Baca Juga:
PADANGSIDIMPUAN I SUMUT24.co
Masyarakat kota Padangsidimpuan sekali lagi harus mengelus dada terkait pelayanan RSUD KOTA PADANG SIDIMPUAN. Alat yang seharusnya menjadi salah andalan pelayanan RSUD kota Padangsidimpuan berupa mesin Hemodialisa ini berhenti beroperasi terhitung hari ini tgl 3 sept 2021.
Mesin yang berfungsi sebagai ginjal artifisial (ginjal buatan) ini dapat menyingkirkan zat-zat kotor, garam, serta air berlebih yang ada di dalam darah pengidap.
pemesanan BHP HEMODIALISA tahun 2018/2020 tak kunjung dibayarkan, sehingga alat tersebut tak kunjung dikirimkan ke RSUD PADANGSIDIMPUAN guna penunjang alat cuci darah sehingga pelayanan rumah sakit umum kepada masyarakat khususny alat pencuci darah terganggu. Inilah menunjukkan buruknya pelayanan rumah sakit umum kota sidimpuan, masyarakat bertanya tanya kenapa manajemen RSUD PADANG SIDIMPUAN sampai tidak bisa mengoperasikan Mesin HEMODIALISA hal ini dikuatkan keterangan anggota DPRD KOTA SIDIMPUAN sebagai mitra kerja RSUD PADANGSIDIMPUAN dinas kesehatan setempat ,Arisandi berharap, pemko sidimpuan segera melunasi hutang apabila belum terbayarkan pemesanan alat pencuci darah tersebut,sehingga tidak menimbulkan citra buruk pada pelayanan RSUD PADANGSIDIMPUAN yang dikelola oleh manajemen.zal
Sepatutnya manajemen RSUD PADANGSIDIMPUAN pada penganggaran tersebut bisa mempertanggung jawabkan kepada masyarakat.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News