Jelajahi Pesona Simalungun di PRSU 2026, Kenalkan Deretan Destinasi Wisata Andalan
Jelajahi Pesona Simalungun di PRSU 2026, Kenalkan Deretan Destinasi Wisata Andalan
kota
Baca Juga:
- Pemkab Solok Tegaskan Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
- Rapat Asistensi dan Monitoring Penyesuaian APBD Pemanfaatan Tambahan Dana Transfer ke Daerah TA 2026 di Hadiri Bupati Solok
- Pj Sekretaris Daerah Hadiri Sosialisasi dan Literasi Simpanan Pelajar (SimPel) untuk Tingkatkan Literasi Keuangan Generasi Muda
Kabupaten Solok I Sumut24.co
Sabtu (25/07/2026), semangat melestarikan warisan budaya Minangkabau kembali bergema dari Nagari Selayo dalam kegiatan Balerong Silek Tuo Kota dan Kabupaten Solok,
dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy, S.T, Wakil Bupati Solok H.Candra S.Hi dan Ratusan guru silek, ninik mamak, bundo kanduang, tokoh adat, hingga generasi muda dari Kota dan Kabupaten Solok memadati kawasan depan Kantor Wali Nagari Selayo.
Ketua Pelaksana, Yayan Irmanti Tuan Incek Sulaiman, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Atas nama panitia, mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Selayo yang telah terlibat langsung dalam menyukseskan acara ini. Terima kasih kepada Bundo Kanduang, Niniak Mamak, guru-guru tuo, seluruh undangan, adiak-adiak, serta dunsanak yang telah meluangkan waktu memenuhi undangan kami. Semoga kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik hingga selesai.
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, S.T. Sutan Nagari Sati, mengungkapkan rasa bangganya dapat hadir di tengah para pelestari silek tradisi. Menurutnya, Balerong Silek Tuo bukan sekadar pertemuan para pesilat, melainkan momentum penting untuk membangkitkan kembali jati diri budaya Minangkabau.
Saya sangat bangga bisa hadir di acara kebanggaan kita ini, tempat berkumpulnya urang-urang baju hitam. Dari data yang kami peroleh, Sumatera Barat memiliki sekitar 200 aliran silek tradisi. Namun ketika kami mulai menjabat, hanya sekitar 50 aliran yang masih aktif berkembang," ungkapnya.
Kondisi tersebut, menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Berangkat dari keprihatinan itu, pemerintah mengambil langkah strategis dengan mewajibkan kegiatan ekstrakurikuler silek di seluruh SMA dan sederajat di Sumatera Barat.
Dikatakannya, salah satu penyebab mulai memudarnya silek tradisi adalah karena generasi muda tidak lagi memandang silek sebagai sesuatu yang menarik maupun membanggakan. Padahal, silek merupakan warisan budaya tak benda yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan karakter yang sangat tinggi.
Kami ingin menghidupkan kembali nyawa silek di tengah generasi muda. Ketika siswa SMA belajar silek, adik-adiknya tentu akan tertarik mengikuti jejak mereka. Mereka menjadi contoh bagi generasi di bawahnya.
Juga menegaskan bahwa kebijakan tersebut akan berdampak langsung terhadap keberlangsungan para guru silek di berbagai nagari. Setiap sekolah diwajibkan mencari guru silek di lingkungan masing-masing sesuai dengan aliran yang berkembang di daerah tersebut, baik Taralak, Kumango, Kuncue maupun aliran lainnya.
Kebijakan ini bukan hanya menghidupkan latihan silek, tetapi juga menghidupkan kembali guru-guru silek yang selama ini menjaga warisan budaya kita, tuturnya.
Bupati Solok yang di wakili oleh Wakil Bupati H. Candra, S.H.I menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru silek dan tokoh adat yang selama ini konsisten menjaga eksistensi Silek Tuo di Kabupaten Solok.
DIa menilai langkah Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mewajibkan ekstrakurikuler silek di tingkat SMA merupakan kebijakan yang sangat strategis dalam membangun karakter generasi muda.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Solok bersama Bapak Bupati, kami mengucapkan terima kasih kepada Dt. Manjinjiang Alam beserta seluruh tuo-tuo silek, khususnya di Nagari Selayo dan sekitarnya. Program Silek Tuo ini telah menjadi perhatian masyarakat dan berhasil membangkitkan semangat generasi muda untuk belajar silek," ujarnya.
Pelestarian Silek Tuo bukan hanya bertujuan mempertahankan seni bela diri tradisional, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter yang efektif dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia.
"Silek tidak hanya mengajarkan bagaimana membela diri, tetapi lebih dari itu membentuk kejujuran, kesantunan, kemandirian, disiplin, dan rasa hormat kepada sesama. Nilai-nilai kehidupan inilah yang sesungguhnya diwariskan melalui Silek Tuo," ujarnya.
Apabila kegiatan Silek Tuo terus digalakkan di sekolah-sekolah maupun di setiap nagari, maka berbagai persoalan sosial di kalangan remaja seperti tawuran, balap liar, penyalahgunaan pergaulan bebas, hingga kenakalan remaja lainnya akan berangsur menurun karena generasi muda disibukkan dengan aktivitas yang positif dan membangun karakter.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Solok menyatakan siap mendukung penuh program Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam mengembangkan Silek Tuo hingga menjangkau seluruh nagari.
"Kami meminta Dinas Pariwisata untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah nagari agar kegiatan Silek Tuo dapat diperluas ke seluruh nagari di Kabupaten Solok. Pemerintah Kabupaten Solok siap mendukung dan membantu menyukseskan program ini," tegasnya.
Pada kesempatan tersebut Wali Nagari Selayo, Ronal Reagen, ST Dt. Muaro Batuah, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Wakil Gubernur Sumatera Barat, Wakil Bupati Solok, Ketua GOW Kabupaten Solok Lian Octavia, S.Pd., Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat H. Daswippetra, S.E., M.Si., para pimpinan OPD, Ketua LKAM Sumatera Barat, Ketua LKAM Kabupaten Solok, guru-guru silek, ninik mamak, serta seluruh tamu undangan yang telah memenuhi undangan Pemerintah Nagari Selayo.
Terselenggaranya kegiatan tersebut menjadi bukti besarnya perhatian seluruh pihak terhadap upaya pelestarian budaya Minangkabau, khususnya Silek Tuo.
Dia berharap kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang mampu menghidupkan kembali Silek Tuo, bukan hanya di Kabupaten dan Kota Solok, tetapi juga di seluruh Sumatera Barat. Kini sudah semakin sedikit anak-anak muda yang bermalam di surau untuk belajar silek sebagaimana tradisi dahulu, ujarnya.
Juga berharap dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Solok melalui pengalokasian anggaran sehingga kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
"Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis Silek Tuo akan kembali berjaya, semakin dikenal masyarakat luas, bahkan mampu mendunia sebagai salah satu identitas budaya Minangkabau yang patut dibanggakan," pungkasnya.
Kegiatan Balerong Silek Tuo tersebut berlangsung penuh keakraban dan semangat kebersamaan. Selain menjadi ajang silaturahmi antarperguruan silek, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga adat, tokoh masyarakat, serta para guru silek dalam menjaga keberlangsungan salah satu warisan budaya tak benda Minangkabau agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi penerus.(YOSE)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Jelajahi Pesona Simalungun di PRSU 2026, Kenalkan Deretan Destinasi Wisata Andalan
kota
Balerong Silek Tuo Jadi Momentum Kebangkitan Warisan Budaya Minangkabau.
News
sumut24.co Labuhanbatu, Tuti Nofrida Ritonga S,Si,AP, MM melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah
News
sumut24.co ASAHAN, Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., menghadiri peresmian Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pimpinan Dae
News
MEDAN Sumut24.co Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Tani Merdeka menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Tani Merdeka Sumatera I Angkatan IV d
News
sumut24.co Deliserdang, Sebanyak 1.726 peserta memeriahkan Deliserdang Run 2026 yang digelar di Desa Namo Tualang, Kecamatan BiruBiru, Min
News
sumut24.co Deliserdang, Car Free Night Deliserdang Weekend kembali menjadi magnet bagi masyarakat. Jalan Diponegoro, Lubuk Pakam, dipenuhi
News
Sudaryono Dijadwalkan Lantik Pengurus Baru DPW Tani Merdeka Sumut, DPN Terbitkan SK Periode 2026&ndash2031
News
Teguh Revolusi Kuba Masih Relevan untuk Terus Digaungkan
kota
Edwar Jamil Raih Nilai Tertinggi Seleksi Bakal Calon Wali Nagari Alahan Panjang, Lima Kandidat Resmi Melaju ke Tahap Pilwana
kota