersebur disampaikan kepada Oknum YL, sehingga ada dugaan oknum YL mendapat iming-iming dapat tambahan paket dengan indikasin permintaan menyerang kembali Kadiv yang saat ini dituding sebagai pembeli proyek serta pemodal oknum YL.”Tegas sumber yang merupakan pria paruh baya itu dengan nada kesal.
Oleh karena itu, lanjut Sumber, besar harapan beliau Dewan Pengawas Tirtanadi diminta memeriksa Arief Siregar atas pertanggungjawaban pengerjaan proyek pembuatan pagar precast di Instalasi di IPAM Martubung tersebut.
Jika dibiarkan, bisa menjadi sorotan aparat penegak hukum hingga merusak citra Dirut PDAM Tirtanadi Kabir bahkan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut yang saat ini menjadi pemimpin di Pemprovsu.
Terpisah, maraknya Isu jual beli proyek yang dibenarkan oknum YL ini sudah viral dan kerap menjadi sorotan.
Kadiv Umum PDAM Tirtanadi Nurlin sempat membantah adanya tudingan jual beli proyek di PDAM Tirtanadi dibawah kepemimpian Kabir Bedi.
“Tidak ada ada itu bang, fitnah itu”pungkas Kadiv Umum Nurlin disalah satu medis lokal di Sumut.
Dugaan kasus jual-beli proyek di perusahaan plat merah PDAM Tirtanadi Sumut kian memanas dan berbuntut panjang serta mendapat sorotan sinis dari kalangan masyarakat Sumut khususnya Kota Medan. Sementara Direktur Utama PDAM Tirtanadi Sumut Kabir Bedi, membantah bahwa bawahannya tidak ada melakukan transaksi jual-beli proyek dan akan mengenakan sanksi tegas jika terbukti.
Terpisah, Yudi Lipek kepada wartawan di Medan, Selasa (5/10/2021) menyebutkan, akan membawa masalah dugaan jual-beli proyek ke ranah hukum. “Kita mempunyai bukti awal yang kuat antara saya dan Kadiv Umum sesuai bukti screenshot percakapan dan rekening koran bukti transferan kepada saya,†tegas Yudi.
Percakapan di WhatsApp itu, jelas Yudi lagi, antara lain menagih sisa utang dari menjual proyek pengerjaan pagar di Kantor UPT PDAM Matubung senilai Rp269 juta dengan rincian : Nilai Proyek Rp 269.000.000,- potong pajak 12,5% (PPn + PPh) total Rp 33.625.000,- jadi nilai proyek setelah potong pajak Rp 235.375.000,- dijual ke pihak lain 10% dan hasil penjualan 10% Rp 23.537.500,- untuk dirinya.
Namun melihat percakapan melalui Screenshot di WhatsApp antara Yudi dengan salah seorang pejabat umum di PDAM Tirtanadi Sumut untuk pembayaran sudah dicicil sebayak tiga kali tampa diberikan Surat Perintah Kerja (SPK) sebagai bukti awal untuk melaksanakan pekerjaan tersebut. Pembayaran pertama Rp 15 jt pembayaran ke dua 2 jt dan pembayaran ke tiga 2,5 jt jadi total fee yang sudah dibayarkan kepada Yudi sebesar Rp.19,5 jt dari Rp 23.537.500,-
Yudi menjelaskan lagi, sisa pembayaran kekurangan Rp4,3 juta belum dibayarkan. Hal itu terbukti fee yang sudah dikirimkan itu melalui transfer bank dan diperkuat oleh print out rekening koran. “Sudah ku transfer nanti ini dicocokkan,†kata Yudi menirukan ucapan pejabat umum tersebut. Saksi sangat banyak. Artinya, untuk membantah hal itu hak dia. Kita serahkan bukti-bukti ke penyidik dan Kadiv Umum akan diperiksa penyidik nanti, Bukti-bukti akan diserahkan benar atau tidak dia mafia proyek di Tirtanadi,†imbuh Yudi.
Tentang hal itu, kuncinya di Kadiv Umum, karena setiap membagikan proyek minta izin dari Dirut. Dalam percakapan WA, kapan, aku tanyakan bos. Atau Tirtanadi tahu aku punya kerja di Tirtanadi dan ada percakapan dengan Kepala cabang Martubung.
Makanya, boleh-boleh saja hal ini dibantah. Silahkan dia membantah. Karena saya mempunyai dan didukung bukti yang kuat selain screenshot dan direkening koran milik saya. Bukti itu saya serahkan dengan tim pengacara, kita buktikan kebenaran itu. Tunggu tanggal mainnya kalau ditangani oleh penyidik nanti. Lagian, mengapa dia (red-dirut) mengutus orang untuk membujuk saya. Kalau itu tidak benar,†tandas Yudi.tim
Rombongan UAS Dihadang Massa di Kutai Barat, Polisi Tabligh Akbar Tetap Berjalan Kondusif
kota
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota Tanjungbalai memanfaatkan ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke50 sebagai sarana memperkenalk
News
Wagub Sumut Surya Jajal Membatik di Stan Taman Budaya, Tegaskan Komitmen Lestarikan Warisan Budaya
kota
Buka PRSU ke50, Wagub Sumut Surya Tegaskan PRSU Jadi Etalase Pembangunan dan Penggerak Ekonomi Daerah
kota
115 Wartawan Kawal Publikasi PRSU Emas, Pemprov Sumut, PPSU dan FWP Perkuat Kolaborasi Informasi
kota
sumut24.co JAKARTA, Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan tarif listrik PT PLN (Persero) Triwulan
News
sumut24.co JAKARTA, Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan tarif listrik PT PLN (Persero) Triwulan
News
sumut24.co MEDAN, Bupati Kabupaten Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos, M.Si, turut hadir dalam acara Pembukaan Pekan Raya Sumatera Utara (P
News
sumut24.co BATUBARA PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan operasional yang aman, produktif,
News
Rokok Polosan Tanpa Cukai Kian Marak di Medan
kota