Polsek Medan Area Tangkap 2 Pengedar Narkoba Gang Jati Tunggu Pasien, Sabu Dibuang ke Selokan
Polsek Medan Area Tangkap 2 Pengedar Narkoba Gang JatiTunggu Pasien, Sabu Dibuang ke Selokan
kota
Baca Juga:
Tiga pekan setelah operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar pada Kamis (26/6/2025), KPK belum juga menetapkan tersangka dari kalangan pejabat Pemprov Sumut. Fokus penyidikan justru mengarah ke proyek infrastruktur di wilayah Mandailing Natal dan Padangsidimpuan yang melibatkan pihak swasta, yaitu PT Dalihan Natolu Group (DNG).
Pada Rabu (15/7/2025), KPK memeriksa Bupati Mandailing Natal periode 2021–2025, Muhammad Ja'far Sukhairi Nasution, bersama tujuh saksi lainnya di Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Sumut. Mereka yang diperiksa di antaranya adalah pejabat Dinas PUPR Madina, pengurus perusahaan, serta pihak swasta yang diduga terkait dengan pengadaan proyek.
Sehari sebelumnya, pada Selasa (14/7/2025), KPK juga memeriksa sejumlah pejabat nonaktif dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumut dan pejabat Dinas PUPR Kota Padangsidimpuan.
Kritik terhadap KPK
Dalam siaran pers yang disampaikan di Medan, Rabu (16/7/2025), Presidium Kornas, Sutrisno Pangaribuan, mempertanyakan arah penyidikan KPK yang dinilai menyasar pelaku dari kalangan swasta dan ASN tingkat bawah, tanpa menyentuh aktor utama dari lingkaran kekuasaan.
"Kami melihat KPK tidak berani memeriksa Pj Sekda Provinsi Sumatera Utara yang juga Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), MA Effendy Pohan. Padahal, sebagai atasan langsung Kepala Dinas PUPR, keterangannya penting untuk memastikan perencanaan proyek dalam APBD 2025," ujar Sutrisno.
Ia menambahkan, ketidakjelasan penanganan kasus ini menimbulkan kecurigaan adanya intervensi atau tekanan politik. Oleh karena itu, Kornas menyampaikan lima poin sikap:
1. Menilai KPK tidak lagi imparsial dan diduga sengaja mengulur waktu penyidikan.
2. Mendesak Dewan Pengawas KPK untuk memeriksa pimpinan dan penyidik dalam kasus ini.
3. Meminta Presiden RI Prabowo Subianto memanggil pimpinan KPK untuk memastikan penanganan berjalan serius.
4. Mendorong Komisi III DPR RI segera memanggil KPK untuk mengevaluasi kinerja lembaga tersebut.
5. Menyatakan dukungan bersyarat kepada KPK, selama masih bersikap jujur dan terbuka. Jika tidak, Kornas menyebut perlunya mempertimbangkan pembubaran KPK.
Respons KPK
Hingga berita ini diturunkan, pihak KPK belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik yang disampaikan Kornas maupun alasan belum diperiksanya sejumlah pejabat tinggi Pemprov Sumut yang diduga berkaitan dengan kasus ini.
Kasus dugaan suap proyek jalan ini bermula dari OTT yang dilakukan di Sumatera Utara, di mana sejumlah uang tunai dan dokumen proyek disita. KPK menduga ada aliran dana dari perusahaan swasta ke sejumlah pejabat untuk memuluskan proyek infrastruktur jalan di wilayah Tapanuli Bagian Selatan.
Rel
Polsek Medan Area Tangkap 2 Pengedar Narkoba Gang JatiTunggu Pasien, Sabu Dibuang ke Selokan
kota
Wabup Padang Lawas Hadiri Pemusnahan Barang Bukti 100 Perkara di Kejari Sibuhuan, Mayoritas Kasus Narkotika
kota
TNI Amankan 6 Excavator Tambang Emas Ilegal di Batang Natal dan Lingga Bayu Madina, Gebrakan Menjaga Kelestarian Lingkungan
kota
Pengamat Niat Prabowo Jadi Juru Damai Perlu Disertai Kalkulasi Rasional
kota
Membaur di Pekan Rabu, Momen Sisi Humanis Satgas TMMD 127 Kodim 0212/Tapsel di Sangkunur
kota
Hanya Sekali Seminggu, Pekan Simataniari Jadi Saksi Kedekatan Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapsel dan Warga
kota
Jemari Perkasa Penabur Kasih Kala Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapsel Memetik Harapan di Ladang Ibu Wardia
kota
Setangkai Cabai, Seikat Singkong, dan Sejuta Kepedulian dari Satgas TMMD Ke127 Kodim 0212/Tapsel
kota
Di Balik Seragam Loreng, Ada Kepedulian Aksi Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS Pulihkan Kamar Mandi Masjid
kota
TanganTangan Tangguh di Balik Lumpur Bakti Satgas TMMD ke127 Kodim 0212/TS untuk Masjid Nurul Huda
kota