Kamis, 13 Agustus 2026

Bentrok Koptan HKTI dan Satpam PT BSP : Aksi Damai Berujung Ricuh, 5 Warga Luka, 2 Kaca Mobil Pecah

Administrator - Kamis, 13 Agustus 2026 16:56 WIB
Bentrok Koptan HKTI dan Satpam PT BSP : Aksi Damai Berujung Ricuh, 5 Warga Luka, 2 Kaca Mobil Pecah
Sumut24.co
sumut24.co-ASAHAN, Aksi unjuk rasa damai yang dilakukan ratusan anggota Kelompok Tani (Koptan) binaan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Asahan di depan kantor PT Bakrie Sumatera Plantations (BSP) Kisaran, Kamis (13/8/2026), berakhir bentrok. Lima warga dilaporkan mengalami luka-luka dan dua unit mobil mengalami kerusakan parah akibat lemparan batu dan pemukulan.

Baca Juga:
Pagi itu, sekira pukul 10.30 Wib, massa Koptan HKTI datang berkumpul ke kantor perusahaan perkebunan tersebut. Tujuan mereka satu: mempertanyakan alasan pihak perusahaan membongkar dan menghancurkan posko satgas HKTI yang sebelumnya berdiri di atas tanah eks Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan itu. Mereka ingin dialog terbuka dan mendapatkan penjelasan resmi dari manajemen PT BSP.

Namun niat baik itu rupanya tidak disambut dengan sikap terbuka. Setibanya di lokasi, massa mendapati jalan masuk ke area kantor sudah diblokade menggunakan kawat berduri. Puluhan petugas satpam terlihat bersiaga memegang pentungan dan tameng, bahkan beberapa ekor anjing turut diturunkan untuk menghalau pendemo.

Melihat jalannya terhalang, massa berupaya memotong kawat berduri agar bisa masuk dan menyampaikan aspirasi. Tindakan itu memicu ketegangan. Pihak satpam melarang keras, sehingga terjadi adu mulut yang memanas. Emosi kedua pihak tersulut, dan situasi dengan cepat berubah menjadi kericuhan.

Puncak ketegangan terjadi ketika satpam diduga memukul salah seorang warga dengan pentungan. Massa yang kian marah membalas dengan melempar air minum kemasan, dan dibalas kembali dengan lemparan batu oleh pihak satpam. Hujan batu tak terelakkan, berlangsung sekitar 30 menit sebelum akhirnya diredam oleh personel Sat Intelkam Polres Asahan yang tiba di lokasi mengantisipasi keadaan.


Saat suasana mulai tenang, insiden pengeroyokan kembali terjadi. Hendra Syahputra (43), warga yang berusaha melerai kawannya yang sedang adu mulut, tiba-tiba dikeroyok puluhan satpam. Akibatnya pelipis mata kanannya pecah, tangan dan kepala mengalami luka memar akibat hantaman pentungan. Hendra langsung dilarikan ke RSUD HAMS Kisaran untuk mendapat perawatan medis dan rencananya akan melakukan visum guna melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.

Selain Hendra, empat anggota Koptan lainnya juga mengalami luka-luka dan telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat. Dua unit mobil — mobil komando pengeras suara dan satu mobil pengangkut massa — kaca depannya pecah terkena lemparan batu.


Syafruddin Harahap, koordinator aksi, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia menilai perlakuan pihak perusahaan sangat berlebihan.

"Kami datang aksi damai, cuma mau tanya kenapa posko kami dihancurkan. Tapi kami malah disambut kawat berduri, anjing, dan pentungan. Ini perbuatan biadab dan keji. Perusahaan ini sudah habis masa HGU-nya, tapi masih bertindak sewenang-wenang. Sudah sepantasnya pemerintah tidak memperpanjang izin mereka," tegasnya.

Syafruddin menegaskan pihaknya akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan seluruh rangkaian kejadian ke Polres Asahan, baik soal pengerusakan posko maupun tindakan kekerasan yang dialami anggotanya saat berunjuk rasa.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen PT BSP Kisaran terkait insiden bentrokan tersebut. Polres Asahan dikabarkan telah turun ke lokasi untuk meneliti kejadian dan meminta keterangan dari berbagai pihak terkait.

Kejadian ini kembali membuka persoalan lama sengketa lahan perkebunan di Kabupaten Asahan, sekaligus mengingatkan pentingnya saluran dialog yang terbuka dan transparan antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah daerah dalam menyelesaikan setiap perbedaan secara damai dan sesuai jalur hukum. (tec)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Bambang Sumantri
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PLN UIP SBU Dan PTPN I Perkuat Sinergi Pemanfaatan Aset Untuk Percepatan Infrastruktur Ketenagalistrikan
Penanaman Tanaman Pohon Pelindung MPW PP Sumatera Utara, Ijeck Ajak Jaga Lingkungan dan Perkuat Kader dengan Pelatihan SAR
Perkuat Tata Kelola Keuangan Daerah, Rico Waas Minta Perangkat Daerah Terapkan ASB Secara Konsisten
Wali Kota Medan Raih Penghargaan LPM Award 2026, Komitmen Dalam Mendukung Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Menuju Indonesia Mau
Kasus Dugaan Tindak Pidana terhadap Penyandang Disabilitas di Madina Masuk Tahap Penetapan Tersangka
Rico Waas: Suara Perempuan dan Penyandang Disabilitas Harus Masuk Prioritas Anggaran Pembangunan
komentar
beritaTerbaru