Kejaksaan Sita Lebih dari 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron alias Aon untuk Bayar Uang Pengganti Korupsi
Kejaksaan Sita Lebih dari 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron alias Aon untuk Bayar Uang Pengganti Korupsi
kota
Deliserdang I Sumut24.co Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Deliserdang Edison Tamba menegaskan, adanya dugaan penggelapan traktor sawah tak jelas sampai sekarang dimana rimbanya yang dibeli dari dana Bumdes Desa Serdang kecamatan Beringin senilai Rp 200 Juta sangat kita kesalkan, kalau itu benar terjadi kita minta Kejari DS agar segera memanggil Kades Serdang Henri Habeaan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dihadapan hukum, tegasnya kepada wartawan, Sabtu (4/9).
Baca Juga:
- Kejaksaan Sita Lebih dari 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron alias Aon untuk Bayar Uang Pengganti Korupsi
- Kisah Percintaan Bella Olivia Putrisanni & Fahdi Saidi Lubis, Dua Hati, Satu Frekuensi
- Bupati Pakpak Bharat Hadiri Kunjungan Direktur Kementan, Dorong Kebangkitan Kopi sebagai Penopang Ekonomi
Menurutnya, Penggelapan traktor untuk masyarakat adalah pidana, karena dana pembelian itu adalah dibeli dengan uang negara atau uang rakyat, namun bukan diperuntukkan untuk kades pribadi, apalagi wujudnya sampai sekarang tidak jelas sehingga tidak bisa digunakan oleh masyarakat, ucapnya.
Kita berharap aparat penegak hukum, inspektorat segera memanggil kades tersebut, karena tindakannya sudah melawan hukum yang diduga telah merugikan negara. kits juga berharap agar hukum benar-benar ditegakkan agar menjadi efek jera bagi yang lainnya.
Diketahui, traktor rotari dibeli pada bulan September 2018 dan sudah mulai beroperasi,tapi sampai sekarang traktor tersebut tidak jelas keberadaanya sehingga tidak membawa manfaat bagi masyarakat. begitujuga laporan dana Bumdes juga tidak jelas sampai sekarang. Usut punya usut rupanya ketua Bumdes nya merupakan ayah kandung sang Kades.
Dugaan penyelewengan Dana BUMDes terbongkar, karena masyarakat sempat mempertanyakan keberadaan traktor yang tidak pernah kelihatan selama ini, namun tidak ada jawaban yang jelas dari sang Kades kepada masyarakat.
Traktor Rotari merupakan aset BUMDes yang sampai sekarang tidak jelas keberadaannya sehingga jelas kades akan menuai proses hukum. Warga Serdang yang enggan disebutkan namanya mengatakan, sudah hampir tiga tahun traktor bajak sawah itu tidak kelihatan, padahal sebagai masyarakat kami ingin memakaiannya untuk membajak sawah, karena traktor itu dibeli untuk masyarakat bukan untuk pribadi kades, ungkapnya.
Sementara itu Kades Serdang Habehaan dikonfirmasi terkait hal tersebut sedang tidak berada dikantornya, begitujuga Sekdes dihubungi melalui telepon selulernya tidak menjawab.tim
Kejaksaan Sita Lebih dari 104 Ton Timah Milik Terpidana Tamron alias Aon untuk Bayar Uang Pengganti Korupsi
kota
Kisah Percintaan Bella Olivia Putrisanni & Fahdi Saidi Lubis, Dua Hati, Satu Frekuensi
Seleb
Bupati Pakpak Bharat Hadiri Kunjungan Direktur Kementan, Dorong Kebangkitan Kopi sebagai Penopang Ekonomi
kota
KUASA HUKUM GURU HONOR NILAI PENGADILAN TIPIKOR MEDAN TAK BERWENANG MENGADILI PERKARA GURU HONOR
kota
Jakarta, Musikal Senja Teduh Pelita resmi memulai rangkaian pertunjukannya di GrahaBhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada 3 hing
Wisata
Jakarta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Komisi IX DPR RI dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sepakat memperkuat
News
Jakarta, PT TransNusa Aviation Mandiri (TransNusa) terus memperluas jaringan penerbangannya melalui pembukaan satu rute internasional baru J
News
Jakarta, SeaBank Indonesia merayakan lima tahun perjalanannya sebagai salah satu pelopor layanan perbankan digital di Indonesia dengan m
Ekbis
Lombok Tengah Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak perusahaanperusahaan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika bergabung dalam
Politik
Bekasi Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan bahwa setiap investasi harus memberikan dampak nyata bagi penciptaan lapangan kerja ber
News