Wabup dan Ketua DPRD Hadiri Nobar G30S/PKI di Madina, Pesan Persatuan Menggema di Panyabungan
Wabup dan Ketua DPRD Hadiri Nobar G30S/PKI di Madina, Pesan Persatuan Menggema di Panyabungan
News
Lebih dari 7000 orang pelajar Tebing Tinggi akan menulis pantun terbanyak di Indonesia. Jumlah ini akan mengalahkan rekor Kota Semarang, Jawa Tengah. Sebelumnya 1000 orang pelajar di Semarang berhasil menulis 5.355 pantun pada tahun 2014. “Adik-adik pelajar di Tebing Tinggi akan menulis lebih dari 7000 pantun. Angka ini akan dicatat Museum Rekor Indonesia-Dunia (MURI) sebagai rekor baru. Kami mohon dukungannya, agar rekor ini bisa menjadi kebanggaan warga Tebing Tinggi dan Sumatera Utara,†terang Juru Bicara USAID PRIORITAS Sumut Erix Hutasoit di Medan, Sabtu (30/7). Erix mengatakan aksi menulis pantun itu, merupakan bagian dari Deklarasi Gerakan Budaya Membaca Tebing Tinggi yang akan dilaksanakan pada 1 Agustus 2016. Pantun merupakan salah satu bentuk keterampilan berliterasi. Literasi merupakan keterampilan untuk mencari, memahami, menganalisis, menggunakan dan mengkomunikasikan informasi untuk hal-hal yang berguna. â€Begitu juga dalam menulis pantun, dibutuhkan kemampuan mencari, memilih dan merangkai kata-kata agar bisa mengirimkan pesan yang kuat. Karena itu baik sekali kalau dari usia sekolah, anak-anak kita sudah berkenalan dengan pantun,†tambahnya. Kadis Pendidikan Tebing Tinggi Pardamean Siregar mengatakan, pantun merupakan warisan budaya Melayu yang lazim digunakan di Tebing Tinggi. Sebagai kekayaan budaya, pantun harus dilestarikan. Pantun sangat banyak memberikan petuah, nasihat, inspirasi dan motivasi yang sangat baik bagi perkembangan anak didik dan generasi muda. â€Daerah kita inikan daerah Melayu, penuh dengan pantun. Membudayakan membuat pantun pada anak itu perlu, agar mereka tidak lupa warisan leluhur kita,†terang Pardamean. Deklarasi Gerakan Membaca Tebing Tinggi didukung oleh Kementerian Agama, USAID PRIORITAS, PT. Inalum dan OS Institute. Melalui gerakan ini setiap pelajar di Tebing Tinggi akan tuntas membaca 12 buku setiap tahun. Sedangkan untuk guru diwajibkan tuntas membaca 24 buku setiap tahunnya. Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) pada tahun 2011 menyatakan minta membaca orang Indonesia rendah. Dari 1000 orang Indonesia, hanya satu orang saja yang memiliki minat membaca (rel/R.05)
Baca Juga:Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Wabup dan Ketua DPRD Hadiri Nobar G30S/PKI di Madina, Pesan Persatuan Menggema di Panyabungan
News
Pesan Tegas Wakapolres Tapsel di Hari Kesaktian Pancasila Hidupkan Nilai Persatuan
News
Unik! Upacara Kenaikan Pangkat Yonif 123/Rajawali Digelar di Atas KRI 522/Youtefa
News
Lima Ranperda Disepakati, Wali Kota Letnan Dalimunthe Ini Motivasi Bangun Padangsidimpuan
News
Ada Kejanggalan? Tokoh Masyarakat Minta Polisi Dalami Kematian Siswa SD di Bukit Malintang, Madina
News
Jaga Pancasila! MPC PP Padangsidimpuan Satu Komando dengan MPW, Hadiri Renungan Suci G30S di Kampung Kolam
News
Medan sumut24.co Budi H Sormin Ketua Dewan Pimpinan Cabang Aliansi Wartawan Indonesia (DPC AWI) Kota Medan menyampaikan ucapan selamat d
News
Pulih PascaBanjir, Kelompok Tani Pertamina EP Rantau Panen Cabai Bersama Wakil Bupati Aceh Tamiang
News
sumut24.co MedanGaleri Mustika Deli yang berlokasi di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Medan membuktikan keunggulannya sebagai pusat kriya
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Ketua TP PKK Kota Medan Airin Rico Waas menyaksikan penayangan perdana f
kota