Rabu, 26 Agustus 2026

Kemnaker Dampingi 20 Perusahaan, Tingkatkan Produktivitas melalui Perbaikan Sistem Kerja

Administrator - Rabu, 26 Agustus 2026 00:40 WIB
Kemnaker Dampingi 20 Perusahaan, Tingkatkan Produktivitas melalui Perbaikan Sistem Kerja
ist
Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan mendampingi 20 perusahaan dari sektor manufaktur, pelayanan kesehatan, dan perhotelan untuk meningkatkan produktivitas melalui perbaikan sistem dan proses kerja selama September hingga November 2026.

Baca Juga:

Pendampingan tersebut merupakan bagian dari upaya Kemnaker meningkatkan produktivitas perusahaan sekaligus memperkuat daya saing ekonomi dan kualitas dunia kerja Indonesia. Pelaksanaannya melibatkan sedikitnya 25 spesialis produktivitas terlatih, 20 instruktur, dan 20 peserta pemagangan nasional.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, peningkatan produktivitas perusahaan tidak cukup dilakukan dengan meningkatkan kompetensi tenaga kerja, tetapi juga perlu diikuti perbaikan tata kelola dan proses kerja secara menyeluruh.

"Kompetensi tenaga kerja harus terhubung dengan produktivitas perusahaan. Ketika kompetensi meningkat, proses kerja membaik, teknologi dimanfaatkan secara optimal, dan budaya continuous improvement tumbuh, maka daya saing perusahaan dan perekonomian nasional juga akan meningkat," ujar Yassierli melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Minggu (23/8/2026).

Untuk memastikan perbaikan dilakukan sesuai kebut uhan masing-masing perusahaan, program ini menerapkan pendekatan company-based productivity improvement. Pendampingan diawali dengan pengukuran baseline dan diagnosis produktivitas, kemudian dilanjutkan dengan identifikasi akar masalah, penyusunan rencana peningkatan produktivitas, implementasi perbaikan, serta monitoring dan evaluasi dampak.

Adapun bentuk intervensi disesuaikan dengan kondisi masing-masing perusahaan, antara lain melalui peningkatan efisiensi proses kerja, kualitas layanan, pengurangan pemborosan, tata kelola tempat kerja, optimalisasi sumber daya manusia, digitalisasi proses, serta peningkatan kualitas produksi dan pelayanan.

Yassierli lebih lanjut menjelaskan, keterlibatan peserta pemagangan nasional dalam program ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis kondisi nyata di dunia kerja. Peserta memperoleh pengalaman langsung mengenai proses peningkatan produktivitas dengan berinteraksi bersama perusahaan, instruktur, dan spesialis produktivitas.

"Peserta magang perlu memahami sejak awal bahwa bekerja bukan sekadar menyelesaikan tugas. Mereka juga harus belajar bagaimana suatu pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih baik, lebih efisien, lebih berkualitas, dan memberikan nilai tambah yang lebih tinggi," ujar Yassierli.

Yassierli mengatakan, peningkatan produktivitas menjadi semakin penting di tengah perubahan teknologi, dinamika pasar tenaga kerja, dan target Indonesia Emas 2045. Karena itu, produktivitas tidak hanya menjadi ukuran kinerja perusahaan, tetapi juga perlu dibangun sebagai bagian dari budaya kerja.

Melalui program percontohan tersebut, Kemnaker berharap dapat menghasilkan model pendampingan peningkatan produktivitas perusahaan yang sistematis, terukur, dan terintegrasi untuk diterapkan secara lebih luas.

Biro Humas Kemnaker

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dari Pekerja Untuk Sesama, HUT ke-27 Serikat Pekerja PLN Diisi Aksi Donor Darah
Cegah Keresahan Ribuan Pekerja, KSBSI FHUKATAN Dukung Penuh Perpanjangan HGU PT BSP Demi Masa Depan Bersama
Viral! Pekerja Dapur SPPG Prapat Janji Dianiaya, Ungkap Potong Gaji Sembarangan Hingga Menu Makan Bikin Sakit
Universitas Dharmawangsa Jajaki Kerja Sama dengan Pemko Tanjungbalai
Gak Cuma Belajar, Alfamidi Class di SMK Negeri 1 Padangsidimpuan Cetak Generasi Siap Kerja
Diduga Bobrok!! PTPN IV Regional II Distrik Rayon Utara KSO Kebun Air Tenang Menahan Pembayaran Pekerjaan
komentar
beritaTerbaru
Sowan Kadipaten Jepara

Sowan Kadipaten Jepara

Sowan Kadipaten Jepara Pendekar putri dari wilayah Jepara bernama Kanjeng Ratu Kalinyamat. Putri Sultan Trenggana Syah Alam Akbar III. Raja

Wisata