sumut24.co -ASAHAN, Puluhan massa dari Lembaga Indonesia Bersatu (LIB) menggelar aksi damai di depan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTPN IV Unit Mandoge, Kabupaten Asahan, Senin (12/10/2026). Aksi yang dipimpin Ketua LIB Adi Wirawan bersama koordinator lapangan Umam Damanik dan Kiren ini berlangsung tertib dan tidak menimbulkan keributan.
Baca Juga:
Dalam pernyataan sikapnya, sekitar 70 peserta aksi mengemukakan empat temuan yang diduga merugikan masyarakat dan keuangan daerah. Pertama, adanya dugaan manipulasi data penggunaan air permukaan yang disedot pabrik. Massa menduga air rakyat digunakan namun pembayaran pajak tidak sesuai ketentuan, yang berpotensi menurunkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Asahan.

Kedua, muncul dugaan persekongkolan antara oknum manajemen dengan rekanan pekerjaan perbaikan PKS untuk tahun anggaran 2024, 2025, hingga 2026. Massa menilai hasil pekerjaan belum layak namun dinyatakan selesai 100%, yang mempertanyakan integritas pengelolaan BUMN.
Ketiga, jalan kabupaten di sekitar wilayah operasional pabrik dilaporkan rusak parah akibat aktivitas truk pengangkut kelapa sawit yang beroperasi tanpa izin yang jelas.
Kemudian massa menyampaikan tuntutan secara tegas kepada
Bupati Asahan untuk segera mencabut sementara izin operasional PKS PTPN IV Unit Mandoge sampai hasil audit tuntas dipublikasikan. Dan kepada Kapolres Asahan meminta memeriksa dugaan mark-up dan persekongkolan pengadaan barang dan jasa. Serta kepada DPRD Asahan untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) dan memanggil manajemen PKS Mandoge untuk dimintai keterangan. Dan kepada Kejaksaan Negeri Asahan: Memanggil pihak terkait untuk mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran tiga tahun terakhir.

Setelah menyampaikan tuntutan di lokasi pabrik, rombongan massa kemudian menuju Kantor Bupati Asahan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Di sana, massa diterima oleh Wakil Bupati Asahan Rinato, SH, MAP.
Wakil Bupati menyatakan akan menindaklanjuti seluruh aspirasi yang disampaikan dan berjanji memanggil dinas-dinas terkait untuk mengklarifikasi permasalahan tersebut. Mendapat tanggapan positif dari pemerintah daerah, massa aksi menyampaikan terima kasih dan membubarkan diri secara tertib. (tec)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News