Kamis, 10 September 2026

Atika Azmi Utammi Nasution Pimpin HKTI Madina, Dorong Petani Naik Kelas dan Perkuat Ketahanan Pangan

Administrator - Kamis, 10 September 2026 01:43 WIB
Atika Azmi Utammi Nasution Pimpin HKTI Madina, Dorong Petani Naik Kelas dan Perkuat Ketahanan Pangan
Baca Juga:

Medan | Sumut24.co

Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution resmi dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Madina periode 2026-2031.

Atika dilantik bersama jajaran pengurus DPC HKTI dari berbagai daerah di Sumatera Utara dalam agenda pelantikan yang berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Rabu (9/9/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum baru bagi HKTI untuk memperkuat organisasi sekaligus mendorong sektor pertanian agar semakin berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Di tingkat Provinsi Sumatera Utara, kepengurusan DPD HKTI dipimpin Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Gus Irawan Pasaribu. Ia didampingi Muhammad Syah sebagai sekretaris dan Kamsir Aritonang sebagai bendahara.

Untuk jajaran pengurus provinsi, prosesi pelantikan dilakukan oleh Sekretaris DPN HKTI Abdul Kadir Karding secara daring. Sementara pengurus DPC HKTI kabupaten dan kota dilantik Ketua Harian DPN HKTI Mulyono Machmir.

Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya posisi HKTI dalam membantu pemerintah memperkuat sektor pertanian.

Menurut Surya, organisasi petani tidak cukup hanya menjadi wadah berhimpun. HKTI diharapkan mampu mengambil peran nyata sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

"HKTI harus menjadi mitra pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian di Sumatera Utara," kata Surya.

Ia menyebut sektor pertanian memiliki posisi penting dalam struktur perekonomian Sumatera Utara. Kontribusinya mencapai sekitar 25,88 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Selain itu, sektor pertanian juga menjadi sumber penghidupan bagi lebih dari 2,42 juta tenaga kerja atau sekitar 35,43 persen dari total tenaga kerja di Sumatera Utara.

Angka tersebut menunjukkan bahwa kebijakan pertanian tidak hanya berkaitan dengan produksi pangan, tetapi juga menyangkut lapangan pekerjaan dan keberlangsungan ekonomi masyarakat di berbagai daerah.

Surya juga menyoroti kekuatan Sumatera Utara pada sektor perkebunan. Sejumlah komoditas unggulan daerah memiliki produksi yang cukup besar dan berpotensi dikembangkan lebih jauh melalui pengolahan serta hilirisasi.

Beberapa di antaranya adalah kelapa sawit dengan produksi sekitar 7,95 juta ton, karet 310 ribu ton, kelapa 102 ribu ton, kopi arabika 77,7 ribu ton, kopi robusta 10,3 ribu ton, kakao 37,3 ribu ton, serta aren sekitar 8 ribu ton.

Potensi tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan ekonomi daerah apabila tidak berhenti pada penjualan bahan mentah.

Karena itu, pengembangan industri pengolahan hasil pertanian dan perkebunan menjadi salah satu pekerjaan penting yang perlu mendapat perhatian pemerintah bersama organisasi petani.

Di sisi lain, Sumatera Utara masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan sejumlah komoditas pangan.

Produksi bawang merah, misalnya, disebut baru mampu memenuhi sekitar 63,8 persen kebutuhan daerah. Sementara untuk bawang putih dan kedelai, Sumatera Utara masih mengandalkan pasokan dari luar daerah.

Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah dalam upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap daerah lain.

Surya pun mendorong HKTI mengambil peran lebih luas dalam mendorong inovasi dan pembaruan di sektor pertanian.

Menurutnya, penguatan petani harus dilakukan mulai dari peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi, akses pasar, hingga pengembangan komoditas bernilai ekonomi tinggi.

Sementara itu, Sekretaris DPN HKTI Abdul Kadir Karding mengingatkan pentingnya memperkuat organisasi hingga tingkat daerah.

Tidak kalah penting, kata dia, adalah mendorong regenerasi petani. Persoalan usia petani menjadi salah satu tantangan yang harus segera dijawab agar sektor pertanian tetap memiliki sumber daya manusia yang kuat di masa depan.

Regenerasi menjadi penting karena pertanian membutuhkan tenaga muda yang mampu beradaptasi dengan teknologi, mekanisasi, digitalisasi, serta model bisnis pertanian modern.

Jika tidak segera dilakukan, sektor pertanian berpotensi menghadapi persoalan ketersediaan tenaga kerja produktif dalam jangka panjang.

Ketua DPD HKTI Sumut Gus Irawan Pasaribu mengatakan sektor pertanian harus menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.

Menurutnya, pertanian memiliki posisi strategis terhadap perekonomian Sumatera Utara dan menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat di sejumlah kabupaten.

Gus Irawan menegaskan HKTI Sumut siap membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mendukung berbagai program prioritas di bidang pertanian.

Salah satu fokus yang didorong adalah hilirisasi komoditas unggulan daerah.

Kakao, kelapa, dan kopi menjadi beberapa komoditas yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui proses pengolahan sehingga memberikan nilai tambah lebih besar kepada petani.

Dengan demikian, petani tidak hanya berperan sebagai produsen bahan mentah, tetapi juga dapat memperoleh manfaat ekonomi lebih besar dari rantai produksi hingga pemasaran.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pemprov Sumut Dorong HKTI Perkuat Peran Petani Dukung Swasembada Pangan
Bentrok Koptan HKTI dan Satpam PT BSP : Aksi Damai Berujung Ricuh, 5 Warga Luka, 2 Kaca Mobil Pecah
Tanah Eks HGU Jadi Sengketa, Ratusan Satpam PT BSP Hancurkan Posko HKTI untuk Kedua Kalinya
HKTI Akan Gelar Munas, Sinyal Penyatuan Dua Kubu Menguat
komentar
beritaTerbaru