Selasa, 20 Oktober 2026

Menuju Indonesia Emas 2045, TPI Medan Dorong Santri Berilmu, Berakhlak, dan Berdaya Saing

Administrator - Selasa, 20 Oktober 2026 01:31 WIB
Menuju Indonesia Emas 2045, TPI Medan Dorong Santri Berilmu, Berakhlak, dan Berdaya Saing
MEDAN – Peringatan Hari Santri Nasional Kota Medan 2026 menjadi momentum memperkuat peran pondok pesantren dalam mencetak generasi berilmu, berakhlak mulia, dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan istighosah dan Haflah Al-Qur'an yang digelar Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah Taman Pendidikan Islam (TPI) Medan, Senin (19/10/2026) malam.

Baca Juga:

Mengusung tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas", kegiatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi antara keluarga besar pesantren, pemerintah, Kementerian Agama, unsur TNI-Polri, ulama, dan masyarakat dalam mendukung kemajuan pendidikan pesantren.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum Pengurus Pusat Taman Pendidikan Islam (PP TPI), Prof. Dr. Ismet Danial Nasution, Ph.D., Sp.Pros(K); Ketua I dan II TPI, H. Ikrom Helmi Nasution, S.H.; Sekretaris Jenderal MUI Kota Medan, Dr. H. Muhammad Amar Adli, Lc., M.A.; Direktur Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah TPI Medan, Dr. H. Yose Rizal, S.H., M.H.; serta Sekretaris Umum TPI Medan, Dr. H. Ahmad Suhaimi, M.A.
Turut hadir perwakilan Kapolda Sumatera Utara, AKBP Arie Sofandi Paloh; perwakilan Kapolrestabes Medan yang diwakili Kapolsek Medan Kota, AKP Feriawan, S.H.; perwakilan Dandim Medan yang diwakili Danramil Medan Kota, AKP Heri Soesilo; Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Impun Siregar; Ustaz Abdil Muhadir Ritonga; qari Adnan Tumangger; para ulama dan pimpinan pondok pesantren se-Kota Medan, asatiz, ustazah, serta keluarga besar Taman Pendidikan Islam.

Ismet Danial: Santri Harus Berperan Aktif Membangun Negeri

Ketua Umum PP TPI, Prof. Dr. Ismet Danial Nasution, menegaskan bahwa santri memiliki peran strategis dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, santri tidak hanya dituntut menguasai ilmu agama, tetapi juga harus mampu mengambil bagian dalam berbagai bidang kehidupan serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Ia menjelaskan, sejak berdiri pada 1 Mei 1950, TPI terus berkomitmen mengisi kemerdekaan melalui tiga program utama, yakni pendidikan, dakwah, dan ibadah sosial.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai unit pendidikan di lingkungan TPI, termasuk Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah TPI Medan.
Ismet menyebutkan, pesantren tersebut telah meluluskan 947 alumni yang kini berkiprah di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, institusi pendidikan, TNI, Polri, hingga organisasi kemasyarakatan.

Capaian itu menjadi bukti bahwa pendidikan pesantren memiliki peran penting dalam melahirkan sumber daya manusia yang berilmu, berkarakter, dan siap mengabdi kepada masyarakat.

Karena itu, ia berharap pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan memberikan dukungan lebih besar terhadap pengembangan pesantren, baik dalam peningkatan kualitas pendidikan, pembentukan karakter, maupun penguatan kemampuan santri untuk menghadapi tantangan zaman.
Ia menekankan, peringatan Hari Santri Nasional tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pesantren, pemerintah, dan masyarakat.

Kolaborasi tersebut dinilai penting agar santri memiliki kesempatan lebih luas untuk berkembang, berinovasi, dan mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Kemenag Medan Dorong Kemajuan Pesantren
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Impun Siregar, menyampaikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah TPI yang menjadi tuan rumah peringatan Hari Santri Nasional Kota Medan 2026.

Ia mengungkapkan, selama hampir delapan tahun menjalankan tugas sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, kegiatan tersebut menjadi kali kedua dirinya menghadiri peringatan Hari Santri Nasional dengan Darul Hikmah TPI sebagai tuan rumah.

Impun mengakui bahwa perhatian dan dukungan terhadap pengembangan pondok pesantren masih perlu terus ditingkatkan.
Karena itu, ia berharap penguatan kelembagaan di lingkungan Kementerian Agama, termasuk melalui Direktorat Jenderal Pesantren, dapat semakin mendorong kemajuan pesantren di seluruh Indonesia.

Menurutnya, pesantren memiliki sejarah panjang dalam pendidikan dan perjuangan bangsa, bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka.

Kontribusi para alumni pesantren yang berkiprah di berbagai bidang menjadi bukti pentingnya pendidikan berbasis keagamaan dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
Dalam kesempatan tersebut, Impun juga mengungkapkan kedekatan pribadinya dengan Darul Hikmah TPI. Anak pertamanya merupakan alumni pesantren tersebut dan kini bekerja di lingkungan Kementerian Agama Kota Medan.

Pengalaman itu, menurutnya, turut memperlihatkan bagaimana pesantren dapat menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang memiliki bekal ilmu, karakter, dan kesiapan untuk mengabdi kepada masyarakat.

Polda Sumut Ingatkan Bahaya Narkoba dan Penipuan Digital
Perwakilan Polda Sumatera Utara, AKBP Arie Sofandi Paloh, menekankan pentingnya membangun kedekatan antara polisi dan masyarakat melalui semangat Polri hadir bersama masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga mencakup edukasi, pembinaan, dan pencegahan berbagai persoalan sosial.

Menurutnya, santri dan santriwati merupakan generasi potensial yang perlu mendapatkan dukungan agar mampu berkiprah dalam berbagai profesi, termasuk menjadi anggota Polri.
Berdasarkan pengalamannya bertugas di Aceh selama kurang lebih delapan tahun, termasuk sekitar empat setengah tahun menangani proses penerimaan anggota Polri, ia menyaksikan banyak calon anggota yang berasal dari lingkungan pesantren.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa lulusan pesantren memiliki potensi untuk berkontribusi dalam berbagai bidang apabila memperoleh kesempatan dan penilaian yang objektif sesuai ketentuan.

Selain mendorong pengembangan potensi generasi muda, Arie mengingatkan ancaman penyalahgunaan narkoba yang dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat, termasuk lingkungan pendidikan.
Ia mengajak para ustaz dan ustazah memperkuat edukasi mengenai bahaya narkoba serta membimbing santri agar mampu memilih pergaulan yang baik dan berani menolak ajakan yang dapat merusak masa depan.

Arie juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai berbagai modus penipuan daring, mulai dari penipuan jual beli barang hingga kejahatan yang memanfaatkan komunikasi dan kepercayaan melalui media sosial.

Para orang tua diminta meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas digital anak-anak. Sementara itu, para santri diimbau agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta tidak sembarangan membagikan data pribadi.
Ia turut menekankan pentingnya literasi digital untuk mencegah penyebaran hoaks dan konten yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pembentukan generasi unggul tidak hanya membutuhkan penguasaan ilmu pengetahuan dan agama, tetapi juga kesadaran terhadap ancaman sosial serta kemampuan menggunakan teknologi secara bijak.

Ustaz Abdil Muhadir Ritonga Tekankan Akhlak dan Kemandirian Santri
Dalam tausiyahnya, Ustaz Abdil Muhadir Ritonga menyampaikan nasihat kepada seluruh santri dan santriwati agar senantiasa menjaga akhlak, menghormati guru, menyayangi sesama teman, saling memaafkan, serta mengamalkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menegaskan bahwa pendidikan pesantren tidak hanya bertujuan membekali santri dengan ilmu agama, tetapi juga membentuk karakter agar menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian sosial.

Menurutnya, ilmu yang tinggi harus berjalan seiring dengan akhlak yang mulia. Santri tidak cukup hanya memahami ajaran agama, tetapi juga harus mampu menerapkannya melalui sikap, perkataan, dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari.
Ustaz Abdil Muhadir juga mengingatkan para santri agar meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, menghargai orang lain, bersikap rendah hati, serta membiasakan diri berbuat baik kepada siapa pun.

Sikap saling menghormati, menyayangi, dan memaafkan merupakan bagian penting dalam membangun persaudaraan di lingkungan pesantren.

Dengan nilai-nilai tersebut, pesantren diharapkan menjadi tempat tumbuhnya generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan spiritual, tetapi juga matang dalam kepribadian.
Ia berharap seluruh santri mampu menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman hidup sehingga kelak tumbuh menjadi generasi berilmu, berakhlak mulia, mandiri, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan agama.

Perkuat Sinergi untuk Mewujudkan Indonesia Emas

Rangkaian kegiatan istighosah dan Haflah Al-Qur'an dalam rangka Hari Santri Nasional 2026 di Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah TPI Medan menjadi momentum untuk kembali menegaskan pentingnya pendidikan pesantren dalam membangun masa depan bangsa.
Pesan yang mengemuka dari para tokoh yang hadir menegaskan bahwa kemajuan pesantren membutuhkan dukungan bersama, mulai dari peningkatan mutu pendidikan dan pembentukan karakter hingga perlindungan generasi muda dari ancaman narkoba, penipuan digital, serta penyalahgunaan teknologi.

Santri diharapkan tidak hanya menjadi generasi yang kuat dalam pemahaman agama, tetapi juga memiliki kompetensi, kemandirian, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Melalui kolaborasi antara pesantren, pemerintah, aparat keamanan, ulama, dan masyarakat, semangat Hari Santri Nasional diharapkan dapat diwujudkan dalam langkah nyata untuk melahirkan generasi unggul yang mampu menjaga nilai-nilai keagamaan sekaligus berkontribusi bagi kemajuan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PPMDH TPI Medan Gelar Pesta Kuliner Kemerdekaan, Santri Diajak Jadi Generasi Penerus Bangsa
Gema Santri Nusa Apresiasi Silaturrahim Kapolri, Panglima TNI, dan Jaksa Agung: Perkuat Sinergi dan Kepercayaan Publik
Setiap Rupiah Anggaran MBG Harus Sampai ke Piring Anak dan Santri Indonesia
Hebat! 17 Santri Darussalam Parmeraan Paluta Diterima di Universitas Al-Azhar Kairo
Semangat Santri, Semangat Kebangsaan: AKBP Wira Prayatna Pimpin Apel Hari Santri Nasional di Ponpes Al-Ansor Padangsidimpuan
Bupati Asahan Tegaskan Peran Strategis Santri dalam Membangun Indonesia Berkeadaban
komentar
beritaTerbaru