JAKARTA | SUMUT24
Baca Juga:
Masa kontrak bagi hasil produksi minyak dan gas bumi PT Chevron Pacific Indonesia (CPI), operator Blok Rokan, Riau, telah berakhir, bulan lalu tepatnya Minggu 8 Agustus . Dan mulai Senin (9/8), pengelolaan Blok Rokan diambil alih PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).
PT PLN memastikan keandalan pasokan listrik untuk wilayah kerja (WK) Rokan, sebagai bukti nyata mendukung keberlanjutan blok migas yang menyumbang 25 persen dari total produksi minyak nasional.
PLN resmi mulai mengalirkan listrik dan uap ke WK Rokan mulai 9 Agustus 2021 jam 00.00 WIB. Ini menjadi tonggak sejarah penting bagi Indonesia. Sebab sejak 1951 dikelola Chevron, akhirnya blok migas terbesar di Indonesia tersebut kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, kata Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini dalam relis yang disampaikan Manager Komunikasi PLN UIW Sumut Yasmir Lukman di Medan, kemaren.
Zulkifli Zaini mengatakan bagi PLN, ini merupakan pembuktian Indonesia mampu mengelola pembangkit untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah kerja migas skala besar, seperti Blok Rokan.
Guna menjamin pasokan listrik dan uap dalam operasional WK Rokan, PLN dan PHR telah menyepakati dan menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dan Uap (PJBTLU) pada 1 Februari 2021 lalu. Dalam melayani kebutuhan listrik dan uap WK Rokan, PLN merencanakan 2 tahap yaitu masa transisi dan masa permanen.
Pada masa transisi, PLN memanfaatkan pembangkit listrik eksisting yang akan berlangsung selama 3 tahun. PLN sendiri telah mengakuisisi saham perusahaan pembangkit eksisting yang selama ini melistriki WK Rokan, yaitu PLTG North Duri Cogen 300 MW dan didukung PLTG Minas dan Central Duri sebesar 130 MW.
“Jangka pendek, PLN menggunakan listrik dari pembangkit yang selama ini sudah dipasok ke Rokan, sambil tiga tahun ini kami menyiapkan jaringan listrik untuk menghubungkan WK Rokan dengan sistem kelistrikan Sumatera,” ujar Zulkifli.
PLN juga, katanya, akan mengambil dari Sistem Sumatera yang sudah cukup besar kesediaan dayanya dan sistemnya, baik di suplai dari sistem dari Selatan maupun Utara melalui sistem 275 KV dan akan menjadi 500 KV. (C04)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News